Unpredictable Marriage -Chap 2-

Unpredictable Marriage

Chap 1

Author : Kimskimi

Length: Chaptered

Genre: Romance , Family , Drama

Cast :

  • Kang Daesung BIGBANG
  • Shin Mi Chan
  • Lee Onew SHINee

Other Cast : Find it your self  😉

Poster : Park Kyungjin

===

Onew sibuk meracik dua cangkir vanilla latte. Dia membentuk sebuah coffee art berbentuk hati diatas nya.

“Hm… apa kau tahu kalau perasaan ku padamu sekarang sama dengan bentuk coffee art ini ?” gumam nya pelan.

“Annyeong oppa !” sahut sebuah suara gadis dan membuatnya kaget.

 “Aish ! Ternyata kau Michan, mengangagetkan ku saja !” Onew berpura-pura kesal dihadapan Michan lalu mencubit hidungnya.

“Aww.. oppa” sungut Michan mengerucutkan bibirnya.

“Haha… hentikan tingkah aegyo mu itu Michan-ah ! Dan kenapa kau datang sepagi ini ? Bukannya shift mu nanti siang ?” tanya Onew menatap Michan yang kebingungan.

“Aku datang kemari membawakan ini untuk oppa” ucap nya menunjukkan kotak bekal pada Onew.

“Apa itu ?”

“Oppa buka saja sendiri”

Tangan Onew pun membuka kotak bekal bermotif kelinci itu.

***

Daesung pov

 

Jadi ini tempat ia bekerja ?

Sebuah cafe kecil bernuansa klasik-retro. Mataku terus memandang kedalam cafe itu dan kulihat dia sedang berbicara dengan seorang namja.

Apa itu pacarnya ?

Mereka keliatan akrab sekali.

Aku pun berjalan masuk kedalam dan duduk di sebuah sofa merah. Tanpa dipanggil dia langsung mendatangiku, menyerahkan sebuah daftar menu dan bersiap dengan sebuah note ditangannya.

“Aku tidak datang untuk ini” dia memandang ku heran sambil menurunkan notes dan pulpennya.

“Hmm….pasti tuan sedang menunggu teman ya?” tebaknya dan aku hanya tersenyum.

“Bukan bertemu teman atau yang lainnya… Tapi aku punya sedikit urusan denganmu”

“Eh ? Urusan denganku ?!” matanya terbelalak kaget.

“Duduklah dulu nona Shin Michan” aku menyuruh ia duduk didepanku.

“Heh ? Darimana kau tahu namaku ?” dia menatapku kebingungan.

“Duduk saja, ada hal penting yang ingin kubicarakan denganmu” ucapku sembari menatap ia yang kelihatan ragu-ragu duduk didepanku.

“Sebenarnya tuan ini siapa ? Kenapa menyuruh ku duduk dan bisa tahu namaku ?”

“Kang Daesung. Itu namaku, kau sendiri adalah nona Shin Michan, mahasiswi Kyunghee University, jurusan Bahasa Inggris bukan ?”

Gadis ini terkejut mendengar pernyataan ku barusan. Mungkin dia pikir aku perwakilan universitas. Penampilan nya yang tadi ceria seketika berubah jadi lemas.

“Tenang saja aku bukan dari perwakilan kampus, aku hanya butuh bantuan mu sekarang”

“Bantuan ? Bantuan apa ?” .

 Ku hela nafasku sebelum memulai pembicaraan yang akan memakan waktu panjang ini.

“Jadilah pacar palsuku. Nona Shin Michan”

***

“Jadilah pacar palsuku. Nona Shin Michan”

Daesung menatap Michan serius tapi di balas tatapan Michan yang seperti mengatakan

‘Hilang-kemana-akal-sehat-mu ? Hah?!’

“Aku tahu ini kedengaran gila, tapi aku menjadikan mu pacar palsuku bukan tanpa alasan. Karena ada insiden bodoh antara aku dan nenekku, jadi aku harus mencari seorang yeoja untuk menjadi pacar palsuku”

Daesung makin membuat Michan jadi bingung

“Tapi kenapa aku ? Bukan kah masih banyak yeoja lain yang bahkan lebih sempurna dariku ?” tanya Michan heran.

“Kau benar, memang banyak yeoja lain yang lebih sempurna darimu. Hmm..kau tahu nona padahal aku hanya ingin meringankan bebanmu saja. Jika kau menjadi pacar palsuku untuk malam ini, aku berjanji akan membayar semua hutang keluargamu.”

“M…mwo?! Kau bilang apa barusan ? Hutang keluargaku ? Ya ! Sebenarnya kau ini siapa hah ?! Kenapa bisa tahu tentang masalahku ?” bentak Michan kasar sehingga membuat para pengunjung memperhatikannya.

“Tidak penting aku tahu masalahmu atau tidak. Yang terpenting adalah bagaimana keputusan mu, kau mau atau tidak?”

“Shiro ! Aku tidak mau ikut campur dengan masalahmu. Dan aku juga tidak mau terlibat dengan orang aneh sepertimu!” kata Michan kasar lalu meninggalkan Daesung pergi kembali ke dapur.

Tring…Tring…Tring…

“Yoboseyo oppa..”

“…”

“Ige Mwoya ?!”

“…”

“Ne, aku pulang sekarang oppa !”

(Klik)

Michan menutup telponnya dan berkemas pulang. Onew yang heran melihat Michan terburu-buru, langsung menghampirinya.

“Michan-yaa… Kau mau pulang?” dia mendongak kan kepalanya begitu mendengar suara Onew

“Ah.. Oppa! Mianhae aku pulang cepat hari ini, tapi ini penting sekali. Tidak apa-apa kan oppa?”

“Hutang lagi?” tanya Onew dan dijawab sebuah anggukan oleh Michan.

“Ya sudah, kau boleh pulang. Dan ini aku punya uang untuk membantu membayar semua hutang keluarga mu”

Onew langsung memberikan amplop coklat tebal kepada Michan. Tapi dengan cepat ditolak oleh nya. Ia merasa Onew sudah terlalu banyak membantu masalahnya.

“Andwae oppa ! Oppa tidak perlu membantu ku lagi, kan semalam oppa juga membantu ku”

“Gwenchana Michan ,  aku senang bisa membantumu”

“Ah~  pokoknya tidak.. Sudah ya oppa aku pulang dulu..” kata Michan seraya berlari pergi keluar.

“Ck.. Dasar anak itu” decak Onew kesal saat melihat Michan pulang.

___

Di luar cafe ternyata Daesung masih menunggu Michan. Ia yakin tidak mungkin Michan menolak tawarannya. Daesung juga merasa sangat aneh saat bicara dengan Michan.

Benar kata Michan kalau dia tidak apa-apanya, dan Daesung juga bisa saja mencari gadis yang sexy, cantik bahkan kaya. Tapi Daesung merasa kalau

Michan adalah gadis yang tepat. Tiba-tiba saja Daesung melihat Michan yang keluar, dengan buru-buru dari Cafe dan berlari menuju halte bis.

“Ikuti gadis itu, tapi pelan-pelan saja.” perintah nya. Ia pun mulai mengikuti bis Michan dari belakang.

Sampai Michan turun dari bus dan berjalan melewati beberapa blok rumah.

“Ck.. Seberapa jauh lagi rumahnya, dari tadi cuma melewati blok-blok rumah” rutuk Daesung kesal.

Michan pun terhenti di depan sebuah rumah sederhana bergaya Korea lama, dan mulai masuk kedalam. Sementara Daesung kembali menunggu nya.

Dua orang berbadan besar menarik seorang pria paruh baya dengan kasar dan mencampakkan pria itu begitu saja keluar. Daesung melihat pemandangan miris, seperti adegan di kebanyakan drama. Ia pun memutuskan keluar dari mobilnya lalu, menghampiri Michan dan keluarga nya yang sedang menangisi nasib (?) mereka yang telah di usir oleh rentenir.

“Ini.. Aku rasa lebih dari cukup bukan?” ucapnya seraya menyerahkan selembar cek.

Michan mendongakkan kepalanya ke arah atas, dia kaget melihat Daesung yang ia tadi marahi berada disini. Dan keluarganya pun ikut melihat pria bermata sipit itu dengan tatapan heran.

“Y…Ya ! Kau namja sombong bagaimana kau bisa disini ?!” tanya Michan terbata-bata.

Pertanyaan Michan tidak dihiraukan sama sekali oleh Daesung.

“Cukup bukan, untuk membayar semua hutang mereka ?”

Tanpa ragu rentenir itu mengambil cek pemberian Daesung, ia merasa puas dan langsung meninggalkan mereka.

***

“Cih.. Dengar ya, aku melakukan ini semua karena mau membalas budi tidak lebih ! Ingat hanya malam ini, setelah itu aku tidak mau terlibat lagi dengan permainan konyol ini !” ucap gadis itu sinis pada pria disebelahnya.

“Tentu kalau nenek ku masih ingin bertemu denganmu, kau tetap harus menjadi pacar palsuku nona…mmm….panda!”

Michan tersentak kaget saat dengar kata terakhir yang diucapkan Daesung.

“Mwo? Kau bilang aku apa ?”

“Pan-da” balas Daesung dengan nada mengejek.

“Ya! Kau ingin mati namja sipit !”

“Omo ! Kau sebut apa aku barusan ?!”

Kali ini gantian Daesung yang bertingkah seperti Michan. Ia tidak suka ada yang menyebutnya seperti itu.

“Wae ? Tidak suka ya ? Baiklah akan ku sebut sekali lagi… Namja sipit ! Sipit ! Sipit !”

“Haiish… Kau ini…” kesal Daesung mendekatkan wajahnya ke Michan.

Disaat itu perasaan mereka jadi gugup satu sama lain.

“Apa yang mau dilakukan nya, sekarang wajahnya begitu dekat denganku..”

“Yeoja ini.. Kenapa denganku?”

Lama mereka seperti itu, sampai mobil Daesung berhenti di sebuah rumah besar,mewah, dan megah.

“Tuan, kita sudah sampai” kata supir itu dan membuat Daesung serta Michan bergeser dari posisi yang membuat mereka antara nyaman dan tidak nyaman.

Mereka berdua pun turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah kediaman keluarga Kang.

“Tidak pernah melihat rumah mewah ya?” ejek Daesung sambil menatap Michan dengan tatapan meremehkan.

“Ish ! Dasar sombong, asal kau tahu ya.. Rumahmu ini sudah sering kulihat di….”

“Lihat dimana?” sahut suara seorang wanita tua hingga membuat mereka menoleh ke arah suara itu.

Kini seorang wanita tua berpakaian formal berdiri di depan mereka.

“Nenek..?”

“Annyeong…kau pasti gadis yang diceritakan Daesung..” sapa wanita tua itu pada Michan ramah.

“Ng… Ne, halmoni. Naneun Shin Michan imnida.” jawab nya menunduk sopan.

“Baiklah ayo kita segera ke ruang makan, mereka semua sudah menunggu kita.” ajak nenek Daesung diikuti mereka dari belakang.

Sesampainya di ruang makan Michan bertemu dengan seluruh keluarga Daesung. Mereka menyambutnya dengan baik. Begitu juga Michan dia memperkenalkan dirinya kepada seluruh anggota keluarga.

__

Di sela-sela makan malam keluarga Daesung tidak berhenti bertanya kepada Michan

“Jadi sejak kapan kalian berpacaran?”

“Dimana kalian saling berkenalan?”

“Apa kau benar-benar mencintai dongsaengku?” tanya mereka secara beruntun.

(Trang !)

“Bisakah menanyakan nya nanti saja?” kesal Daesung membanting sendoknya ke piring.

Semua terperangah melihat tingkahnya termasuk Michan, akhirnya nenek Daesung yang telah selesai makan menengahi semuanya.

“Semua pertanyaan kalian biar aku yang menanyakan nya , ayo Michan ikut dengan ku” nenek Daesung pergi dari meja makan .

Michan memperhatikan seluruh benda yang ada di dalam ruang kerja nenek Daesung. Vas, patung serta lukisan yang menurutnya punya nilai harga yang sangat mahal.

“Nenek sangat ingin tahu tentang dirimu , bisa kau memperkenalkan diri padaku?” pinta nya seraya mengaduk cangkir teh panas yang ia siapkan untuk mereka berdua.

“Ah~ baiklah. Namaku Shin Michan , orang tua ku bernama Shin Dong Gun dan Han Mi Eun mereka….” belum sempat ia bicara lebih lanjut omongan nya sudah di potong duluan.

“Shin Dong Gun ? Han Mi Eun ?”

“Iya , itu nama kedua orang tua ku. Memang ada apa?”

“Ani… Tidak ada apa-apa , silahkan lanjutkan lagi Michan-ah”

Gadis itu mengangguk pelan “Mereka hanya wiraswasta , dan Oppa ku bernama Shin Dongho dia bekerja di salah satu pusat perbelanjaan. Sedangkan aku masih kuliah semester 7 di jurusan Bahasa Inggris Kyunghee University.”

“Masih terlalu muda rupanya. Nenek ingin tahu bagaimana kau bisa berkenalan dengan Daesung cucuku?”

“Kami tidak sengaja bertemu di cafe tempatku bekerja”

Dahinya sedikit berkerut mendengar jawaban Michan “Cafe ? Kau kerja paruh waktu ?”

“Ne , itu karena aku ingin membantu orang tua ku . Kalau hanya mengandalkan gaji oppa dan appa itu tidak bisa menutupi kekurangan ekonomi keluarga kami ”

“Baiklah nenek mengerti. Tapi….”

“Nenek jangan berpikiran buruk dulu . Mungkin aku memang gadis biasa yang bukan berasal dari keluarga kaya raya . Tapi aku berpacaran dengan Daesung oppa , bukan karena materi tapi karena aku tulus mencin… mencintainya.” terang Michan agak kaku, karena ia tidak pernah mengucapkan kata cinta sebelumnya kecuali pada eomma, appa dan untuk menggoda Minzy.

“Haha.. Kenapa bicara seperti itu ? Padahal nenek belum selesai bicara. Dan sepertinya kau terdengar ragu-ragu mengatakan cinta untuk Daesung.” kata nenek Daesung dan membuat dirinya menyangkal.

“Mianhae.. Aku hanya sedikit gugup , karena ini pertama kali untukku”

“Bisa dimengerti.. Waktu muda dulu aku juga sepertimu gugup saat bertemu dengan orangtua si pria”

***

“Omo?! Kau gila ya!”

“Tsk. Ya! Kau tidak perlu se ekspresif itu, lihat semua orang memperhatikan kita! Minzy-ah” kata Michan pelan dan mengangkat jari telunjuknya di depan bibir.

“Mianhae..tapi kau serius menerima tawaran namja itu?”

“Ne, dengan terpaksa !”

“Wae? Apa dia mengancam mu ?” tanya Minzy penasaran dan dijawab sebuah anggukan lemas dari sahabatnya.

“Hah! Berani sekali namja itu mengancam mu, dia belum tahu apa siapa sahabatmu ini ?”

Minzy berhasil membuat Mi chan terkejut dengan sikapnya barusan, dia tahu benar kalau sahabatnya ini selalu melindunginya.

“Bukan ancaman sih tapi aku harus balas budi karena dia telah membayar semua hutang keluarga ku”

Minzy mengangguk mengerti “Ooh…begitu. Tampang ‘namja sipit’ mu itu gimana sih?”

“You know K-Will ?” sekali lagi dia mengangguk mendengar ucapan Michan.

“Yah.. Kira-kira beda tipis lah sama K-Will ,  Eh ! Udah sore ya? Sepertinya kita harus pulang Minzy-ah , kau tahu Taemin kan kalau melihat mu pulang terlambat ?”

“Huh ! Kenapa kau harus mengingatkan ku pada dia Michan-ah, kau tahu kan aku tidak suka padanya”

“Hehe… Tidak suka tapi cinta kan ?” goda nya pada Minzy dan mendapat jitakan dari sahabatnya.

Daesung pov

Pada akhirnya aku berhasil menyingkirkan perjodohan konyol itu.

Ini semua berkat gadis panda itu, entah apa yang dia bilang sampai nenek langsung membatalkan perjodohan ku dengan Hyomin. Yang jelas aku sangat berterima kasih dengannya.

Tapi ada satu masalah lagi, bagaimana kalau nenek menyuruhku bertunangan atau bahkan menikah dengannya?

Apa yang harus aku lakukan..?

(Bruk)

“Aww..”  sebuah rintihan membuatku melihat keluar jendela mobil.

Seorang gadis terjatuh sambil memegangi pergelangan kakinya. Dia terkilir. Aku turun dari mobil dan menghampiri gadis itu.

“Nona ,  kau tidak apa-apa ?” tanyaku khawatir.

Dia mengangkat kepalanya “Kakiku ter…. Namja sipit ?!”

“Yeoja panda ?!”

 

 

-tbc-

Feel free to leave your coment ?  😉

Advertisements

6 thoughts on “Unpredictable Marriage -Chap 2-

  1. chanyb says:

    Wkekeke. . . . . . namja sipit vs yeoja panda
    siapakah yg akan mnang saudara2 #plakplakplak

    ne2kny dae knal tah sm ortu ny michan??
    Jgn2 tman lama >.<
    ayo2 part3 publishny saia tnggu :3

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s