Unpredictable Marriage -chap 3-

Chap 1  | Chap 2

Author : Kimskimi

Length: Chaptered , On Going

Genre: Romance , Drama

 

Cast :

  • Kang Daesung BIGBANG
  • Shin Mi Chan
  • Lee Onew SHINee
  • Park Hyomin T-ara

Other Cast :

  • SHINee other member
  • Kang Bora

 

Poster : Park Kyungjin

 

===

 

 

#playing –Sign_Brown Eyed Girls-

 

-chap 3-

 

 

“Sial ! Aku masih tidak percaya ini !” umpat gadis itu mencampakkan semua barang yang ada di meja riasnya.

 

Flashback pov

“Nona Hyomin , Tuan besar memanggil anda ke ruangan nya” kata si pelayan meninggalkan kamar Hyomin.

Di ruangan kakeknya dia bertemu dengan nenek Daesung. Ia mengira akan dapat berita baik, tapi malah sebaliknya yang ia dapat.

“Annyeong halmoni , apa kabar ?” sapanya berpura-pura ramah.

“Annyeong Hyomin-ah.. Kabar ku baik-baik saja. Tapi ada yang ingin kuberitahu pada mu”

“Tentang apa ?”

Nenek Daesung terdiam sebentar sebelum melanjutkan ucapannya.

“Perjodohan mu dengan Daesung…terpaksa Nenek batalkan”

Hyomin tercekat mendengar berita buruk itu tanpa sadar ia berdiri.

“APA !!  Dibatalkan ?!! Tapi kenapa ?!”

“Maaf sebelumnya. Aku juga tidak akan membatalkan perjodohan ini tanpa alasan. Aku membatalkan ini karena ternyata Daesung juga sudah punya pacar”

“Punya pacar ?! Itu tidak mungkin , Daesung tidak mungkin punya pacar. Pasti gadis itu cuma di bayar jadi pacar palsunya.”

“Tidak Park Hyomin , Daesung dan gadis itu benar-benar menjalin hubungan”

“Argh !! Pokoknya aku tidak mau ! Perjodohan ini harus tetap berjalan ! ”

“Cukup Park Hyomin ! Kau tidak bisa memaksakan kehendakmu sendiri , sudah jelas Daesung memiliki kekasih. Dan kau juga tahu perjodohan ini akan terlaksana kalau tidak satupun diantara kalian yang memiliki pasangan.” sela kakek Hyomin menghentikan cucunya yang dari tadi terus memaksa.

“Tapi kek…”

“Sudahlah, mungkin Kang Daesung bukan jodohmu. Dan nyonya Kang , aku minta maaf atas kelakuan cucuku. Untuk Daesung aku ucapkan selamat.”

Flashback pov End

 

Hyomin menatap tajam cermin di hadapannya.

Seulas senyum licik tersirat di bibirnya “Kau mungkin bisa menghindar kali ini , tapi ku pastikan kau tidak akan bahagia dengan gadis itu”

 

***

 

Daesung membuka pintu mobilnya untuk Michan.

“Tidur ?” lalu di gendong nya Michan dan membuat gadis itu terbangun.

“Ah ! Sudah sampai ?  Dan… Ah ! Hey kau ! Sedang apa kau ? A..apa yang kau lakukan?”

Daesung hanya diam dan tak menghiraukan ocehan gadis yang berada dalam gendongan nya.

Sampai Michan memukul kepalanya , barulah dia bersuara “Ya ! Kau ini… Bagus aku mau menolong mu , dasar tidak tahu terima kasih !”

“Habis kau tidak menjawab ku , kau pikir aku cuma angin hah?”

“Percuma menjawab mu , lebih baik aku diam dan mengantar mu ke dalam rumah”

Michan berdecak “Ish , kau ini ! Turunkan aku sekarang , aku bisa jalan sendiri !”

“Jalan sendiri ? Bahkan untuk berdiri kau memerlukan bantuan orang lain , nona panda “

“Turunkan ! Turunkan !” seru Michan sambil memukul-mukul dada Daesung.

“He..Hey ! Kau bisa diam tidak ! ” bentak Daesung berhasil membuat Michan bungkam.

Mereka pun terus berjalan hingga sampai ke pintu depan rumah Michan.

“Sudah sampai , biarkan aku turun sekarang”

“Aniya.. Aku akan tetap membawa mu masuk ke dalam”

“Waeyo?”

“…”

“Huh !”

 

(TOK TOK TOK)

(TOK TOK TOK)

 

“Ne.. Sebentar” sahut suara pria dari dalam rumah.

“Mi.. Michan !” reaksi pria itu terkejut melihat adiknya tengah digendong.

“Kau kenapa Michan-ah ?”

“Dongho oppa nanti saja menanyakannya , biarkan saja kami masuk dulu”

Daesung pun membawa Michan ke ruang keluarga nya , sebuah tempat terpisah dan jaraknya sangat jauh dari pintu gerbang rumah mereka.

“Model lama..”

“Ini peninggalan kakekku ” dengus Michan kesal.

 

(Sret)

 

Di tariknya pintu ruangan itu , dan ternyata mereka berdua mendapat kejutan.

“Eomma ! Appa ! “

“Onnie ! Halmoni ! “

 

__

 

“Hahaha… Tidak ku sangka kalau anak kita berjodoh Dong Gun-ssi. Setelah lima belas tahun kita bertemu lagi dengan cara yang tak terduga. Hahaha” tawa ayah Daesung memenuhi seluruh ruangan dan membuat Daesung memandang aneh ayahnya.

“Aku juga tidak pernah tau kalau anak gadis ku punya pacar , dan pacar nya itu anakmu Sung Jo-ssi”

“Mungkin ini namanya takdir , dan anak kita lah sebagai penghubung nya. Bagaimana kalau kita segera menikahkan mereka ?” pertanyaan ibu Daesung langsung mendapat penolakan dari dua belah pihak alias Daesung dan Michan.

“Andwae !!” seru mereka bersamaan dan mendapat pandangan aneh dari keluarga mereka masing-masing.

“Sikap kalian aneh untuk sepasang kekasih yang telah lama menjalin hubungan. Apa kalian hanya main-main ?” tuduh kakak Daesung menatap mereka berdua heran.

“Mana mungkin kami mempermainkan hubungan kami. Kami merasa pernikahan masih terlalu cepat untuk kami” sangkal Daesung diikuti anggukan dari Michan .

“Tidak baik membiarkan sebuah hubungan dalam waktu yang lama. Sebaiknya kalian menikah pertengahan bulan depan , tepat saat musim semi masuk” kata nenek Daesung tersenyum dihadapan mereka.

Michan dan Daesung saling bertatapan “SHIRO!!” seru mereka bersamaan lagi .

“Astaga kalian ini memang hanya bermain atau apa ?! . Rencana pernikahan kalian akan diatur secepatnya , nenek tidak mau dengar alasan apapun lagi”

 

***

 

 

‘I hate !

I hate !

I hate you KANG DAESUNG’   begitulah coretan yang Michan buat di note pesanannya.

Onew yang melihat tingkah pegawainya langsung berdehem kecil “Ehm.. Kau baik-baik saja Michan-ah ?”

Michan mendongak sedikit agar bisa melihat Onew

“Ah~~ oppa..”

“Waeyo Michan-ah ?”

“Aku akan menikah…” gumam Michan pelan dan tertunduk lemas.

“Mwo ?! Menikah ?!!”

“Eh ?! Aniya oppa , itu kakak sepupu ku akan menikah dan aku disuruh mempersiapkan semuanya. Sementara aku tidak tahu dengan hal-hal seperti itu”

Onew sedikit curiga melihat tingkah Michan yang tidak seperti biasa nya “Benarkah ? Bukannya tadi aku dengar kalau….”

Seorang pria yang baru masuk kedalam cafe menghentikan pembicaraan mereka , pria itu menghampiri Michan

“Kau ? Sedang apa disini ?”

“Kita harus pergi , kajja tinggalkan pekerjaan mu dan ikut denganku”

Daesung menarik Michan keluar tapi segera di tahan Onew

“Mianhae, tapi ini belum jam untuk pegawai ku istirahat , jadi maaf kau tidak bisa membawanya tuan”

“Memang berapa kerugian nya kalau tidak bekerja hari ini ?”

“Maksud mu ?”

“Aku akan mengganti kerugian gadis ini , jadi biarkan aku membawa nya pergi sekarang”

Di tarik nya Michan keluar dari cafe dan segera pergi masuk ke dalam mobil.

Onew terdiam memandang gadis yang ia suka telah pergi dengan pria lain. Sakit . Itulah rasa yang ia rasakan sekarang.

 

“Lepaskan tanganmu !” sentak Michan langsung melepaskan tangannya.

“Memang nya kita mau kemana ?” tanya Michan sinis.

Hening dan tidak ada jawaban dari Daesung , “Ya ! Mau apa kau ?!” tanya Daesung kaget saat melihat gadis yang dia tarik ke mobil berada tepat di depan wajahnya.

“Jangan berpikir yang tidak-tidak dulu ! Aku cuma mau tau kenapa kau datang ke cafe ku tiba-tiba , menarik ku ke mobil dan sebenarnya kita ini mau kemana ?!”

Daesung mengeluarkan smirknya lalu mendekati wajah Michan sampai keadaan jadi berbalik

“Y…ya ! Kau mau apa hah ?”

“Kissing you…”

“What ?! Aku tidak mau kau cium , ciuman ku hanya untuk suamiku saja tau !” ujar Michan menutup bibirnya dengan tangan.

Matanya membulat hingga terlihat lebih besar dan membuat Daesung semakin ingin mengerjai nya.

“Wae? Aku kan calon suami mu , jadi aku berhak mendapat kan nya sekarang kan ?”

“Cih.. Calon suami bukannya suami yang sah”

Daesung menganggukkan kepalanya seperti mengerti sesuatu .

“Kurae, berarti saat pernikahan kita sudah di sah kan kau harus mau ku cium.. Ok ?”

Michan memandang aneh Daesung

“Shiro ! Maksudku suami yang kucintai , aku-hanya akan memberi kan first kiss ku pada pria yang aku cinta”

“Apa kau tidak mencintai ku ?”

“Hahaha… Kau bercanda apa ? Aku jatuh cinta dengan mu ? Pasti itu ‘sesuatu’ sekali”

Daesung kembali duduk seperti semula dan menghela nafasnya.

“Kita lihat saja nanti”

***

 

Entah kenapa semenjak kejadian siang tadi Onew jadi tidak bersemangat melakukan apapun.

“Secepat inikah?” gumam nya memperhatikan frame photo yang berisi foto nya dan Michan.

 

Flashback pov

 

Hari itu para pegawai di cafe Onew terlihat sibuk , mereka sedang menyiapkan sebuah acara untuk cafe mereka.

“Semua gelas tolong disusun di meja sebelah sana Taemin-ah ”

“Jonghyun oppa , tolong dinding di sudut sana di tambah lagi hiasannya”

“Aigoo… Gelas nya jangan terlalu begitu dan  omo ! Jong oppa kenapa kursinya berantakan ?”

Begitulah Michan kalau sedang sibuk-sibuknya , apalagi hanya dia satu-satunya perempuan yang bekerja disitu dan selalu di percaya Onew mengatur segalanya.

Minho dan Key geleng-geleng kepala melihat tingkah nya “Satu-satu nya wanita , dan satu-satu nya yang tersibuk”

“Ck..ck..ck tega sekali bos kita membiarkan yeoja seperti dia sibuk dengan banyak pekerjaan”

“Ne, dasar bos tidak punya hati. Aku jadi kasian melihat Michan harus menga…”

“Ehm..hm..” Minho dan Key berbalik ke arah suara deheman itu

“Kasian harusnya membantu bukannya diam dan ber argumen dari belakang. Cepat sana bantu Michan !” perintah Onew membuat dua pegawai nya itu berlari menghampiri Michan dan merebut pekerjaan gadis itu.

Michan yang keheranan langsung menemui Onew. “Oppa sendiri kenapa diam saja disini ? Harus nya oppa juga membantu kami” sahut Michan melipat kedua tangan nya.

“Bos nya kan aku dan pegawai nya adalah kalian , jadi itu semua tugas kalian bukan tugas ku”

 Tiba-tiba dia mencubit lengan Onew dan membuat namja itu meringis kesakitan “Sakit Michan-yaa !”

“Rasakan  , itu derita nya oppa bukan derita aku”

“Ish ! Kau ini”

“Sudah , cepat oppa ikut bantu disana. Enak saja oppa cuma disini tidak ada kerjaan apapun”

“Bos nya kan aku”

“Tidak pakai bos-bos an . Oppa bantu disana atau aku terus mencubit oppa ? Pilih mana ?” kata Michan menggerakkan jarinya seperti capit kepiting.

“Ne ! Ne ! Aku bantu disana , bawel !”

“Hi hi … Gomawo dubu oppa !” balas Michan mengeluarkan senyumannya.

 

(DEG)

 

Kali ini jantung Onew berdetak kencang lagi. Dia selalu tertegun tiap Michan mengeluarkan senyuman nya . ‘Sampai kapan aku menyimpan perasaan ini ?’

 “Oppa ~” panggilan Michan menyadarkan Onew dari lamunan nya.

“Nde ?”

“Kajja , bantu mereka disana. Bukan malah diam disini oppa~”

 

Setelah pekerjaan mereka semua selesai Key berinisiatif mengambil foto mereka semua disini sebagai kenangan .

“Semua nya ! Ayo kita foto bersama !”

Mereka semua bersiap-siap untuk foto bersama , kecuali bos mereka- Onew yang pura-pura menyibukkan diri .

“Bos ! Ayo ikut berfoto dengan kami !” ajak Minho diiringi anggukan setuju dari teman-teman nya .

Onew mengibaskan tangan nya sebagai tanda tidak mau “Kalian saja yang berfoto , aku tidak perlu ikut !”

Taemin berjalan mendekati Onew “Ayolah hyung~ Hyung harus ikut foto bersama kami , tidak seru kalau tidak ada hyung”

“Issh… Kau ini ! Kan aku tidak mau , jadi jangan memaksa ku !” kata Onew sambil menatap Taemin sadis.

Sementara mereka yang melihat adegan penolakan Onew-Taemin , malah tertawa sepuas-puas nya (?) .

“Oppa ! Taemin benar , kalau kami tidak foto bersama oppa rasanya tidak seru. Ayolah oppa , ikut gabung bersama kami.” kali ini Michan yang membujuk Onew.  “Oppa tidak ikut berfoto , aku juga tidak mau ikut !”

“Yaaah…” sorak pegawai lain nya.

“Kurae , aku mau foto bersama kalian.”

Jujur Onew selalu sulit menolak ajakan Michan , meski sedikit ragu- akhirnya Onew menganggukkan kepalanya dan menarik tangan Michan dan Taemin bersamaan. Semua pegawai cafe , beserta Onew tentunya- mereka foto bersama dengan cafe mereka sebagai latarnya.

 

Timer sudah dipasang dan

1 , 2 ,3…

Blitz ! Blitz !

 

Beberapa foto pun sudah terabadikan di kamera itu. Saat Onew ingin menjauh dari mereka , Minho dan Key malah mendorong nya ke dekat Michan yang masih berdiri di depan kamera. Taemin juga ikut-ikutan mendekatkan sahabat dan hyung nya , sementara Jonghyun sudah siap untuk memotret mereka.

“Hyung jangan kaku begitu ! Lihat Michan , dia saja relax masa hyung tidak bisa ? Apa hyung menyukai Michan ?” goda Jonghyun , berhasil membuat keduanya tersipu malu.

Canggung memang , tapi daripada ia terus di ledek pegawainya- Onew pun merangkul Michan , dan mereka berdua bergaya seperti pasangan.

 

Flashback end

 

Ingin dia menyampaikan perasaan nya , tapi entah kenapa terasa berat sekali untuk menyampaikan nya. Sekarang yang dia bisa cuma merasakan sakit yang dalam, mendengar gadis yang dia cinta akan menikah pasti membuat hatinya sakit. “Saranghae… Jeongmal saranghae Shin Michan”

 

 

_____

 

 

Pandangan gadis itu hanya lurus mengarah ke lantai bawah balkon tempat nya memandang.

Dia menghela nafas pendek , “Menyesal ? Tidak ada lagi yang bisa kau sesali sekarang , semua nya sudah terjadi ,” kata pria yang datang dan berdiri disebelah nya.

Satu helaan nafas pendek lagi sebelum dia membalik badan nya , “Kalau saja aku tidak pernah bertemu dengan mu , pasti hal konyol ini tidak akan terjadi. Kau tahu Kang Daesung ? Tidak pernah terlintas di pikiran ku- akan menjadi istri dari orang yang baru ku kenal. Ini seperti drama !”

Bisa dilihat saat ini Michan sangat bingung dengan keputusan yang dia buat . Satu sisi dia masih belum siap dengan namanya ‘per-ni-ka-han’ apalagi ini terlalu mendadak , tapi di sisi lain dia juga tidak mau membuat keluarga nya kecewa . Jadi Michan mengambil satu kesimpulan kalau , ini semua salah Daesung .

“Ini bukan drama tapi ini yang disebut sebagai takdir . Mungkin kita memang di takdirkan sebagai jodoh , siapa yang bisa mengelak ?” Daesung tersenyum menyeringai , sepertinya dia lebih suka di jodohkan dengan Shin Michan ketimbang Park Hyomin .

“Jodoh itu harus nya saling cinta , tidak seperti ini . Kau menyebalkan ! Aku benci !” kata Michan dengan nada sedikit di tinggi kan.

Daesung tidak langsung membalas perkataan Michan , dia mendekat kan wajahnya ke gadis itu- jika ada yang melihat mungkin posisi ini akan disalah artikan. “Wajahmu- Jauhkan wajahmu dariku ! Apa yang ingin kau lakukan ?!” marah Michan. Dia tidak bisa menjauhkan dirinya dari Daesung , posisi nya sekarang sudah terhimpit antara Daesung dan dinding balkon yang ia pegang .

“Melihat bagaimana rupa calon istri ku , aku tidak ingin terlalu kecewa saat pernikahan ku nanti.”

“Maksud mu ?”

 

Saat yang sama , keluarga Daesung dan keluarga Michan berjalan melewati balkon tempat mereka berdua. Tanpa sengaja kakak Daesung yang pertama melihat ‘adegan Daesung-Michan’ ini- langsung mendatangi mereka sedangkan yang lain , masih shock dengan perbuatan mereka .

“Ya !” seru kakak Daesung.

Daesung membalik badan nya cepat , “Bora noona ?”

Bora melipat kedua tangan nya dan menatap ‘aku-butuh-penjelasan’ kepada Daesung dan Michan. “Kalian ini tahu tempat tidak ? Bagaimana jika satpam , pelayan dan yang lain melihat kalian ?”

Cepat bagi Daesung mencerna maksud Bora. Dia melirik Michan sekilas , gadis itu masih bingung dengan yang terjadi. “Noona seperti tidak pernah melakukan nya saja . Just take it easy…” ucap Daesung santai.

Nenek Daesung pun memanggil Bora kembali “Bora-yaa , biarkan saja calon pengantin baru itu menikmati masa pacaran mereka yang tinggal dua minggu lagi.” Bora pun menurut dan ikut pergi bersama yang lain .

Malam ini memang kedua keluarga sengaja bertemu , karena ingin membicara kan pernikahan Daesung-Michan.

“Mengganggu saja . Sampai dimana kita tadi ?” tanya Daesung.

Mata Michan menyipit sinis , “Tadi maksudmu apa ? Memang kita melakukan apa ?”

Daesung kembali menyeringai lalu mengusapkan dua jari nya ke bibir. “Mengerti maksud ini ?”

 

 

#playing-Opera_Super Junior

-tbc-

Advertisements

6 thoughts on “Unpredictable Marriage -chap 3-

  1. chanyb says:

    Omigot dae bg dae drimu gnit sx :3 # poppo jidat dae
    bneran kerasa feelny wkekeke. . . . I like ths part :3
    ngebayangin adgan yg d’ dpn mbil sm d’balkon bnar2 bkin mesem2 sndiri #konslet

    Like

    • KimsKimi ^ ^ says:

      Ehm..ehmm.. no poppo.. no… #alasuzzana (?)

      Tengkiuh.. onni suka ma part yang ini.. hmm.. ngapain onni ngebayangin adegan di balkon ? itu ga da apa-apa kok onn.. ga da apa-apa.. cuma hampir keserempet dikit (?)

      Thx.. for coment onnie ^ ^

      Like

  2. jiforg says:

    ouw..Dae berubah agresif ni di banding chap sebelumnya.
    Nasib onew gimana dong? udah tofu lu sama gw aja kkkk
    itu anak saya kenapa jadi pelayan? #nunjuk key
    well, ceritanya sedikit terburu2 ni #menurutsaya hbsnya kedua belah pihak keluarga pengen cepet bgt tu si dae merit. Terus, si hyomin gimana? matikah?? hhh

    next chappp!!

    Like

    • LaDy Dae Dae is VIP says:

      Bukan buru-buru onn , tapii kan di cerita awal si Dae emang udah disuruh cpet merit , trus krena kebetulan kdua org tua mereka udh sling knal jdi nya bgitu , disuruh cepet2 nikah..
      nasib onew itu sma aku :3 , tapi hyomin kok sdia amat sih onn .. sampe mti gitu ._. ,

      ditunggu aja ya next chap nya ^^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s