Unpredictable Marriage -Chap 5-

UM-2

 

Author : Kimskimi (@tikkixoxo_96)

Length: Chaptered , On Going

Genre: Romance , Drama

Main Cast :

  • Kang Daesung BIGBANG
  • Shin Mi Chan
  • Lee Jinki / Onew SHINee

Other Cast :

  • Gong Minzy 2ne1
  • Shin Dongho U-Kiss
  • Taeyang BIGBANG

Poster : As tagged

 

 

Prev :

Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 |Chap 4

#playing –Sign_Brown Eyed Girls-

-Chap 5-

Kedua mata Michan terbuka perlahan , keadaan di sekitarnya masih terlihat tidak begitu jelas . Samar-samar dia melihat ada seseorang yang mengenggam tangan nya sambil tertidur , itu Daesung. Michan ingin melepas genggaman tangan nya dari Daesung , tapi dia terlalu lemah untuk melakukan hal itu. Hanya gerakan-gerakan kecil yang dapat dilakukan Michan , agar membuat Daesung tersadar dari tidurnya. Sentuhan jari Michan membuat Daesung mulai sedikit sadar dan terbangun . Pria itu membuka kedua mata kecil yang ia miliki dan mulai bangkit , tangan Daesung masih terasa enggan melepas pegangan kepada tangan Michan. Dia ingin memegang tangan calon istrinya lebih lama , karena mungkin saja perlakuan itu bisa membuat Shin Michan kembali ingat dengan masa lalu yang pernah mereka miliki bersama .

_____

-Flashback-

“Amnesia Parsial1…”

Hanya kata amnesia yang dapat Daesung mengerti saat teman nya –Taeyang memberi tahu penyakit yang menyebabkan Michan tidak ingat apapun tentang masa kecilnya bersama dia . Bukan salah satu penyakit yang berbahaya memang , tapi karena penyakit itu Michan tidak bisa mengingat lagi siapa “pangeran doraemon” yang selalu mengusap air mata nya saat dia terjatuh.

Dokter muda itu tersenyum saat melihat ekspresi sahabatnya yang mungkin dilanda rasa putus asa karena berpikir kalau Shin Michan tidak akan bisa mengingat lagi siapa itu , Kang Daesung . Sembari memutar bolpoin diantara kedua jarinya , Taeyang memberi tahu hal-hal yang dapat dilakukan Daesung agar Michan bisa ingat kembali dengannya.

____

“Dimana eomma ? Apa hanya kau yang menunggui ku di rumah sakit ?” tanya Michan yang sudah mulai bangkit untuk duduk. Gadis ini sesekali terlihat memegang kepalanya , dia masih terasa pusing dan kadang terlintas sedikit bayangan tentang masa lalu yang sempat ia lupakan.

“Masih terasa sakit ?” Daesung mencoba untuk menyentuh kepala Michan tapi segera di elak kan oleh gadis itu.

Michan melepaskan pegangan tangannya , dia enggan untuk terlalu dekat dengan Kang Daesung. Daesung yang seolah mengerti pun menjauhkan jari-jarinya , “Ahjumma dan Dongho kembali kerumah , jadi hanya aku yang-”

(Klek !)

Buket bunga daisy pink menyembul dari balik pintu , itu cukup mengalihkan perhatian Michan untuk tidak mendengar jawaban atas pertanyaannya kepada Daesung. Di balik buket itu , ternyata ada Onew yang menunjukkan senyum ramahnya kepada Michan . Dia berjalan menghampiri mereka berdua.

Mata Michan membulat karena melihat Onew berada di rumah sakit. “Jinki oppa ?” panggilan yang sangat terasa asing di telinga Daesung .

Bukankah nama namja ini adalah Onew ? Kenapa Michan memanggilnya dengan nama Jinki ? , Daesung mengerutkan kedua alis karena terheran tapi , tetap tanpa bisa berhenti melepaskan pandangan dari kedua orang yang sedari tadi saling berbalas senyum.

“Annyeong~ . Bagaimana kabarmu ? Apa sudah merasa baikan ?” di berikan nya bunga Daisy yang dibawa kepada Michan.

Kalau bisa membandingkan , Michan pasti lebih senang bertemu dengan Onew dibanding harus bertemu dengan Daesung yang notabene beberapa hari lagi akan menjadi suaminya. Dia selalu tersenyum jika ada Onew disampingnya . Ini tentu membuat Daesung merasa cemburu , siapa yang akan menerima begitu saja jika wanita yang akan jadi istrimu , ternyata lebih memilih bersenang-senang serta bercengkrama dengan pria lain dibanding dirimu , calon suaminya sendiri.

Seperti tidak meganggap kalau Daesung juga berada disitu , Onew terus mengajak Michan mengobrol. “Oppa tahu darimana kalau aku masuk rumah sakit ?”

“Aku sedang bersama Dongho saat ahjumma memberitahukan , kalau kau masuk rumah sakit. Kudengar karena  terjatuh ? Apa itu benar ?”

“Bukan terjatuh , Michan cuma terlalu lelah karena dia harus menyiapkan semua kebutuhan untuk pernikahan kami.” Daesung menggantikan Michan untuk menjawab pertanyaan Onew. Kata-kata yang terdengar dingin dan kurang bersahabat. Onew tersenyum sekilas lalu mengelus puncak kepala Michan.

“Ah~ Oppa..”

“Sudah lama sekali rasanya aku tidak mengelus kepala mu seperti ini lagi , Michan-ah.”  Sebelah tangan Daesung mulai sedikit mengepal , dia ingin sekali bisa menghajar Onew saat itu juga . Tapi , mengingat Michan juga ada disana Daesung pun mengurungkan niatnya.

Tidak ingin berlama-lama dalam suasana tidak nyaman seperti ini , Michan berusaha mencairkan suasana dengan mengenalkan Daesung kepada Onew. “Jinki oppa , ini Kang Daesung .. dia..” nada ragu terdengar dari bibir Michan .

“Aku calon suami Michan , dan beberapa hari lagi pernikahan kami akan segera berlangsung.”

“Benarkah ?” tanya Onew skeptis.

Kedua pandangan mata Onew dan Daesung saling beradu . Michan benar-benar tidak tahu harus berbuat apa , sangat bingung melihat tingkah kedua pria yang ada didekatnya . Mereka terus beradu sengit sampai gadis ini berharap ada seseorang lagi yang masuk kedalam kamarnya .

(Tok ! Tok !)

Seorang suster masuk kedalam sambil membawa makan siang pasien , dan tentu Michan pasti merasa doa nya telah terkabulkan . Baik Onew maupun Daesung mulai meredakan amarah mereka , Daesung lebih memilih keluar dari kamar dan meninggalkan Onew-Michan berdua di dalam kamar.

_____

Terus dipandanginya langit biru bergumpal awan itu , sesekali helaan nafas keluar dari mulutnya. Dia masih geram dengan kejadian di dalam kamar barusan . Daesung menyepak kerikil disekitar tempat ia duduk , mulai berpikir bagaimana cara agar dia bisa meyakinkan gadis itu kalau mereka pernah punya kenangan indah bersama .

“Tidak ada gunanya.”

Suara seorang pria membuat Daesung menengadahkan pandangannya keatas , dilihatnya Dongho sedang berdiri lalu dengan santai mengambil tempat duduk disamping Daesung. “Kau tahu , tidak ada gunanya kalau kau terus berdiam diri disini..”

“Huh , tapi aku sedang berpikir ,” sahut Daesung tidak terima dengan pernyataan Dongho barusan.

Dongho tersenyum remeh , “Dengan cara menyepaki kerikil ini , kau pikir kau bisa membuat adik ku ingat dengan mu lagi ? Kalau begitu segera batalkan saja rencana pernikahan kalian , karena tidak akan mungkin membuatnya jatuh cinta semudah itu.”

“Lalu aku harus bagaimana ? Penyebab Michan tidak ingat dengan ku saja aku tidak tahu , bagaimana aku bisa meyakinkan dia kalau kami pernah bersama..”

Shin Dongho tahu bagaimana hubungan Michan dan Daesung di masalalu , dia tahu kalau mereka berdua sebenarnya bukanlah pasangan kekasih yang “real” . Meski ini semua terjadi secara tiba-tiba tapi Dongho yakin , alasan kenapa Daesung bisa dipertemukan dengan adiknya lagi mungkin karena sebuah takdir . Amnesia yang dimiliki Michan sendiri tidak lain karena dirinya, dan dia yang akan bertanggung jawab menyatukan mereka hari ini.

“Kurasa untuk sekarang , kau tidak perlu membuatnya mengingat hal-hal itu dulu. Cukup beritahu dan yakinkan dia kalau kau adalah pria yang tepat untuk mendampinginya.”

“Benarkah ? Kukira kau…”

Ujung mata Dongho medelik , “Apa ? Kau pikir aku tidak menyetujui mu bersama adikku ? Awalnya iya , tapi sebagai kakak yang baik aku harus melihat adikku berbahagia dengan pria yang tepat , bukan ?” ujar Dongho mulai berlalu meninggalkan Daesung sendirian lagi.

_____

“Michan-ah , ada yang ingin kutanyakan . Kau keberatan tidak kalau aku menanyakannya ?”

Michan mulai memperhatikan Onew , “Eng…memang apa yang ingin oppa tanyakan , sampai aku harus merasa keberatan ?”

Kesempatan yang tepat , itulah yang ada dibenak Onew. Dia tahu peluang untuk membuat Michan memikirkan ulang tentang pernikahannya dengan Daesung masih ada , Onew cukup tahu sifat gadis yang disukanya ini , gampang terpengaruhi. Mungkin , kalau ia mencoba untuk ‘sedikit’ membuat Michan berubah pikiran , dia bisa mendapatkan kembali perhatian dari gadis ini.

“..menurutmu apa pernikahan mu ini tidak terlalu cepat , maksudku..aku melihat hubungan kalian juga tidak terlalu baik , jadi buat apa kau melangsungkan pernikahan secepat ini dengannya ?”

Pertanyaan yang bisa membuat Michan terdiam lama , karena tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya kepada Onew . Dia juga tahu kalau pernikahan ini terlalu cepat untuknya , tapi mau bagaimana lagi .. ini semua sudah terjadi , tidak ada lagi yang bisa Michan lakukan selain menjalankan rencana pernikahan ini meskipun dia tidak menyukainya.

“..ng , ok..aku tahu mungkin…”

“Gwenchana oppa , cuma aku saja yang masih belum bisa memberitahu oppa..” sela Michan tersenyum kaku.

“Oh , baiklah. Tapi aku hanya ingin membuat mu yakin dengan pilihan mu ini , apa kau sudah yakin ?”

_____

-At Night-

(Klek)

Daesung memberanikan diri masuk kedalam kamar rumah sakit setelah mengetahui Onew sudah pulang. Mereka saling bertukar pandangan , ada rasa canggung untuk mereka sekarang, Daesung terus membantu Michan saat ia tahu kalau gadis itu ingin duduk karena akan ada yang mereka bicarakan malam ini.

“Sebelumnya ada yang ingin kubicarakan denganmu , ini tentang kita , dan untuk pernikahan kita nanti..”

Keraguan mulai tampak dari sorot mata gadis itu , dia tidak tahu ingin membalas ucapan Daesung bagaimana. Michan kehabisan kata-kata.

Sedikit menarik nafas sebelum dia mulai bicara serius dengan calon istrinya ini. “ …Belajarlah untuk menerimaku di kehidupanmu.”

“Apa ?” Michan mulai bersuara untuk memecah rasa ragu itu.

Diamitnya tangan Michan , “Sulit memang untukmu , agar bisa menerima semua ini. Aku tahu , bagimu ini semua terlalu cepat.. karena kau sama sekali tidak bisa menduga kenapa hal ini bisa terjadi. Kau pasti membenci ku karena hal ini bukan ? Tapi tolong , segera singkirkan rasa benci itu dan ku mohon kau bisa belajar untuk mencintaiku. Memang sulit , apalagi kau baru mengenalku .. meskipun bagiku kita sudah lama saling kenal , tapi tetap saja kau tidak ingat akan semua kenangan kita. Hanya satu harapanku, bisa kembali bersama gadis yang pernah mengisi masa lalu yang indah itu , dan kau lah orangnya. Aku tidak bermaksud untuk memaksa mu mengingat semua kenangan itu , tapi..berikan kepercayaan mu untukku . Percaya kalau aku adalah pria yang tepat untuk mendampingimu..”

Dia masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. Seorang Kang Daesung tiba-tiba mendatanginya , lalu meminta dirinya agar bisa mempercayai pria ini . Michan tertegun mendengar permintaan Daesung, dia tidak pernah menyangka kalau ini akan menjadi sesuatu yang serius dan tak bisa dipermainkan seperti “pernikahan mainan”  drama tv.

Bahkan sebelum Michan sempat membalas perkataannya , Daesung kembali membuka mulut agar dia bisa mengatakan sesuatu. Dirogohnya sesuatu dari dalam saku jas , dan mengeluarkan sebuah kotak cincin beludru hitam .

Lamaran ? , tebak Michan.

“..aku memang bodoh , padahal pernikahan kita tinggal lima hari lagi.. tapi aku sama sekali belum melamarmu. Jadi izinkanlah aku melamarmu disini , Shin Michan.” Daesung menunjukkan sebuah cincin berhiaskan permata ruby pada titik tengahnya , dia menyatakan lamaran ini dengan sungguh-sungguh walaupun terdengar bodoh oleh gadis yang sedang dilamarnya sekarang.

So , what do you accept my proposal ?”

Lima belas menit , cukup membuat hati seorang Kang Daesung serasa sedang dipompa dengan cepat . Pikiran Michan sendiri masih bimbang , dia bingung mau menjawab apa kepada Daesung . Banyak yang belum ia ketahui tentang Daesung , bagi Michan jika ia belum mengenal secara dekat dengan orang itu akan sulit untuknya bisa berteman apalagi mencintainya. Hati kecil pun mulai bicara , dia akhirnya yakin belajar menerima pria ini dalam hidupnya.

“..aku tidak tahu kau serius dengan semua perkataan serta lamaran mu ini atau tidak , dan bagaimanapun kita memang sudah terikat..jadi… aku pikir cincin Ruby itu terlihat cantik jika aku pakai..”

Lega. Akhirnya dia bisa mengungkapkan semua yang ia ingin katakan , dipakaikannya cincin itu ke jari manis milik Michan , lalu mulai tersenyum dan saling beradu tatap kembali.

“..kau siap menjalani hidup denganku , nona panda ?”

Michan tersenyum kecut , “..terserah anda tuan sipit , yang penting cincin cantik ini sudah berada digenggaman ku.. dan kau tidak akan pernah mendapatkan ini kembali..”

“Itulah yang ku inginkan , aku ingin kau terus menyimpannya..terutama menyimpan perasaan ku. Good night my panda princess , see you tomorrow..” ucap Daesung menarik puncak kepala Michan lalu mengecupnya pelan.

_______

-A night before Wedding Day-

Handphone Michan tiba-tiba berbunyi , senyum tipis Michan keluar saat melihat nama si penelpon. Ya , itu Daesung. Sejak dia menerima lamaran Daesung , mereka mulai dekat meskipun tetap ada pertengkaran kecil diantara mereka. Ada satu hal yang membuat Michan mulai bisa menerima Daesung , dan ini semua berkat Shin Dongho. Buru-buru Michan berjalan keluar rumah , untuk menemui Daesung yang sudah menunggunya di luar.

“Tidakkah kau tahu ini sudah jam berapa ? Jam-jam seperti ini harusnya aku sedang tidur , apalagi besok adalah hari yang melelahkan..”

“Kau yakin besok akan melelahkan ? Menurutku kau hanya tinggal berdiri bersama denganku dialtar , lalu mengucapkan janji , dan melakukan wedding kiss , that’s it.

Saat mendengar kata “wedding kiss” , Michan dibuat Daesung sedikit terperangah.

Karena ini akan menjadi ciuman pertama untuknya ,  “Wedding kiss ? Don’t make me laugh , kau tidak akan pernah mendapatkannya , terus saja bermimpi menjadi orang yang pertama kali akan kucium..”

“Ah~ jadi kau belum pernah berciuman ? Kalau begitu aku seorang pria beruntung , karena besok kita akan melakukan itu , honey..” ucap Daesung sedikit menggoda Michan.

Bibir Michan berdecak pedas , “Ck.. yah ! Walaupun aku sudah menerima lamaranmu dan kita menjadi dekat , bukan berarti kau bisa mendapatkan nya .. Karena aku belum sepenuhnya memiliki perasaan terhadapmu.”

“Benarkah ? Hm.. ya sudah kalau begitu. Eum.. selamat tidur ya.. Aku pulang saja , kita juga akan bertemu besok.”  Terdengar nada kecewa dari ucapan Daesung barusan , itu membuat Michan merasa tidak enak hati cuma bisa tertunduk diam.

“Michan-ah.. bisa kau kemari sebentar , ada yang ingin ku katakan..”

Michan mendekati mobil Daesung , menatap Daesung yang sudah duduk di dalam mobilnya. Ada rasa bersalah karena ucapannya kepada Daesung , “..apa yang ingin kau katakan ?”

Daesung menatap Michan , dia mulai bangkit dari tempat duduknya dan mengeluarkan sebagian badannya lewat jendela mobil , ditariknya leher Michan , lalu mencium lembut bibir sang calon istri . Sementara Michan, tidak bisa berbuat apa-apa . Dia terdiam , masih tak percaya apa yang sedang mereka lakukan sekarang , bagi Michan ini adalah pertama kali ia melakukannya , apalagi bersama pria yang berstatus sebagai calon suami ia. Tak lama Daesung pun melepaskan ciuman lembut itu , dia kembali duduk didalam mobilnya.

Dan melepas senyum kepada Michan , “.. kutunggu balasan ciuman ini , besok..”

Seluruh darah terasa berdesir cepat , detak jantung yang tak bisa berhenti , bahkan wajah Michan terasa memanas. Telapak tangannya kini mulai memegang pipi yang terasa panas itu.

Apakah aku bermimpi ?”

 

-Sabtu , 11 April 2015-

“Nona , silahkan buka mata anda sekarang.” kata seorang perias kepadaku .

Bayangan diriku terpantul jelas didepan cermin besar kamar ku .

Hm… It’s too perfect ?

Bahkan aku tidak percaya bayangan gadis di cermin ini adalah aku. Mungkin karena ini adalah yang pertama untuk ku , jadi sedikit tidak terbiasa dengan penampilan ku hari ini.

Mini wedding dress mahal hasil rancangan rumah mode Vera Wang dengan sempurna membalut tubuhku , pita renda pink melingkar indah di pinggang ku. Aku tidak mau memilih gaun yang terkesan tua karena kau tahu –aku masih terlalu muda untuk pernikahan ini. Untuk bawahan atau sepatu ku sendiri , aku lebih memilih memakai sepasang flat shoes Ivory pemberian Dongho oppa. Warna nya yang senada dengan gaunku ditambah krystal hitam yang membuat ku makin tertarik memakainya. Sedangkan untuk riasan atas aku meminta perias membiarkan rambut hitam panjangku tergerai dan menyanggul kecil dibelakang. , agar kelihatan formal .

Ya , kau kelihatan sempurna untuk hari ini Shin Mi Chan.

“Aku tidak mengganggu acara bercermin mu kan , nona Shin ? Ah~ tidak , maksud ku nyonya Kang”

Suara ini bukan suara yang asing untukku. Ini suara Minzy , hari ini dia yang menjadi pengiring pengantinku. Dia memakai mini dress pink sedangkan rambut pendeknya dipermanis dengan bandana putih yang ada hiasan mawar pink.

Minzy tersenyum padaku , “Aku iri dengan mu , Michan-ah.”

“Kalau begitu kau saja yang menggantikan ku , ayo kita bertukar dress.” tawarku .

Insane !” katanya sambil terkikik kecil.

Bibirku hanya bisa tersenyum menyeringai. Ini memang gila , jujur aku masih belum siap dengan semua ini . Harusnya aku membayangkan pernikahanku tiga atau enam tahun lagi , tapi ini- Aku sekarang sudah berdiri lengkap dengan riasan pengantin dan juga gaun nya , untuk menjadi bagian dari keluarga Kang.

Pegangan tangan Minzy di bahu ku membuatku menoleh ke arahnya sebentar , “Hm..”

Flat shoes ? Kenapa tidak high heels ?”

“Hadiah dari Dongho oppa. Cantik tidak ?”

Senyum Minzy kelihatan nya seperti iri , “Kau benar-benar beruntung. Dongho oppa perhatian sekali pada adik perempuan kecilnya.”

“Mungkin karena dia ingin membayar hutangnya pada ku dulu.”

Kami sama-sama tertawa sampai seorang pria dengan stelan tuxedo hitamnya masuk kedalam kamarku. “Sepertinya ada yang membicarakan ku , tidak baik kalau seorang gadis yang akan menikah membicarakan orang lain di hari pernikahannya , apalagi itu kakak kandungnya sendiri..”

“Hfft..dia mulai dengan ocehannya lagi Minzy-ah.. haha..”

Dongho oppa hanya tersenyum kecut menanggapi candaanku , “..hey Minzy , bisa aku minta waktu berdua dengan calon pengantin ini ?”

Mendengar permintaan Dongho oppa , Minzy pun menurutinya . Dia keluar lalu menutup pintu perlahan. Kuletakkan bride flowers ku di bawah kaki .

“Semenjak kau mendengar semua cerita itu , beberapa hari sebelum pernikahan tiba-tiba kau dan Daesung jadi dekat. Agak aneh , karena biasanya jarang sekali ada yang sepertimu ini. Apa kau sudah mengingat semua tentang dia ?”

“Aku juga tak terlalu yakin oppa , tapi entah mengapa hati kecilku terus meyakinkanku tentang dia. Meski sebenarnya aku belum terlalu siap dengan ini semua ,”

Punggung Dongho oppa membelakangiku , kemudian kembali berbalik menghadap diriku.Aku tahu sebenarnya dia mempunyai pikiran yang sama denganku. Juga rasa khawatirnya sebagai seorang kakak , meski keluarga kami sudah mengenal baik keluarga Kang , bukan jaminan untuk Dongho oppa kalau Daesung tidak akan menyakitiku. Karena menurutnya , sifat manusia bisa berubah..walau kau punya masalalu indah bersamanya tapi , kau tidak pernah tumbuh bersamanya hingga dewasa.

“Oppa~” panggilku , berusaha menenangkannya yang sedari tadi terus berbalik lalu menghadapku kembali.

“..ya ?”

“..beri sedikit keyakinan saja pada dia . Antar pria memang sudah seharusnya begitu ‘kan ?”

“..hm.. kau benar..”

_______

Tanganku mungkin terasa sedikit gemetar sekarang , inikah efek dari pernikahan dini ini ?

Mungkin bukan sebuah pernikahan dini , mengingat umurku juga sudah pantas untuk menjadi seorang istri. Tapi disini yang kupermasalahkan adalah umurku yang masih 20 tahun , dan aku juga masih duduk di bangku kuliah semester 7. Itu memang semester akhir , tapi tetap saja ini masih terlalu cepat untukku . Aku ingin merasakan dulu menjadi wanita karir atau seorang konsultan bahasa sebelum menikah . Dia memang tidak menyuruhku untuk berhenti kuliah , tapi tetap saja status ku akan berganti menjadi namanya. Bukan status nama single yang kupakai selama ini.

Kulihat dia sekarang berdiri diatas altar berdampingan dengan seorang pastor yang sudah menunjukkan rambut putihnya .Tuxedo putih keabu-abuan itu terlihat sangat pas dengan dirinya , kenapa aku berpikir dia kelihatan tampan ?

“Kau sudah siap ?” tanya appa berusaha membuat ku tenang.

Tampaknya appa lebih gugup daripada aku , karena dia harus melepas anak perempuan nya secepat ini. Ku eratkan pegangan tangan ku untuk meyakinkan appa. Kami berjalan menuju altar , mataku sesekali seperti mencari keberadaan seseorang .

Onew oppa , dimana dia ?

Tidak ada sosok namja bermata sipit dengan kulit putih susunya di dalam gereja ini. Satu-satunya namja bermata sipit yang kulihat sekarang hanya dia- Kang Daesung. Dia terlihat tersenyum tipis padaku , entah apa arti senyuman itu , aku pun tak tahu . Appa sudah bersiap menyerahkan ku pada dia , dan Daesung menyambut baik tangan ku dengan menggenggamnya lembut.

“Ini , jaga Michan ku baik-baik jangan pernah mengecewakannya . Karena dia hartaku yang paling berharga.” ucap appa serius.

Daesung pun mengangguk pelan , “Aku berjanji akan menjaga dan tidak akan pernah mengecewakan nya.” perkataan Daesung pun juga terdengar serius.

Dari tatapan matanya aku juga tahu kalau dia tidak main-main mengucapkan itu , seperti ucapan yang tulus dari hatinya . Appa sudah kembali duduk bersama dengan eomma dan Dongho oppa , sang pastor pun tersenyum memandang kami dan mulai bertanya hal umum yang akan ditanya kan pada setiap pernikahan.

“Saudara, Kang Daesung , bersediakah anda, berjanji untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah maupun senang, wanita di sebelah anda yang sekarang sedang anda pegang? Apakah anda berjanji menjadi suami yang baik dan menjadi tempat bergantung bagi dia, dan hanya bagi dia, selama-lamanya hingga akhir hidup anda? Bersediakah anda?”

Binar mata kehitaman ini ditatapnya secara mendalam, “Ya , saya bersedia.”

Giliranku , “..dan anda saudari, Shin Michan, bersediakah anda, berjanji untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah dan senang, pria di sebelah kanan anda yang sedang anda pegang sekarang? Apakah anda berjanji untuk, menjadi tempat bergantung bagi dia, dan hanya bagi dia, selama-lamanya hingga akhir hidup anda? Bersediakah anda?”

Ragu.

Itulah hal yang ingin ku jawab pada sang pastor , tapi lidah ku terlalu kaku untuk mengucapkan nya. Akhirnya jawaban ini lah yang keluar dari bibirku , “ Bersedia , dan saya juga akan berusaha untuk menjadi istri yang baik bagi dirinya.”

Jari-jari Daesung makin mempereratkan pegangannya , “Baiklah , dengan ini.. saya nyatakan kalian berdua sah menjadi suami istri. Sekarang pakaikan cincin di tangan pasangan kalian.”

Ku lihat Daesung merogoh sesuatu dari saku tuxedonya , dia mengeluarkan kotak beludru berwarna biru. Di bukanya kotak cincin itu , dan tiba-tiba mataku juga tertuju pada dua pasang benda disana.

Something Blue. Cincin pasangan terkenal dikalangan pasangan pengantin  , sekarang berada di hadapan ku. Sangat indah.

Di masukkannya cincin itu perlahan ke jari manis ku sambil berbisik , “Aku sudah sah menjadi suami mu sekarang , tapi aku tak akan memaksa bila kau tidak mau membalas perlakuanku kemarin malam , ” dia memang tidak melanjutkan kata-katanya tapi aku cepat menangkap apa maksud perkataannya.

“Cium ! cium ! cium !” betapa gaduhnya suara mereka. Apa adegan ini sangat berarti di mata mereka ? Harus berciuman ?!

Wajah Daesung perlahan mendekat ke wajahku. Tapi aku tidak merasakan ada sebuah sentuhan lembut menyentuh bibirku , hanya kecupan hangat yang tulus di dahiku.

Dahi ?

Daesung serius dengan ucapannya , dan kenapa aku bukannya senang ? Hatiku kenapa merasa bersalah begini ? . Kedua tangannya yang memegang lenganku , segera kutahan. Lalu meraih sebuah ciuman dibibirnya , memang aku harus sedikit berjinjit dikarenakan aku yang memakai flat shoes bukannya high heels . Saat menautkan kedua bibir kami , ada rasa sedikit malu dibenakku , mungkin .. karena akulah yang memulainya.  Semakin lama ciuman yang awalnya ringan itu jadi sedikit dalam , dia berusaha melumat bibirku . Tapi segera kuhentikan ciuman ini , “Tumitku pegal..” bisikku. Padahal aku hanya tidak ingin berlama-lama melakukannya , karena Daesung juga telah mendapatkan yang dia inginkan.

Setara saat ciuman itu selesai , suara dentingan piano terdengar indah memenuhi ruangan ini.Permainan indah dari seseorang , dan ini tak asing bagiku…Jinki oppa.

Permainan pianonya sangat lihai , dia bisa memainkan semua nada dengan sempurna. Mikrofon yang berada didepannya langsung ia gunakan untuk menyanyikan sebuah lagu. Aku senang dia bisa ada disini , meskipun kemunculannya secara tiba-tiba , tapi dia tetap datang dan memberiku sebuah hadiah yang indah ini.

_______

So many years have passed us by

I cherish the moments by your side

A love like ours will only grow much stronger

I wanna to tell you

 

That forever more I’ll be the one to love you, to love you

When you need me I’ll be there to make you smile

And forever more I’ll be the one you come to oh.. honey

 

I’ll be the one…. to love you…. Forevermore..

 (Onew SHINee-Forevermore)

Lagu romansa indah dinyanyikan oleh Onew dihari pernikahan Daseung dan Michan. Tapi semua ini punya maksud tersirat didalamnya , dia menyanyikan lagu ini bukan untuk kepada pasangan pengantin , melainkan hanya kepada si pengantin wanita sajalah yang ditujukannya. Dan..Daesung bisa menangkap maksud lagu ini.

______

Awal cerita baru saja dimulai..

______

To Be Continue.. Honeymoon Part -Pervert Phuket-

______

1) Amnesia parsial: ketidak mampuan mengingat beberapa orang dalam jangka waktu 3 tahun bahkan selamanya, kejadian ini biasanya disebabkan oleh seseorang tersebut mengalami operasi transplantasi sum-sum tulang belakang. Kejadian ini cukup langka karna tidak banyak orang yang mau untuk melakukan tranplantasi sum-sum tulang belakang untuk pengobatan penyakit Thalassemia Mayor.

Note : Haha.. terima kasih buat siapa saja yang mau menunggu ini dengan setia.. Maaf kalau kelamaan.. habisnya maklum saia sendiri selaku authornya udah kelas tiga. Jadi harus memfokuskan mana yang penting.. Buat Pervert Phuket.. hm.. mungkin pas libur nanti kalo ga ada halangan.. tapi saia masih harus ngutamain ff yang lain dulu sih. ^^

Advertisements

5 thoughts on “Unpredictable Marriage -Chap 5-

  1. chanyb says:

    Pas liat bgian ini “To Be Continue.. Honeymoon Part -Pervert Phuket-” ow ow ~ maafkan otak saia yg rada yadong ini m(__.__)m

    si mi chan jd amnesia apa gegara operasi transplatasi sum2 tulang blakang bwt dongho kah? Slain bgian d’atas yg saia sgt sgt sgt suka adlh wkt bg Dae narik leher mi chan d’mbil trus chu~ it sesuatu b.g.t romantisny aplgi wkt d’altar si Dae yg cma cium dahiny mi chan tidaaak. . . . Knpa carany Dae manis sekali kta2ny yg gk mw maksa sang istri n jreng-jreng mi chan nyosor yeay \(^o^)/

    pukpuk gratis untk onyu “.”)/

    Like

    • KimsKimi (@tikkixoxo_96) says:

      Ahayy !! Pervert phuket ! Bakal jadi lanjutan paling menggoda yang cetar membahana badai .-.

      Aw..aw.. makasih banget unn dibilang romantis adegan itu padahal ngasal banget itu bikinnya lho.. ^^~

      *puk-puk gratis juga buat onyu* #lha

      Like

  2. VI-Phi says:

    Annyeong!! Salam Kenal!!
    Aku baca FF ini dari chapter 1 – 5 seakligus dalam satu malam dan MAAF karena aku cuma komen di chapter 5 ini. 🙂
    Tapi FF mu ini bener-bener keren. Dae disini juga sangat menarik, dan aku setuju dengan komentar Chanyb tentang cara Dae yang gak mau maksa istrinya, itu membuatnya terlihat semakin dewasa dan gentle.
    Dan satu hal lagi, cast yang diambil bener2 orang-orang yang aku suka Minzy, Onew. Buat Onew, sini aku kasih pelukan gratis, but no yadong. Hahahaha 😀
    Aku tunggu kelanjutan FF ini for Honeymoon Part ~Pervert Phuket~ dan FF mu yang laen juga…
    Keep Writing!!!
    Bye… See U in your other FF. 🙂
    (Cz mungkin aku bakalan berwisata di WPmu malam ini hehehehe 😛 )

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s