Sweet April (DC Story)

sweetapril

Cast : Ofc As Usual (Daesung + Mi Chan)

~Sweet April~

 

 

Oppa..”

“Oppa..”

“Daesung Oppa..”

Aish ! Tiga kali berturut-turut dia mengabaikan ku, apa maksudnya, hah? Apa harus kutendang dulu tulang keringnya itu baru dia bisa mendengar. Menyebalkan.

Oppa..”

“Michan..”

Woops ! Kenapa kali ini kami malah saling bersahutan? Hm..baiklah akan kubiarkan dia memulai percakapan.

“Kau bisa mulai duluan.” Ucap Daesung oppa dingin.

Aku menggaruk kepala ku, “Ah, tidak. Oppa saja yang bicara, aku bisa menunggu kok.”

“Tidak, aku rasa lebih baik jika kau yang memulainya.”

Sampai aliran musik Epik High berubah jadi Enka pun tidak akan ada siapapun berniat untuk bicara pertama. Mungkin lebih baik aku dan Daesung oppa bicara bersamaan. Tapi, oppa mau bicara apa ya? Tumben sekali serius seperti itu.

“Daesung oppa.. bagaimana jika kita ucapkan bersamaan saja. Yah, karena sampai kapanpun aku ataupun oppa tidak akan bicara kalau begini terus. Gimana?”

Dia mengangguk pelan.

Oke.. akan kumulai. Yah, aku tahu ini akan sedikit menyakitkan tapi biarlah. Mianhae Daesung oppa~

“Aku mau putus.”

Sontak mataku dan mata Daesung oppa terbelalak kaget. Seolah kami punya pikiran yang sama, sepertinya. Mulut Daesung oppa tak bisa berhenti membentuk huruf “O” . Aku ingin tertawa tapi..

“Aku serius.”

Astaga ! Kenapa bisa bersamaan lagi. Kalau begini bagaimana cara meyakinkannya. Oke kau harus putar otak Michan..pikirkan sesuatu yang cemerlang. Ayolah kau pasti bisa Michan, kau ahli dalam hal ini.

“Aku sudah bosan dengan hubungan kita.”

Kami terdiam sejenak.

“Ah! Mati sajalah !”

Kali ini entah kenapa aku ingin menyumpah serapah, kenapa ucapan kami bisa sama lagi ?!!  Aku sudah mengatur skenario ini sesempurna mungkin tapi kenapa tidak berhasil. Aku pikir hasilnya bisa memuaskan dan membuatku sangat bahagia dan tertawa tidak berhenti. Kurasa perkiraan ku salah. Hm..apa dia juga merencanakan ini? Atau Daesung oppa…benar-benar serius mengatakan hal ini? Sedari tadi dia memang seperti tidak main-main. Tunggu dulu jika dia serius berarti…. Ah tidak !!!

Semoga kali ini tidak sama lagi.

“ YA! Berhenti melakukan hal itu, karena aku serius mengatakannya !”

Bunuh aku..bunuh ! Aku mengacak rambutku, tanda aku frustasi mempermainkannya. Kupukul lengan Daesung oppa, aku kesal sekali dengan dia ini !

“Aww ! Memang apa salahku, sehingga kau memukulku?”

“Menyebalkan ! Oppa menyebalkan!”

Dia memandangku keheranan. Lalu senyum kecil terlihat di wajah jeleknya itu.

“Jika aku serius mengatakan itu, apa yang bisa kau lakukan ?”

“Oh, jadi oppa sudah punya penggantiku? Ah..dia pasti lebih cantik, lebih seksi, dan tidak jahil sepertiku kan? Chukae Daesung oppa !”

Mataku menatap lurus pada televisi yang terus menyala , pikiranku tidak fokus pada acara televisi itu. Sebenarnya aku juga ingin menangis, tapi aku tidak akan mengeluarkan air mataku yang berharga untuknya, enak saja dia ! Huwaaaaaa… ternyata dia serius ingin memutuskan ku, bagaimana ini?! Kenapa aku juga jadi labil seperti ini, tidak Michan jangan menangis di depan Daesung oppa, karena dia akan menertawakan mu sepuasnya.

“Eum, bisa dibilang wanita baru ini sangat menarik perhatianku. Bahkan ketika dia marah saja, aku sangat mempesonaku. Dia lucu sekali.”

Deg!

Dadaku terasa sesak. Jadi inikah hasil aku yang ditinggal pergi olehnya? Cih ! Baiklah aku akan tunjukkan aku juga bisa.

“Selamat kalau begitu Daesung oppa, kebetulan aku juga..aku jug-”

“Wanita itu sedang ngambek didepanku sekarang, kira-kira apa yang harus kulakukan?”

“Huwaaaaaaaaaaaaaaaa !!!”

Tangisku pecah, ini sama sekali tidak lucu. Kali ini dia berhasil, aku benci sekali jika kalah darinya. Tangan besar Daesung oppa langsung menarikku kedalam dekapan hangat badannya.

“Ya!”

“Kenapa lagi nona? Ingin yang lebih dari sekedar pelukan ku?”  goda Daesung oppa.

Aku menggeleng, “Oppa tahu darimana aku ingin menjahili oppa?” tanyaku.

“Yah.. ada seseorang yang  teledor meninggalkan catatan skenario jahilnya untuk hari ini.”

Aku meringis pelan.

“Kali ini Oppa menang. Jadi apa hadiah oppa kali ini? Sebuah ciuman boleh juga.”

“Siapa bilang oppa berhak atas hadiahnya? Oppa curang !”

Daesung oppa menjauhkan kepalanya dariku, “Mwo? Curang? Aku tidak curang, aku bermain secara adil.”

Jari telunjuk ku bergoyang di depan matanya, “No no no, Oppa curang. Karena oppa hanya mengikuti apa yang akan kukatakan, tidak kreatif.”

“Ya itu kan tidak jadi masalah, hal terpentingnya aku menang darimu, dan itu berarti selangkah lebih maju. Ayolah berikan hadiah untuk oppa, kapan lagi kalau tidak hari ini..selagi oppa libur. Apa kau tidak merindukan oppa?”

“Ish! Merindukan oppa? Sama sekali tidak tuh, oppa kembali saja sana ke YG kerjakan album BIGBANG, dan buat comeback tahun ini. Bye !”

Aku melepaskan pelukannya, dan pergi menjauh dari Daesung oppa. It’s revenge time !

“Michan-yaa, baiklah oppa minta maaf. Oppa, tidak tahu kalau kau akan jadi sekesal ini. Ya.. baiklah oppa juga tidak akan minta hadiah konyol itu, oppa tahu kalau ini bukan waktu yang tep-”

Bibirku mengunci pembicaraan Daesung oppa itu. Mata kecilnya terbelalak kaget. Hihi..aku tahu dia tidak akan menyangka hal ini kan. Dengan lembutnya dia membalas ciumanku, aku kembali duduk dipangkuan Daesung oppa merangkulkan tanganku di leher Daesung oppa. Ciuman yang terus berbalas ini tidak berhenti, sampai akhirnya aku menggigit bibirnya.

“Happy Fools Day, chagiya.” bisikku lembut .

Daesung oppa pun tersenyum, “April Mop, chagiya.”

And then he kiss me on forehead.

 

 

====================

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s