Unpredictable Marriage -Chap 4-

Author : Kimskimi

Length: Chaptered , On Going

Genre: Romance , Drama

Cast :

  • Kang Daesung BIGBANG
  • Shin Mi Chan
  • Lee Onew SHINee
  • Park Hyomin T-ara

Other Cast :

  • Gong Minzy 2ne1
  • Shin Dongho U-Kiss

Poster : Diyuntaechan

Prev : Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 |

#playing –Sign_Brown Eyed Girls-

-chap 4-

Tatapan lurus , pikiran kosong tanpa tujuan , ini semua karena ulah namja itu –Kang Daesung. Sampai hari ini pun Michan masih terus menyalahkan Daesung sebagai penyebab semua permasalahan yang dia alami.

Tapi , bukankah ini terlihat seperti takdir ?

Siapa yang bisa menjelaskan kalau Daesung sengaja menjebak Michan ? Padahal Daesung sendiri juga tidak pernah mengenal Michan , hanya karena insiden ‘tidak sengaja’ –Michan   dan dia juga bertemu. Dan seperti mengutip satu pepatah lama “Kalau jodoh tidak akan lari kemana.” . Mereka –Daesung dan Michan memang sudah ditakdirkan . Mereka juga sebenarnya punya kisah-kisah manis saat masa lalu , tepatnya pada saat masa kecil mereka. Entah karena sudah belasan tahun tidak berjumpa , mungkin mereka melupakan kisah-kisah manis itu . Tapi tuhan berbaik hati , mempertemukan mereka berdua meskipun harus mengalami banyak masalah pada akhirnya.

Satu cup strawberry ice cream , sampai saat ini masih belum dibuka oleh Michan . Gadis ini masih terlalu sibuk dengan pikiran-pikiran pernikahan nya , padahal dia sudah tinggal tenang saja , karena kakak , nenek , ibu Daesung dan ibu nya lah yang akan mengatur semua nya. Michan tinggal mencoba segala sesuatu nya dan sekedar  menganggukkan kepala untuk mengatakan setuju.

Tapi bukan itu yang jadi permasalahan nya , gadis ini –Shin Michan sedang menyusun rencana untuk lari dari pernikahan nya , atau membuat perjanjian kontrak seperti drama televisi yang sering ia tonton , antara dia dengan Kang Daesung.

“Ice cream mu akan meleleh kalau terus kau biarkan.” Minzy sudah sigap merebut benda lembut dan dingin berwarna pink dari tangan Michan.

“Yaiks ! Jangan merebutnya Gong Minji !” direbutnya kembali ice cream itu sebelum masuk kedalam mulut Minzy .

“Habis , kau ingin membiarkan nya meleleh. Apa ada yang kau pikirkan , calon nyonya muda Kang ?” goda gadis yang mempunyai rambut berpotongan bob itu pada Michan. Michan merinding geli saat mendengar sebutan itu untuk dirinya.

“Menggelikan sekali Minzy-ah , sejak kapan aku berniat menjadi nyonya Kang ? Dibayar semilyar won pun aku tak akan pernah mau.”

“Tapi , tidak lama lagi kalian akan menikah . Bagaimana gaun nya ? Aku penasaran sekali melihatmu dengan gaun pengantin.”

Michan menghela nafas berat , “Jangan berharap banyak , sepertinya aku akan kabur sehari sebelum pernikahan.”

“Kau gila ? Ingin membuat hubungan persahabatan antara ayahmu dan ayah Daesung rusak ?”

“Jadi bagaimana lagi ? Kau sendiri tahu kan , kalau aku tidak pernah atau bahkan tidak pernah ingin dijodohkan dengan dia !” Pelan-pelan tangan Minzy mulai menggenggam tangan sahabatnya , dia juga tau apa yang sedang Michan rasakan.

“Aha ! Aku tahu caranya bagaimana !” nada bicara Michan sepertinya telah kembali , dia seperti sudah tahu apa yang harus diperbuatnya untuk menggagalkan pernikahan tersebut.

“Kenapa ? Apa yang bagaimana ?” Smirk Michan terpampang jelas di wajah nya dan ini memberikan bad sign untuk Gong Minji.

“Pernikahan ini –Kau yang akan menggantikan ku Minzy-ah.”

Sedetik , dua detik , sampai lima detik kemudian , barulah Minzy sadar apa maksud dari Shin Michan. Di hempas kasar tangan Michan dan segera menyedot satu gelas cappucinno ice miliknya. “Wae ?”

“Wae kau bilang ? You’re insane ? This is your marriage not my marriage !”

“Oh , c’mon. Please help me Minzy-ah !”

Gelengan kepala Minzy sudah memberi tanda bahwa dia tidak mau menolong nya. “Keluarga mu dan keluarga Kang Daesung sudah saling mengenal satu sama lain , bahkan sudah mengenal dari dulu kan ?”

“Kurae , tapi aku tidak habis pikir kenapa harus di takdirkan bersama nya . Maksudku , kau tahu ? Aku merasa ini seperti kehidupan ku yang tidak dapat di prediksi. Too suddenly,” jawab Michan menatap lemas Minzy.

“Tidak ada yang bisa memprediksi kehidupan seseorang , peramal saja ramalan nya belum tentu selalu tepat bukan ? Orang tua mu adalah sahabat baik orang tua Daesung , tapi kau cerita padaku kalau , mereka tidak pernah saling kontak lagi semenjak kalian pindah ke Pyong-Yang. Apa kau tahu penyebab nya ?”

“Karena saat kami tinggal di Pyong-Yang , tidak ada satupun barang yang kami bawa , kami pindah dalam keadaan sungguh mengenaskan , berbekal baju yang lengket di badan saja.” jawab Michan sekali lagi . “Sudahlah , jangan bahas masa lalu ku lagi , aku suka sakit kepala kalau sering mengingatnya.” timpal Michan sebelum mereka beralih ketopik lain.

______

Sepasang anak kecil terus main kejar-kejaran di sekitar halaman rumah yang luas. Anak perempuan yang terlihat lebih mendului si anak lelaki tiba-tiba jatuh karena tersandung kakinya sendiri. Dia tidak bisa bangkit tapi dia malah menangis kencang sehingga membuat anak lelaki itu menghampiri dan membantu nya bangkit.

“Huwaaa ! Sakit ! Kakiku sakit ! Huwaa !” tangis anak perempuan itu sekencang nya.

Si anak lelaki awalnya kelihatan panik tapi dia langsung berinisiatif menenangkan anak perempuan itu . “Jangan menangis lagi , coba oppa lihat mana yang sakit ?”

“Hiks , hiks , sakit oppa ! Kakiku yang ini sakit ! Hiks , hiks,” anak perempuan itu mengarahkan telunjuk nya dibagian lutut sebelah kiri yang terluka.

“Sudah , jangan nangis lagi . Sekarang kamu naik kepunggung oppa , biar oppa bawa ke dalam rumah dan langsung diobati ahjumma.”

Anak perempuan itu mengangguk pelan lalu naik ke punggung si anak lelaki. Perjalanan mereka cukup jauh untuk sampai kerumah si anak lelaki .

“Hati-hati tersandung seperti ku oppa..”

“Kenapa kamu bilang begitu ?”

“Karena mata oppa sangat kecil , aku takut oppa tersandung seperti ku. Aku tidak mau pangeran doraemon ku ikut terluka.”

Anak lelaki itu menoleh ke belakang punggung nya , dia tersenyum melihat wajah polos si anak perempuan.

Siap tuan putri panda ! Pangeranmu tidak akan terluka dan akan melindungi mu sampai selamat ! “

“Gomawo oppa !”

Kenangan indah yang selalu teringat saat Daesung memejamkan kedua matanya. Kenangan masa kecil yang selalu samar-samar muncul kedalam mimpinya. Dia bisa mengingat jelas anak lelaki berusia dua belas tahun itu adalah dirinya , beruntung nenek nya sudah menceritakan semuanya hingga ia tak perlu lagi merasa penasaran siapa gadis kecil yang dulu sering membuatnya gemas sendiri.

Senyum kecil Daesung terpapar di wajahnya , “Ternyata itu adalah kau Shin Michan , senang bertemu dengan mu kembali tuan putri panda.”

Beginilah aktivitas Daesung , karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan nya dengan baik , dia memutuskan untuk pergi ke kampus calon istrinya itu . Terserah apa yang akan dikatakan Michan nanti setelah mereka bertemu , tapi yang jelas Daesung ingin sekali mengajak Michan mengingat masa lalu mereka bersama .

____

“Kang Daesung bukan lah tipeku , jadi percuma saja kau menawarkan dia beratus kali pun aku tidak akan pernah menggubris nya.” kata Minzy sedikit sarkatis.

Bibir Michan terlihat manyun karena tampaknya usaha meminta Minzy sebagai penggatinya telah gagal. “ Well , siapa pria yang sesuai dengan tipe mu itu ?”

“Kau benar-benar ingin tahu ?” Kepala Michan mengagguk sambil bibir nya masih sibuk memakan cup ice cream kedua nya.

“Choi Dong Wook.” bisik Minzy pelan sekali , tapi masih bisa didengar oleh Michan .

Really ?

“Yep , aku sedang naksir dengan Dong Wook oppa. Menurutmu dia sangat tampan dan baik hati kan ?” tanya Minzy mengayunkan sedotan minuman nya.

“Park Han Byul onnie.”

Alis Minzy menaut satu sama lain saat mendengar salah satu sunbae tercantik di universitas nya disebut.

“Ada apa dengan nya ?”

Bibir Michan tergigit sedikit seolah ini adalah pembicaraan serius untuk dirinya , padahal yang harusnya menganggap ini serius adalah Minzy bukan nya dia . “Han Byul onnie dan Dong Wook oppa , sudah merayakan anniversarry mereka yang ke sepuluh , dan kudengar musim gugur tahun ini mereka akan menikah.”

Sedotan yang sedari tadi bertengger (?) di mulut Minzy terlepas begitu saja , dia shock. “Andwae , andwae , hiks .. andwae.. kau pasti bohong kan ?”

“Mana mungkin aku berbohong didepan mu , mereka berdua sudah pacaran cukup lama , dan sangat pandai juga merahasiakannya dari publik.”

“Dari mana kau tahu tentang hal ini ?”

Jari Michan menggaruk sedikit lehernya yang tidak gatal , “Aku , tidak sengaja masuk ke kelas dan melihat ternyata Dong Wook oppa sedang melamar Han Byul onni. Mereka menyuruhku untuk diam , tapi karena kau sahabatku , maka aku ceritakan semuanya pada mu Minzy-ah.”

Mereka berdua langsung berpelukan di cafetaria kampus , tidak akan ada yang memandang kelakuan Minzy dan Michan ini aneh , karena ini adalah hal biasa diantara sahabat.

Mataku tidak salah lihat ? Namja sipit ? Mau apa dia ada disini ? , pikir Michan lalu melepas pelukan nya dari Minzy .

“Hiks.. hiks.. ada apa ?”

Michan diam dan tidak menjawab pertanyaan Minzy , Michan kembali sibuk dengan beberapa suapan ice cream strawberry nya lagi . Daesung melambai kearah Michan dan mengeluarkan senyuman yang tampaknya sangat jarang ia keluarkan. “Calon istriku !!”

“Uhuk ! Huk ! Uhuk !”

Panggilan Daesung berhasil membuat gadis itu kini terbatuk-batuk dan membuat seluruh mahasiswa di cafetaria terkejut. “Annyeong calon istri ku ! Bagaimana kabarmu ?” tanya Daesung yang sudah menghampiri mereka.

“Huk ! Uhuk ! Uhuk ! Huk !” Michan masih terbatuk sementara Minzy membantunya dengan memberikan air minum.

“ Gwenchana ?”

Setelah merasa agak tenang dan bisa mengendalikan keterkejutannya ini dia mulai memberikan tatapan yang sangat dingin terhadap Daesung.

“Ya ! Virus apa yang saat ini menyerang mu sampai kau jadi aneh begini ? Dan apa maksudmu memanggil ku begitu , hey namja sipit ?”

Wajah Daesung terlihat sangat berbeda hari ini , tidak seperti wajah yang biasa . “Virus cinta mu yang menyerang ku , lagipula wajar saja aku memanggilmu dengan sebutan ‘calon istriku’ beberapa hari lagi kita akan segera menikah di katedral Myeongdong chagi..”

“Yak ! Jangan membuatku semakin ingin menghajarmu Kang Daesung !  Aku jijik dengan panggilan chagi mu itu , menggelikan.” Michan bergidik ngeri di depan Daesung . “To the point saja , sebenarnya mau mu mendatangi ku ke kampus ada apa ?”

____

Michan masih heran dengan Daesung , untuk apa Daesung membawa dia kerumah nya ? Bukannya Daesung menjanjikan membawa dia ke tempat spesial ? Tapi ini bukan tempat spesial , hanya hamparan padang rumput hijau yang terdapat di halaman belakang rumah besar keluarga Kang.

“Ini tempat spesialnya ?”

Alis Daesung terangkat sebelah , apa Michan tidak mengingat tempat ini ? Padahal dulu dia sering sekali bermain bersama Michan disitu. Pelan-pelan Daesung mulai menuntun Michan berjalan ke tengah-tengah padang rumput itu , gadis itu hanya menurut dan tidak berontak seperti biasa.

“Aneh.”

“Mwo ?”

Tangan Michan segera melepaskan pegangan tangannya , “Kau aneh , Daesung. Untuk apa membawa ku ke tengah sini ? Apa ada kenangan spesial mu disini ?”

“Serius kau tidak ingat , Shin Michan ?”

Sebentar Michan memandang hamparan padang rumput hijau itu , yang mempunyai banyak sekali bunga-bunga indah , kolam air mancur yang tak jauh dari tempat mereka berdiri , dan satu gazebo kecil yang cukup untuk tempat keluarga bersantai. “Ingat apa ? Aku sama sekali tidak mengerti dengan yang kau bicarakan.”

Pandangan Daesung tiba-tiba mendekat secara intesif dan itu langsung membuat pipi gadis berambut panjang ini mengeluarkan rona merahnya .

“Cih . Lagi-lagi , bisa tidak kau tidak selalu berbuat begini terhadap ku ?” gerutu Michan kesal dan berusaha menjauh dari Daesung.

Tapi Daesung tidak kalah cepatnya menahan gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu ,

“Kau mempermainkan ku ? Bagaimana kau tidak ingat dengan semua kenangan kita disini ?”

Butuh waktu yang sedikit lama untuk Michan menjawab pertanyaan pria bermata kecil ini , dia masih sedikit bingung dan merasa Daesung sangat aneh. Michan sama sekali tidak mengerti apa maksud Daesung.

Kenangan ? Kenangan apa ?

“Kita ? Bahkan aku saja mengenalmu baru satu setengah bulan yang lalu. Apa kau sakit , Kang Daesung ?”

Daesung berdecak sebentar , “Liar ! Kenangan itu sangat berarti bagi kita , kau tidak mungkin lupa , Shin Michan. Dulu kita sering bermain bersama disini , bahkan aku selalu menggendong mu ketika kau terjatuh. Kau pasti mengingatnya !”

“Aku benar-benar tidak-”

Dunia seakan sedang berputar , rasa sakit yang luar biasa menyerang kepala Michan. Dia memegangi kepala nya seraya merintih kesakitan . Sudah lama ia tidak mengalami rasa sakit seperti ini semenjak , dia beserta keluarga nya kembali lagi dari Pyong-Yang ke Seoul.

“Akh !” Daesung panik seketika dan bersiap memegangi Michan yang terduduk sambil masih terus memegangi kepalanya.

“Kepalaku , akh ! Sakit ! Akh , sakkk.. !”

BRAK .

_____

Flat shoes putih dengan hiasan kristal hitam di depan nya  , cukup menarik perhatian Onew untuk mendekatinya . Di perhatikan nya dengan seksama tampilan sepatu itu , cantik dan elegan.

“Tuan ingin yang ini ?” tanya seorang pelayan toko .

“Ya , tolong segera di bungkus.”

Tidak sulit baginya menemukan ukuran kaki yang pas untuk Michan. Dia sudah mengetahui semua yang berhubungan dengan Michan , kecuali tentang perasaan gadis itu padanya.

Dia mengambil handphone nya dan segera menelpon seseorang .

“Yoboseyo ?” tanya orang di sebrang sana.

“Apa kau sibuk ?”

“Tidak , aku tidak sibuk. Memang ada apa ?”

“Aku ingin bertemu dengan mu. Di tempat biasa , satu jam lagi” kata Onew langsung menutup telepon nya.

Solaria , 17.00 KST

“Ada keperluan apa kau menemuiku ?” tanya pria itu saat menghampiri Onew.

Onew melirik tas belanja yang ada di tangan kanan nya , “Ini , tolong berikan pada Michan”

Pria itu ikut memandang benda yang di bawa Onew , lalu alis nya terlihat naik sebelah. “Kenapa harus aku ? Berikan saja sendiri pada Michan.”

“Karena kau adalah oppa nya , jadi aku berikan padamu . Aku tidak bisa menemuinya sekarang Dongho , itu terlalu menyakitkan.”

“Kau sudah tahu ? Apa Michan yang memberi tahu mu ?”

Onew menggeleng pelan dia memberi Dongho tatapan yang cukup serius. “Dia tidak memberi tahu ku , tapi aku sendiri yang mengetahui nya.”

“Maaf Onew , aku sebenarnya juga tidak tahu . Ini semua terjadi secara tiba-tiba , ku harap kau bisa menerima nya”

Mustahil aku bisa menerimanya , sebelum aku mendengar penolakan nya sendiri aku tidak akan melepas nya begitu saja , batin Onew dan menunjukkan senyum palsu nya.

Handphone Dongho berbunyi , membuat pembicaraan antara Onew dan dia terhenti sebentar .

“Yoboseyo , eomma ?”

“…..”

Raut wajah Dongho berubah panik dan membuat Onew yang memperhatikan pembicaraan Dongho dan ibunya sedikit bingung.

“Jinca eomma ? Dirumah sakit mana ?”

“…..”

“Ne , ne , aku akan segera kesana . Eomma dan appa tunggu saja disana.”

(Klik !)

Dongho memandang ragu Onew sekilas . “Gwenchana ? Ada apa Dongho-ah ?” tanya Onew penasaran .

“Michan , dia ada dirumah sakit sekarang . Kau ingin ikut denganku ?” tawar Dongho pada Onew .

“Ne , aku ikut !”

______

Sebuah bekas undangan cantik bernuansa gold kini hanya tinggal abu. Dia –Park Hyomin sendiri yang telah membakarnya sampai menjadi abu. Pria yang ia cintai mungkin dengan cara sepihak dari dirinya , akan menikah dengan wanita lain. Tidak habis pikir kenapa Daesung lebih memilih menikah dengan seorang wanita biasa daripada dia yang notabene pewaris tunggal perusahaan ternama di Korea. Dan Hyomin juga telah menghabiskan waktu lima tahun mendekati Daesung meskipun itu semua hasilnya nihil.

Terulas sebuah senyuman licik di wajah seorang Park Hyomin yang sangat cantik.

“Aku selalu mendapat yang kuinginkan. Dan aku juga harus bisa mendapatkan mu dari wanita rendahan itu Kang Daesung ! Sekali pun aku harus menggunakan cara terkotor !”

 

tbc

Ada yang nungguin lanjutan ff ini ?? ada ? ada ? #krikkrik

Kalo ngerasa part ini masih agak kurang jelas , nanti di part lima bakal kita jelas-jelas kan lagi.. hoho.. 😀

Makasih juga yaa.. buat yang udah ngikutin ff ini atau nungguin nya.. *itupun kalo ada* (T.T)..

Advertisements

9 thoughts on “Unpredictable Marriage -Chap 4-

  1. chanyb says:

    Saia selalu nungguin loh *.*
    et dah t’nyata si Michan lupa ingatan alias amnesia?? Wae? Wae? Wae? #demo
    akh., bg dae ak suka kata-katamu yg hai calon istriku =3 hai bg =3
    onyu lbh baik kau bersamaku kita hdup bhagia b’sma2 dg Ayank Tae beserta Boss ^o^

    lanjut lanjut bykin adgan swit ny >.< #bykminta

    Like

    • KimsKimi ^ ^ says:

      *popo onnie* Thank youu.. onni , mau nungguin ff ini :**

      Hah ? Si michan amnesia ? masa sih , kok aku baru tau #ditendang
      Aku juga suka onn , pas si Dae manggil Calon istriku.. gara-gara kebanyakan nonton drama Lie to Me jadi nyontek deh.. :3

      Tidak , onyu milikku , tae dan boss juga milikku #serakah

      Lanjut ? banyak adegan sweet nya ? Siap bosss hehehe ^^

      Like

  2. JiforG says:

    Fiuh..
    Finally saya selesai bacanya.

    itu cerita Park Han Byul di lamar di kelas kok kaya Princess Hours kkk~
    nah loh, kenapa si Michan tiba-tiba pingsan? gak kuat ngeliat pesona DAE?
    aah~ dia hilang ingatan gitu ya dulunya?

    kesian Onew -_-

    hokeh, di tunggu next partnya kims!

    Like

    • KimsKimi ^ ^ says:

      Fiuh
      Finally.. aku bisa bales komen onni juga 😀

      Hah ? Aku juga baru nyadar kalo adegan Han-seven mirip sama drama princess hours .-.

      Michan pingsan karena tak tahan melihat pesona nya…pesonanya….pesona nya….. GAHO ! #dikubur

      iya , ksian dubu .. yang sabar ya bang .. aku disamping mu kok #maunya -_-

      ok ! sip..sip.. next part..soon.. huehehehehe 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s