Gentleman (DC Story)

gentleman

Cast : Ofc As Usual (Daesung + Mi Chan)

Note : Setelah vakum setelah sekian lama dari DC Story, dan pernah menyatakan kalau Daesung is not my bias anymore entah kenapa rasanya susah buat ngelepas si akang sipit yang satu ini, he still become my ultimate bias 😛 . Well, this is just fiction. I’m back with DC Story series. Entah masih ada yang suka atau tidak terserahlah, yang penting imajinasi saya bisa tersalur secara bebas. Original ide saya, jadi kalau mau terinspirasi atau apalah itu harus minta ijin dan memberi komentar *masih agak shock ama kejadian beberapa waktu yang sudah lama sekali, tapi saya maafkan saja mereka meskipun mereka berpura-pura bodoh :”) * .

~Gentleman~

======================

Dia sama sekali tidak bisa berkedip saat menonton film-film itu. Pupil matanya yang hitam berbinar, mengekspresikan rasa senangnya ketika melihat para pemeran pria yang ada di film-film Hollywood itu. Bahkan dia sama sekali tidak menggubris ku, aku cemburu.

Oppa ! Lihat oppa, kapten amerika sangat tampan sekali oppa!” Seru Mi Chan kegirangan, ya.. kemarin dia mengajakku nonton bersama dirumahnya, aku pikir dia akan membeli beberapa dvd kartun Jepang karena belakangan ini dia sangat kecanduan dengan film Studio Ghibli. Ternyata tidak. Kecanduan Mi Chan tiba-tiba berubah dengan film-film action, terutama si Kapten Amerika itu. Cih, Doraemon masih lebih tampan daripada pria berbadan kekar yang mengenakan kostum ketat motif bendera Amerika itu. Aku hanya bisa mencibir, dan merasa jadi hantu disini. Kesal.

Oppa..

Dia bergumam sebentar tapi tetap fokus dengan film itu. Aku kira setelah aku merebahkan kepalaku di paha Mi Chan dia akan mengalihkan perhatiannya kepadaku lalu kami bisa bermesraan seperti pasangan lainnya, tapi kenyataan memang selalu pahit. Aku tidak tahan melihat Mi Chan, ingin rasanya mematikan dvd itu. Kalau saja tidak ingat amukan Mi Chan saat aku menutup laptopnya padahal dia sedang seru menonton, aku rasa daritadi dvd itu sudah kumatikan.

Oh my god ! Kissu?!” pekik gadis panda ini. Aku kembali merengek, menarik jahil untaian rambut hitam panjang Mi Chan.  Wangi aroma shampoo Mi Chan tercium olehku dan membuat mata ku terasa berat, apalagi kepalaku tengah terbaring di paha empuk Mi Chan. Aku jadi ingin tidur.

Mi Chan menatap ku aneh, ini bukan dia yang biasanya. Kali ini dia terlihat sangat suram dan tidak ceria seperti biasa. Aku dipandangnya seolah adalah seorang pengganggu. Saat aku hampir memegang tangannya dia segera menepis ku. Aku keheranan melihat tingkah pacar ku ini, aku merasa tidak pernah berbuat salah kepadanya tapi kenapa dia bisa jadi sinis begitu terhadapku? Salahku apa?

 

“Jangan sentuh aku. Aku tidak sudi.”

Chagiya, ada apa denganmu? Apa aku melakukan kesalahan?”

Dia kembali menatap ku sinis, “Pikir saja sendiri. Dan, mulai sekarang anggap kita tidak pernah bertemu. Lupakan aku Daesung-ssi.”

Badanku melemas, apa dia tidak salah bilang? Ini maksudnya dia ingin putus dariku. Hah ! Bahkan dia tidak menyampaikan apa alasannya memutuskan ku.

“YA! Aku belum dengar alasan mu, aku tidak bisa menerima ini begitu saja !” kutarik tangan Mi Chan tapi ada seseorang yang menghalangi. Aku seperti pernah melihatnya.

“Maaf, mungkin aku lah alasan dia untuk memutuskan mu.”

Shock. Sebenarnya aku sedang masuk reality show atau apa? Kenapa ada pria berbaju ketat itu disini? Dan dia sedang merangkul mesra Mi Chan?!

“YA ! YA ! YAAA!!”

“YA ! YA ! YAAA!!”

(plak)

Semua nya jadi kelihatan silau begini, aku segera bangkit dan melihat sekelilingku. Kenapa aku ada dirumah Mi Chan? Tampaknya dia juga memandangku keheranan. “Dimana dia?!”

“Dia? Siapa?”

“Dia?! Si pria berbaju ketat itu ?!”

Mi Chan menatap aneh kearahku. “Aku tidak mengerti apa maksud Daesung oppa. Memang siapa dia sebenarnya?”

Mataku memperhatikan sekeliling kami dan, aku segera merampas sebuah bungkus dvd.

“Ini dia ! Pria ini!”

Aku menunjukkan bungkus dvd itu dihadapan Mi Chan. Dia menertawakan ku.

“Hahahaha ! Hahahaha ! Astaga oppa, astag.. hahahaha !!”

“K..kenapa kau tertawa?”

Dia masih belum bisa  berhenti menertawakan ku, sampai aku mendekat ke arahnya. Wajah Mi Chan memerah, dan jantungku berdegup kencang. Awkward situation. “Oppa. Rasanya tidak masuk akal sekali Daesung oppa cemburu dengan Kapten Amerika. Oppa masih bermimpi kan?”

“M..mimpi?”

“Tentu saja, oppa pasti habis bermimpi, dan kesadaran mu masih belum sempurna jadinya oppa cemburu buta begitu.”

Aku jadi salah tingkah. Mi Chan pergi ke dapur meninggalkan ku sebentar. Ya, dia benar aku hanya bicara ngelantur saat baru bangun tadi, dan menganggap bahwa mimpiku barusan nyata.

“Ini oppa, mungkin bisa membuatmu bangun.” Di letakkannya segelas air putih.

Gomawo Mi Chan-yaa.”

Mi Chan memandangku lekat-lekat. Apa dia masih ingin tertawa karena kejadian barusan? Aku terlihat bodoh sekali tadi, kenapa bisa jadi seperti ini ?!

“Aku. Aku tidak suka dengan film-film action itu, apa lagi pemainnya.”

Dia tidak menjawab. Hanya tersenyum.

“Lalu, aku ingin menghabiskan waktu bersamamu disini. Bukan untuk melihatmu menyoraki nama pria lain yang.. oke kuakui dia memang lebih keren dari ku.”

Kenapa Mi Chan tidak merespon ku.

“Mi Chan-ya.. aku tidak suka. Aku cem-”

Oppa cemburu? Yah, wajar sih. Tapi mau bagaimana lagi, Kapten Steve Rogers itu sangat keren dan gentleman . Akhir-akhir ini karakter pria gentleman menarik perhatian ku, ya sebut saja seperti Kapten Steve Rogers, Damon Salvatore, dan TOP oppa.

Ketika mendengar nama TOP hyung, stimulus otakku segera menangkapnya. Apa-apaan dengan TOP hyung?! Gentleman darimana coba? Aku sendiri saja berani bertaruh dia masih kalah daripada aku.

“Aku tahu, oppa pasti marah aku menyebutkan nama TOP oppa. Tapi, aku kan bicara tentang karakter mereka dalam film kalau di dunia asli sendiri, tentu mereka berbeda jauh dari karakter aslinya.”

“Jadi kau tertarik dengan pria gentleman?”

Mi Chan mengangguk antusias, “Yap! Mereka lebih sopan, rapi, pintar, berani dan romantis !”

“Hanya itu sajakah? Aku juga bisa jadi gentleman seperti yang kau bilang barusan, bahkan bisa melebihi mereka semua.”

“Bagaimana caranya ? Coba oppa tunjukkan padaku, aku penasaran.” Mohon Mi Chan menggunakan nada manja, hm.. benar-benar bukan dia yang biasa, kelihatan imut.

Dia menunggu diriku menunjukkan sikap gentleman ku padanya. Sambil tersenyum manis, dan mengedipkan mata. Oh god!  Seperti anak kecil saja dia. Ok, ayo berpikir Daesung, ayo berpikir, ayo…. Aha !

Hey, Shin Mi Chan.”

Ne?

Aku tersenyum simpul, agar terkesan misterius. Dia mendelik heran kepadaku, “Sok misterius deh !” seru Mi Chan.

“Bisa kau kemari sebentar? Sebenarnya ada yang ingin kutunjukkan.”

“Apa ini soal permintaan ku tadi?”

“Tidak, bukan soal itu. Ayolah mendekat padaku dulu.”

Mi Chan bergeser duduk di dekatku, dia menatap wajahku secara dekat, mungkin ada jarak sepuluh sentimeter lagi antara kami berdua. Yah.. cukup membuat detak jantungku jadi sedikit tidak beraturan. Mata hitam kelamnya beradu tatap langsung denganku, seolah berkata ‘cepat tunjukkan sekarang’ . Aku masih terdiam, dan mulai menggeser sedikit arah badanku berhadapan dengan dia.

Dan menciumnya.

Kurasa ada sekitar dua menit bibir ku menempel di dahinya. Mi Chan menyentuh tanganku, “Oppa..”

Aku pun melepaskan ciumanku, menatap Mi Chan yang sepertinya sedikit kaget dengan perlakuan ku barusan. Dia melirik kearah lain, salah tingkah tidak tahu harus berbuat apa. Kami berada dalam situasi yang canggung sekarang. Aku tersenyum melihat tingkah gugupnya.

“Sekarang, aku terlihat romantis sekaligus gentleman, bukan?”

“Dasar oppa sipit ! Aku malu!”

Wajah Mi Chan memerah, langsung saja aku menarik dia dalam pelukan ku, lalu mengecup puncak kepalanya.

==================================

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s