Our Holiday -Our Holiday ?-

Genre : Friendship

Length : Twoshot ( Make the Plan  | Our Holiday ?)

Cast :

  • Daesung Bigbang
  • Shin Michan

 

++++++

07 Juli 2012 / 14.00 KST-

Semua orang terus berlalu lalang tanpa ada yang memperdulikan ku , paling hanya satu atau dua orang saja yang memperhatikan ku , itu juga bisa jadi karena mereka cukup risih melihat tampilan yang kukenakan sekarang. Syal rajut maroon ditambah dengan sebuah topi tentara berwarna coklat yang sukses membuat penampilan ku tersamarkan. Aku juga senang kalau sudah begini , karena tidak akan ada seorang pun yang bisa mengenali ku sebagai seorang idola .

Tatapan mataku terhenti saat ada seorang gadis yang tiba-tiba berdiri membelakangi ku . Dia berdandan sangat casual , dengan flat shoes biru tua serta skiny jeans yang membuat kaki gadis ini terlihat panjang. Rambut ikal hitamnya yang di ikat satu terus bergerak mengikuti arah kepalanya , kalau ku bilang sih dia sedang mencari seseorang.

Wajah gadis ini mulai menghadapku , “Ahjussi , boleh aku bertanya sekarang sudah jam berapa ?”

Hening terjadi diantara kami , ya.. aku akhirnya bisa mengenali siapa gadis yang sedang ‘bingung’ ini.

“..Ng..Ahjussi ?”

(Ttak !)  Jariku menyentil keras kening nya.

Dia langsung berjalan menjauhi ku , “A..aw ! Sakit !”

Langsung saja aku menarik bahunya agar bisa jatuh dalam dekapan ku. Tak peduli banyak orang yang melihat kami , tapi aku memang ingin melakukan nya. “Awas kalau sampai kau bergerak Shin Michan , bisa kupastikan semua orang akan mengetahui tentang kita..” bisikku sedikit mengancam.

Michan menggeser kepalanya , sedikit menilikku dengan kedua mata besarnya. “Aish , tapi aku malu oppa , banyak orang melihat kita disini. Ayo lepaskan aku..”

“..Hm..baiklah..enam menit lagi..”

_____

“Berpura-pura tidak mengenali pacarmu , dan menganggapnya sebagai seorang pria berumur adalah tindakan yang jahat Michan-ah..”

Dia membalas dengan senyum jahil , “…eung..bagaimana ya oppa, habis oppa memang sudah pantas disebut sebagai ahjussi ^^”

“Pantas ? Bora noona kan belum menikah dan punya anak , jadi mana mungkin aku sudah dipanggil ahjussi.”

“Bukan masalah dengan Bora unnie sudah menikah atau punya anak , tapi memang oppa sudah pantas mau gimana lagi ? Dan aku juga sempat pikir kalau Daesung oppa itu cocok untuk jadi haraboji..”

Aah.. perdebatan tidak jelas ini akan dimulai lagi -__- , kalau begini pasti tidak akan ada yang mau mengalah . “Ish ! Pasti karena rambut putih ini kan ?” kataku menunjuk rambut putih platinum ku yang warna nya hampir memudar.

“Bingo! Tapi.. oppa juga tidak perlu marah begitu , kalau aku tidak salah..saat Daesung oppa diwawancara di majalah Jepang oppa bilang kalau penyebab rambut putih oppa ini karena pikiran oppa yang terlalu banyak kan ?”

Aku pikir dia sudah lupa dengan isi wawancara itu , teryata Michan masih mengingatnya. Ya , saat wawancara dengan sebuah majalah kita tidak perlu menjawabnya terlalu serius kan ? Lagipula wajar saja kalau aku membuat sedikit candaan dengan mengatakan kalau rambut putih ini bukan karena di cat atau bleaching . “Hhh..sudahlah hal itu tidak perlu dibahas lagi , kau sudah tahu ingin menonton film apa ?” tanyaku saat melihat Michan sedang memperhatikan deretan poster film.

Kepalanya mengangguk , “Habis nonton , kita ke Lotte World ya oppa ?”

Lotte World ? Hm..boleh juga , sudah lama sekali aku tidak pergi kesana , sekalian aku ingin melihat banyak merchandise Doraemon dan membelinya.

“Baiklah , habis nonton kita pergi ke Lotte World lalu..kita makan bersama di restoran kesukaan ku..”

“Kyaa! Jeongmal gomawo oppa ! Akhirnya liburan ku ini tidak sia-sia , tapi oppa juga harus janji..akan menuruti kemana pun aku membawa oppa..”

Perasaan ku mulai tidak enak , biasanya kalau begini otak jahilnya akan bekerja .. aku rasa kalian akan tahu maksud ku kan ?

______

Cahaya lampu dalam theater bioskop mulai redup , kulihat Michan yang ada disampingku dia sibuk mengunyah popcorn nya sebelum film dimulai . Aku pun mencari posisi enak untuk duduk , kacamata efek 3D juga sudah kupakai . Hm.. tampaknya Michan memilih film yang tepat , karena aku tidak merasa ada nuansa menyeramkan di awal pemutaran film , di awal..

“Michan..” panggilku.

“Hm..”

“Ini film tentang apa ? Kenapa ada presiden Amerika nya?”

Kacamata 3D milik Michan memandangku agak lama , “Tenang saja oppa .. film ini akan cukup membosankan bagi oppa , tidak ada yang menarik di film ini , cuma berkisah tentang politik Negara Amerika Serikat pada saat mantan presiden Abraham Lincoln memerintah.”

Wow..aku rasa dia belajar keras untuk menjadi anak kelas tiga di tahun ini , buktinya Michan masih mengingat pelajaran sejarahnya. Aku mengangguk sekali pertanda aku paham dengan maksud ia. Tapi tumben sekali seorang Shin Michan ingin menonton film seperti ini , memang dia menyukai segala genre film , tapi untuk yang kali ini terasa sangat beda .. Apa mungkin ini efek setelah ujian , makanya dia mau menonton film bergenre seperti ini.

Glek !

I..ini..kenapa cerita awal film nya begini ? A..ada setan vampire atau apalah yang tiba-tiba menyerang Abraham Lincoln . Oh..Michan ! Aku masuk lagi kedalam perangkap jahil mu !

_____

“Ish ! Oh my god ! Omona !! Kyaa !”

Kenapa lagi dengan dia , dari tadi terus menyahut tidak jelas seperti itu . Aku pikir Michan sangat excited dengan film ‘horor’ ini. Aku tertipu olehnya , dia bilang film ini tentang politik bukan tentang vampire yang berhasil membuat seluruh bulu romaku berdiri . Banyak adegan yang sengaja aku lewatkan , aku hanya mau menonton saat adegan nya berubah tenang tanpa ada vampire , darah , pemotongan kepala manusia , tembak-tembakan ..dan..lupakan saja ! Aku tidak berniat lagi melanjutkan nya , karena setiap adegan di film ini semua nya menyeramkan.

“Oppa mau popcorn nya ?”

“Gomawo , Michan-yaa.. tapi bagaimana kalau kita pulang saja.. Aku sudah tidak kuat berada disini lagi..”

Mimik wajah Michan berubah menjadi kecewa , hhahhh..jurus mata ‘Pussy in the Boots’ pun di lancarkan lagi..

“Kurae , akan kutunggu film nya sampai selesai.. Kemarikan popcorn nya ,” Kurebut kotak popcorn dari tangan Michan ,tapi… dimana isinya ? Kotaknya juga sudah kosong.

“Jackpot ! Isinya habis.. hehe..” kekeh Michan , aku rasa kau akan puas mengerjaiku satu hari ini Shin Michan !

_____

Well , akhirnya aku dan Michan selesai juga menonton film “jebakan” itu . Dan kami sekarang sudah berada di Lotte World , setidaknya sejak 20 menit yang lalu. Tangan nya terus menuntunku untuk ikut ketempat yang dia inginkan. Michan mengajakku menaiki roller-coaster , tapi segera kutolak.. “Kalau ingin naik itu , naik sendiri . Lalu aku akan pulang , meninggalkan mu disini sendirian…” ancamku , tentu saja aku tidak mau membahayakan keselamatan diriku meskipun itu adalah permintaan pacar ku sendiri.

“….dan , aku tidak akan terpengaruh lagi dengan mata memelas mu itu , nona panda..” ucapku saat Michan berusaha membuat mata memelas ala kucing di film Shrek. Bibir Michan manyun , dia akhirnya menuruti perkataanku. Haha.. kali ini aku yang menang Shin Michan , tapi tunggu.. kenapa dia malah menarikku ke arena permainan yang lain ?

Eh? Rumah hantu ?

“Kalau Daesung oppa tidak mau naik roller coaster bersamaku , oppa harus mau ikut masuk denganku kedalam sini..”

Dia menarik ujung jacket ku layaknya anak kecil meminta balon kepada ibunya . Aku tidak mau mengikuti permintaannya lagi , dia ini benar-benar sengaja ingin mengerjaiku atau apa ? Sudah tau aku anti dengan hal begini , tapi dia tetap saja mengajak ku masuk ke arena bermain seperti ini. Sifat kami sungguh bertolak belakang , Daesung si penakut dan Michan si ekstrim. Dan beginilah jadinya , kami jadi tidak mau mengalah dengan ego masing-masing. Yang satu terus ingin bermain hal-hal menantang adrenalin , sementara satunya lagi terus menolak karena tidak mau punya penyakit jantung di usia muda.

“Ti..”

“Pokoknya oppa harus mau , kalau Daesung oppa juga tidak mau.. biar aku yang masuk sendiri !”

Belum juga aku selesai bicara , dia sudah memotong ucapanku.

“Ter…”

“Ya sudah ! Aku masuk kedalam !”

Michan tiba-tiba meninggalkan ku yang belum sempat menyelesaikan ucapannya. Anak ini ! Terserahlah ! Aku juga tidak akan membahayakan jantung ku demi dia , lagipula Michan pasti lebih menakutkan dari hantu-hantu yang ada didalam sana.

Kenapa lama sekali dia di dalam sana ? Kucoba melirik jam tangan ku , masih tiga menit ternyata. Mungkin aku saja yang merasa ini lama padahal dia juga baru masuk.

Suara penyanyi Chris Brown , melantun lembut dari saku celanaku. Akhirnya Michan menelpon juga , aku yakin dia tidak tahan berada didalam sana atau dia akan menyombongkan dirinya karena tidak takut ada di rumah hantu itu ?

“..ya..nona panda?”

Hening sekali , tidak ada suara apapun dari Michan.

“Michan-ah? Kau ada disana kan ?”

“……..AAAAHH !!! Oppaaaaa !! Tolong aku oppa ! Tolo……”

‘Klik’

Tanpa menunggu lagi aku segera berlari masuk kedalam rumah hantu itu , menghilangkan semua rasa takut ku demi gadis panda itu. Karena tiba-tiba saja perkataannya terputus , dan tidak ada suara apaun lagi setelah itu. Aku khawatir jika terjadi apa-apa dengannya .

_____

Suasana gelap dan remang-remang , membuat bulu romaku berdiri . Aah… kenapa Michan harus masuk kedalam sini ? Dia tidak tahu kalau ini bisa mengakibatkan aku berpenyakit jantung di usia muda , awas kalau kali ini cuma tipuan nya saja ..tidak akan ada ampun untukmu Shin Michan !

Teriakan ku terus keluar, semua hantu-hantu ini tidak mau brhenti untuk membuat jantung ku copot. Mana aku belum bisa bertemu dengan Michan lagi , hh.. dimana anak itu ?

“Yoboseyo ? Michan-ah~..kau dimana ?”

“…O..oppa..Daesung oppa ! Tolong aku ! Aku ketakutan disini… tolong oppa !!”

Shin Michan , harus nya yang minta tolong itu adalah aku bukan kau.. (T-T) . Gugup , tapi tetap aku harus menjawabnya secara berani..kalau tidak ingin disebut penakut oleh nya.

“..Ne..sekarang kau ada dimana ? Beritahu aku , biar aku bisa datang ketempatmu sekarang..”

Isakannya sesekali terdengar olehku , “..a..aku..ada dalam ruangan yang di depan pintunya ada sebuah lukisan besar wanita..Daesung oppa..”

“..Oh..ok.. aku akan segera kesana ! Tunggu aku disitu , mungkin aku sudah dekat dengan mu Michan-ah~”

“…Ppali oppa !! ..ppal…AAAH!!!”

Haish ! Sambungan telepon kami terputus lagi sekarang , aku benar-benar khawatir dengan mu.. tunggu aku disana Michan-ah~..

______

Inikah ruangan yang dimaksudnya? Sebuah besar wanita didepan pintunya. Aku mulai berjalan kedalam ruangan itu dan masuk kedalamnya..Oh..tuhan..semoga tuhan belum berniat mencabut nyawaku saat sudah di dalam.

“….hiks…hiks…Daesung oppa…hiks….hiks….”

Michan? Benarkah itu dia? Tapi..tampilannya berantakan sekali..

Ku beranikan tanganku untuk menyentuh rambut panjangnya yang kini terurai begitu saja. Dia semakin menekuk lututnya dan mengeratkan kedua pegangan tangan dilutut. Kenapa dia jadi seperti ini.. aku tidak yakin kalau dia hanya ketakutan, pasti ada orang yang berbuat jahat pada Michan..atau…jangan-jangan dia habis diper… Ah ! Tidak..tidak.. buang semua pikiran buruk itu Kang Daesung !

“Michan , aku sudah datang. Sekarang aku ada disini , bersamamu.. kau tidak perlu menangis lagi Michan…” ucapku berusaha menenangkan ia yang masih menangis.

Kepala Michan sedikit terangkat.. sorot matanya berubah tajam. Dia menatapku seperti ada rasa benci dan dendam denganku. Rambutnya yang terurai seperti hantu wanita membuat aku berusaha menjauh saat dia bangkit medekatiku.

“H..hey.. kau kenapa Michan-ah? ..k..kau..baik-baik saja kan ?”

Bukan jawaban yang didapat , malah sebuah dorongan kasar yang menjatuhkan ku.

“…Michan ! Ini aku Daesung , namjachingumu , pacarmu , kekasihmu ,your boyfriend…dan…mungkin akan jadi suami mu dimasa depan…Shin Michan !”

…Hening dan dia tetap tidak menjawab. Michan malah semakin mendorong ku hingga ‘posisi’ kami bisa disalahartikan sepertinya.

“…Mi..j..jangan bercanda sekarang..Michan..please..”

“Diam !”

Jari telunjuknya mengacung di depan wajahku. Glek.. dia serius dan tidak main-main rupanya.

“Kau ! Aku sama sekali tidak mengenal mu kakek tua !”

“Ya ! Kakek tua ?!”

“Kubilang diam ! Atau kau ingin mati hah ?!”

Aku bungkam dibuatnya, aku rasa dia kerasukan.. Aah.. kenapa hari ini sial sekali…

Jari-jari Michan yang dingin , terasa menyentuh lapisan epidermis leher ku. Mataku terus terpejam tanpa berani melihat dia yang sekarang. Eomma…aku takut..

Wajah kami saling berdekatan sekarang , kalau sudah begini.. jantung ku bukan copot karena mati ketakutan tapi..karena terus berdetak tanpa henti akibat seorang Shin Michan. Pegangan tangannya semakin mengerat di leherku , dia mulai beralih ke belakang leherku. Jangan katakan dia akan menggigit leherku seperti di film yang tadi kami tonton. Tidak mungkin Michan adalah vampire. Tidak..tapi bisa jadi mungkin.

“Jangan bunuh aku Michan.. kau yakin ingin membunuhku? Tidakkah kau rindu dengan ku setelah lama kita tidak berjumpa ? Please..jangan chagiyaaa…” mohonku pada Michan yang semakin mendekatkan kepalanya di belakang leherku. Bisa kurasakan dia bernapas disekitar leherku..hm..kenapa rasanya aneh begini.

“…Gotcha ! Kau kena Daesung oppa !” “Hahahaha…. Daesung oppa ! Kau kena ! Hahahaha…. !!”

Selamat Daesung.. kau berhasil masuk kedalam perangkap jahilnya lagi.

_____

 “Oppa.. jangan marah begitu.. aku tadi kan cuma bercanda..hihi..”

Aku menatap sinis dirinya , “..cih..candaan mu sama sekali tidak lucu , Michan ! Terlalu kekanak-kanakan !”

“..ya..itu.. aku benar-benar minta maaf. Aku sama sekali tidak tahu kalau oppa akan sangat panik..”

“..Hhah !! Entah dengan cara apa supaya kau tau kalau aku tidak suka dengan hal seperti itu. Aku kan sayang padamu makanya aku khawatir !”

Banyak orang yang melihatku marah-marah padanya. Memang tidak ada yang mengenaliku , tapi tetap saja perbuatan kami ini cukup menarik perhatian orang-orang disekitar.

Dia menundukkan kepalanya , merasa bersalah mungkin. Eh.. tunggu.. dia menarik tanganku lalu menggenggam erat. Tidak pernah Michan seperti ini.

“Maafkan aku Daesung oppa , sebagai permintaan maaf.. ayo kita makan sekarang ! Biar aku yang mentraktir oppa !”

“Serius ?”

“Iya..aku serius. Tidak ada kejahilan lagi setelah ini. I promise !” Sign peace dan sebuah senyuman aku dapat. Ya.. lebih baik untuk yang ini aku percaya saja.

____

Kami masuk ke sebuah kedai Sushi. Sushi lagi..sushi lagi.. kurasa lidahku sudah rasa sushi.

“Oppa kenapa ? Tidak mau makan disini ya ?”

“Ah..tidak.. aku malah tadi mau menyarankan makan disini saja.” Aku berbohong pada Michan , aku tidak mau membuat dia kecewa. Aku ingin membuat dia merasa senang di liburannya yang sehari ini.

“Aku tahu.. Daesung oppa sebenarnya sudah muak makan sushi kan? Tapi karena aku sedang ingin makan tidak apa-apa kan oppa ?”

“Eoh? ..ehm..ya.. tidak apa-apa..aku ingin makan sushi juga kok , Michan..”

“Benar ?”

“Iya, benar ! Kau tidak percaya ? Baiklah akan kubuktikan !”

Secara langsung aku mengambil sushi yang berputar mengelilingi meja , dan.. sangking beruntung nya,  aku mengambil sushi yang ada banyak wasabi …

“Ssh…hhhaaahhh….pedassshh..hhhaahhh…”

Cepat-cepat kurebut air minum di tangan Michan. “Oppa..gwechana ?”

“Gwenchana..gwencha..ssshh…hhhahh…”

Kepalanya menggeleng-geleng.. “Ck..ck..ck.. makanya jangan ceroboh. Begitu akibatnya..”

“Ish…kau ini. Sudah , ayo kita segera makan. Lalu pulang , besok kau harus mempersiapkan untuk sekolah lagi kan?”

“Kenapa oppa mengingatkan ku ? Aku kan masih ingin berlibur dengan oppa..”

“Hey..anak sekolah yang sudah naik kelas tiga tidak boleh begitu. Di kelas tiga ini kau harus serius belajar, jangan seperti aku pendidikan SMA saja tidak tuntas..”

Sambil menyuapkan sushi kedalam mulutnya , dia mengangguk mengerti. “..Hm..arra..arra..Aku mengerti Daesung haraboji..”

“Ingin merasakan selentikan ku lagi ?”

Saat kubilang begitu , dia langsung menutup keningnya. Haha.. kau lucu sekali chagiya..

(Cyuut)

“Aw ! Sakit Oppa !”

“Habis kau menggemaskan sekali sih..! Aku rindu mencubiti pipi panda ini..”

Bibir Michan manyun , “Pipi panda? Enak saja… ini pipi chubby milik Shin Michan yang manis tau ! Wee!”

“Haha..iya..iya..pipi milik Michan ku sayang..” ucapku lalu mencubit pipinya sekali lagi.

(Cyuuut)

_____

Lucu.

Itulah yang ingin kukatakan , setelah melewati hari ini dengannya. Bahkan untuk kejadian satu ini , kami sama-sama menaiki bis lalu dia tertidur karena lelah di pundakku. Rasanya seperti bermain di kebanyakan drama korea yang dulu sering ku tonton.

Hm..kira-kira sudah berapa lama aku tidak merasakan hal ini ? Semenjak masa pacaran terakhirku saat SMA dulu, aku tidak pernah begini lagi. Dan sekarang, aku bisa kembali melakukannya. Senang rasanya, meskipun kini aku telah menjadi seorang idola. Ini memang sulit bagi aku dan dia , karena status kami berbeda. Aku adalah seorang idola sementara dia adalah seorang fangirl ku. Aneh memang , saat aku tau .. aku bisa berpacaran dengan fans ku sendiri.Seperti membaca sebuah cerita fanfict yang biasa disuguhkan fans untuk para idolanya. Begitulah cerita hubungan kami.

 

 

 

 

 

 

==========

 

 

 

Advertisements

One thought on “Our Holiday -Our Holiday ?-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s