Lost -Chapter 2-

lost-jihyo

 

 

Author : KimsKimi (@tikkixoxo_96)

Genre : Fluff , Comedy Romance (maybe)

Rate : G

Length : Chaptered

Cast :

•           Choi Hyori  (JiforG onnie)

•           G-Dragon BIGBANG

Cameo :

  • TOP BIGBANG (Hyori oppa’s)
  • Ryan Higa (Hyori friend)

Poster : Belong to Author  ^^

Dis: You know what, ILY.

 

A/N : Akhirnya jadi juga ..#elapjidat , tapi makasih buat sogokan Dae nya XD / Akhirnya setelah dua tahun bisa ngepost fanfic ini lagi. 

 

 

~Lost~

Lama tak bertemu, tidak membuatku melupakannya. Pria berwajah manis, dengan rambut semi spike yang tidak pernah berubah sejak awal aku bertemu dengannya. Dia, Ryan–Ryan Higa. Lelaki keturunan campuran Jepang-Amerika itu, adalah sahabatku saat masih duduk di Senior High School ketika aku bersekolah di Hawai. Dan parahnya, aku pernah jatuh cinta dengan dia. Tapi itu tidak pernah menjadi nyata, aku sadar Ryan juga menganggap ku sebagai sahabatnya, jadi aku pikir lebih baik kubawa saja perasaan itu, lalu berusaha melupakan dia. Sayangnya itu gagal. Aku bertemu lagi dengan Ryan, sekarang. Tidak bisa kupungkiri juga, masih ada rasa untuk dirinya. Sesaat dia memanggil namaku, aku terkesiap, kedua ujung bibirku tertarik, membentuk sebuah senyuman.

“Haha.. jadi kalian berdua salah pesawat ? Hahaha.. bagaimana bisa seorang Choi Hyori yang terkenal sangat teliti,  salah pesawat, ahahaha..!!”

“Berhenti menertawakanku, Ryan ! Ini terjadi juga tidak sengaja, aku mengambil tiket tetangga ku –si nyonya bawel itu..” balasku tak terima.

“Ok, ok, tapi sebenarnya bagus juga kau salah pesawat, jika tidak kita mungkin tak bertemu lagi. Eum, terakhir kita berjumpa saat di aula sekolah bukan ?” dia mendekatkan wajahnya, pipiku terasa memanas, dan mungkin saja wajahku sudah merah bagai tomat.

Ku dengar Ji berdeham, membuat Ryan menarik kembali wajahnya dari hadapanku. “Jadi, apa kalian sudah punya tempat menginap ? Aku tak keberatan memberikan tumpangan selama kalian berada disini, rumahku benar-benar sepi, aku butuh beberapa teman agar bisa meramaikan suasana Natal besok..”

Kepalaku berbalik, melihat Ji yang sibuk memainkan resleting tas gitarnya, dia menatapku sebentar. Yeah, aku pikir dia akan setuju saja dengan pilihanku. “Well, jagalah tamu-tamu ini dengan baik, Mr.Higa.” Ryan menyambut tanganku, dia membawa kami masuk kedalam mobil Audy hitam miliknya.

 

 

____

 

 

 

Rumah bergaya victoria, dikelilingi pagar kayu tua ini, adalah rumah Ryan. Yah.. dia bilang sih kakeknya mewariskan rumah tua ini untuknya. Dan kalau sampai Ryan berani menjual, lalu pindah ke apartemen modern, hantu kakeknya akan mendatangi dirinya terus-menerus. Apa dia percaya ? Of course he did ! Ryan selalu percaya dengan hal-hal mistis, itu sebenarnya salah satu yang kurang kusukai darinya. Bahkan saat kami di Hawai, Ryan mengajakku bermain upacara ritual voodoo dengan orang-orang setempat. Aku awalnya mengikut saja, tapi setelah aku merasa ada yang tidak beres, kupaksa Ryan meninggalkan permainan itu, karena aku tahu Ryan pasti takut ku adukan dengan ibunya.

Ryan mempersilahkan kami masuk, dia membawakan koperku, sedangkan Ji terpaksa harus bekerja dua kali untuk mengangkat barang-barangnya. Salah Ji sendiri, buat apa dia bawa dua koper ditambah dengan tas tangan serta tas gitar miliknya. Aku belum sempat menanyakan alasannya, biar nanti saja aku tanyakan, sekarang aku benar-benar ingin beristirahat setelah mengalami satu hari panjang dan melelahkan ini. Ryan bilang dia sudah menyuruh pelayan rumahnya menyiapkan dua kamar untuk Ji dan aku. Kamar ku letaknya berhadapan langsung dengan kamar Ji, dan kamar Ryan sendiri berada di atas. Selesai menunjukkan kamarku, dia berpamitan untuk kembali kekamarnya sebentar. Bisa kudengar langkah kakinya naik ke lantai atas. Dan suara pintu kamarku  terbuka. Ji ?

 

 

 

________

“Kau tahu Hyori ? Aku sudah merencanakan pesta Natal terhebat untuk kita bertiga besok !” ucap  Ryan antusias, dia senang mendapat dua tamu baru dirumahnya. Terlebih salah satu tamu ini adalah sahabat lamanya, Choi Hyori. Gadis berambut sebahu itu tersenyum kecil menanggapi kesenangan Ryan. Sama halnya dengan Ryan, Hyori juga merasa senang sekali. Meskipun ia terpaksa menggantinya dengan malam natal bersama keluarga di Korea, tapi merayakan natal dengan Ryan dan Ji juga bukanlah hal buruk. Hyori menyukainya.

“Ryan, bisakah aku minta tolong ?” tanya Hyori, menatapnya sedikit memelas.

Sure, I will help you for anything.” Ryan tersenyum manis kepada Hyori, membuat Hyori meloncat gembira lalu memeluk Ryan.

“Ah~ thank you ! Kau memang paling mengerti aku, Ryan !” Setelah merasa cukup lama berpelukan, disamping mereka juga merasa kalau Jiyong menatap mereka aneh, Ryan segera bertanya kepada Hyori apa yang bisa ia bantu untuk gadis itu. “Aku ingin menghubungi Seunghyun oppa, aku yakin dia pasti sedang khawatir setengah mati karena ku.”

“Oh, ok. Kau bisa memakai handphone ku,  tapi jangan lupa menyampaikan salamku untuk Seunghyun bro..” tanpa basa-basi Hyori langsung menyambar handphone Ryan  dan berlari ke dalam kamar. Dia ingin pembicaraannya dengan sang oppa menjadi hal yang privasi.

 

 

 

 

____

 

 

 

 

Perasaannya sedikit cemas ketika mendengar nada panggilan tunggu. Dia berharap oppa-nya mau menganggkat telepon ini, dan tidak mengabaikannya. Karena pekerjaan Seunghyun sebagai artis, biasanya banyak penelpon iseng sehingga dia sering tidak menghiraukan panggilan-panggilan itu. Satu nada panggilan tunggu lagi, dan telepon pun terangkat, suara berat khas Seunghyun mulai menjawab telepon dari Hyori.

Hello ?

“Hyun oppa !”  sahut Hyori senang.

“..ng.. Choi Hyori ?!” disebrang sana Seunghyun juga memastikan bahwa penelponnya ini adalah Hyori.

Kepala Hyori mengangguk pelan, “Ne, oppa. Ini aku Hyori. Oppa ! Aku merindukan oppa, bagaimana kabar oppa dan eomma disana ?”

“Ish ! Bocah ini ! Yah ! Kenapa kau tak pulang ke Korea ? Untuk apa kau pergi ke London ? Apa sudah banyak uang sampai kau pergi kesana tanpa memberitahukanku ?!”

Oppa~. Harusnya dengar penjelasanku dulu, sebelum marah tidak jelas begitu. Aku juga berada disini dalam keadaan terpaksa, Hyun oppa.”

“Terpaksa bagaimana ? Ada sesuatu kah ? Jangan-jangan kau ingin bertemu dengan kekasihmu disana ? Aish, kau tahu ‘kan oppa tidak setuju jika kau menjalin hubungan cinta dengan orang luar.”

Merasa kesal Seunghyun tak mau mendengar ucapannya, Hyori mulai berdecak menanggapi segala ocehan Seunghyun. “Seunghyun oppa dengar aku dulu !! Jika oppa terus bicara, aku yang akan memutus teleponnya !” ancam Hyori.

“..ok..ok.. jadi ?”

“Aku salah pesawat oppa. Saat akan kembali ke Korea, aku tidak sengaja mengambil tiket tetanggaku di Jepang, aku sendiri tidak tahu kenapa kejadiannya bisa seperti ini. Tapi aku minta Seunghyun oppa jangan terlalu khawatir, disini aku juga punya teman dari Korea, namanya Ji di-”

Sekali lagi Seunghyun memotong ucapan Hyori, “Namja atau Yeoja ? Kau harus berjaga-jaga kalau dia seorang namja, tidak semua namja itu baik–kecuali aku tentunya. Silahkan lanjutkan adik manisku, maaf memotong sebentar.”

“Huh, oppa ! Ne, dia namja. Aku juga berpikir begitu awalnya oppa, tapi setelah kupikir Ji pasti orang yang baik. Dan oppa tahu disini aku bertemu siapa ? Seseorang yang Hyun oppa kenal, aku bertemu dengannya di London Hyun oppa !”

Mwo? Tolong jangan katakan itu Beyonce, jujur saja Hyori, oppa mu yang telah diberikan gelar The Sexiest Manini, belum siap mengakui hubungan lamanya dengan Beyonce..”

Bahkan disaat seperti ini pun Seunghyun masih bercanda dengan adik semata wayangnya itu. Meski harus diakui, kalau Seunghyun berhasil membuat Hyori tertawa untuk melepas rasa rindu ia kepada sang oppa.

“Haha ! Stop oppa, aku sekarang ingin serius. Aku bertemu dengan Ryan, Ryan Higa. Dan ingat dia bukan Beyonce, apa oppa tidak takut saat aku kembali nanti aku akan mengadu pada Bom unnie?”

“Ah~ anak itu ! Bagaimana kabarnya ? Kuharap kau tak kembali tertular dengan kebiasaan anak itu,  Hyori-ya. Ssst ! Jangan sebut Bom noona, dia bahkan lebih bersinar daripada Beyonce di hatiku.”

Well, ya.. aku memang tak tertular dengan kebiasaan aneh Ryan itu, oppa..”

Sejenak Hyori membaringkan tubuhnya, agar bisa sedikit bersantai meskipun sedang dalam keadaan menelpon oppa-nya. “Baiklah, simpan kepercayaanku. Kapan kau akan kembali ? Natal tanpa adik kecilku, rasanya kurang seru. Eomma, Appa, dan aku disini, sangat merindukanmu Choi Hyori..”

“Sehari setelah natal oppa. Pihak penerbangan, hanya memberi waktu tiga hari. Lalu, aku akan kembali ke Korea bersama Ji,”

“Yah, aku berdo’a agar kalian bisa kembali secepatnya dan dalam keadaan selamat. Dan, Oh ! Jangan lupa titip salam untuk Ryan, aku yakin sekarang ini kau sedang berada di rumah Ryan, dan meminjam handphone anak itu untuk menelponku, benar bukan ?”

“Wow, Hyun oppa ! Pernahkah aku bilang kalau Hyun oppa bisa buka usaha ramal-meramal ? Haha ! Okay, see you then oppa, send my greetings to Mom and Dad ! I miss you !!”  Hyori pun mengakhiri pembicaraannya dengan Seunghyun.

Dia melirik jam antik di sudut meja, “Hm, merry Christmas..” ucapnya sebelum hanyut dalam mimpi indah.

 

 

 

 

______

 

 

Tok Tok Tok

Tok Tok Tok

Dengan malas Hyori bangkit dari tidur pulasnya, dia bergumam kesal kepada siapapun yang membangunkannya pagi natal ini. Di putarnya kenop pintu itu, dan sesosok pria berdiri dihadapannya.

 

______

 

‘Hatchi ! Hatchi !Haaatchii !’

Na micheonnabwa!”

“Hehe, Mianhae..”

Jiyong menyodorkan saputangan bermotif catur kepada Hyori. Gadis itu medekap erat badannya agar terasa hangat, dia melirik Jiyong kesal, entah apa mau Jiyong sampai di pagi hari buta seperti ini dia mengajak Hyori keluar rumah. Awalnya Hyori tidak mau menuruti keinginan Jiyong, tapi ada satu hal yang membuat Hyori sama sekali tidak bisa menolak Jiyong. Mereka akhirnya pergi berjalan-jalan, melihat pagi natal di kota London.

Jiyong menggosok kedua tangannya bersamaan, “Dingin !!”

“Tentu saja dingin, apalagi sekarang masih jam empat pagi. Kenapa ingin sekali pergi pagi buta begini, padahal kita bisa pergi nanti ‘kan ? Di waktu yang matahari sudah terlihat pastinya, tidak seperti sekarang, gelap, sunyi, dan.. dingin !!” badan Hyori gemetar karena tak kuat menahan dinginnya udara London, lebih dingin dibandingkan Seoul ataupun Tokyo.

Jeongmal mianhae, aku suntuk sekali karena tak bisa tidur. Dan jujur saja rumah temanmu itu membuat ku takut untuk memejamkan mata, apa temanmu itu tidak normal ya?”

“Ryan memang seperti itu dari sananya, dia suka sekali hal-hal mistis dan masih percaya dengan mitos-mitos aneh, jadi mohon  maklum saja. Lagipula kau juga tidak jauh berbeda dengan dia, Ji.” Ucap Hyori dengan nada mengejek.

Jiyong sedikit memanyunkan bibirnya, “Huh, itu mana mungkin. Jelas sekali aku ini lebih normal dari temanmu itu, Hyori. Bisa tunjukkan dimana letak persamaan ku dengan teman aneh mu itu, nona?”

“Hey, tanpa harus kutunjukkan itu juga sudah terlihat jelas Ji, dan kau tak bisa menyangkalnya, Mr. Fashionista.”

“Wait, what do you mean? You didn’t show anything to me.

“Oh, ok. How can a guy, dress up like a girl ? Is that normal?” Jiyong terdiam, memperhatikan dirinya dari ujung kaki hingga baju yang ia pakai.

Gadis ini menang, Hyori berhasil membuat Jiyong terdiam sesaat. “Tapi ini yang dikatakan fashion. Kau bisa cek koleksi winter tahun ini di Paris. Model laki-laki di Paris memakai pakaian ini.”

Liar. Aku adalah seorang jurnalis fashion, tapi tidak ada satupun koleksi winter untuk laki-laki seperti pakaian yang sedang kau pakai itu. Sebaliknya itu adalah koleksi winter khusus perempuan, dan teman perempuanku lah yang memperagakannya.”

Terlanjur malu, tapi sebagai seorang pria tentu akan sangat memalukan jika Ia mengaku salah begitu saja. “Oh, ternyata begitu. Berarti temanku salah memberikan informasi kepadaku, karena sebenarnya ini adalah baju hadiah darinya. Ya, aku juga kurang tahu kalau ini pakaian untuk perempuan. Jadi ini hanya salah informasi saja intinya.” Jawab Jiyong, berusaha tetap cool dan terlihat keren.

Hyori cuma terdiam, lalu perlahan mulai menahan tawanya. Dia merasa tingkah Jiyong sangat konyol, “Ahahahahaha… Ji, ahahaha kau lucu sekali Ji !! Ahahahaha..!!”

“Yah ! Yah ! Diamlah Hyori, aku..aku tidak mau terlihat bodoh di hadapanmu.”

Wajah Jiyong mulai memerah, dan Hyori berpikir Jiyong kelihatan manis kalau seperti itu. “Ah, andwae.”

“Eh? Kau mengucapkan sesuatu?”

“Tidak, tidak. Aku tidak mengatakan apa-apa, aku hanya masih ingin menertawakan sifat mu tadi saja.”

Nappeun!” kesal Jiyong, melayangkan ttakbam di dahi Hyori.

 

 

 

______

 

 

 

Jam berapa sekarang?

Matahari mulai bersinar, aku ingin bangkit tapi ada seseorang yang menghalangi. Ku lihat Hyori teridur pulas di bahuku. Salahku juga membawa dia kemari dini hari tadi, dia sendiri juga mau ikut saja karena ku iming-imingi akan mengajak dia melihat matahari terbit dari London Eye. Dan dia percaya kalau antrian untuk masuk ke London Eye sangat panjang, sehingga dia tidak sempat menyaksikannya. Aku ingin membangunkan Hyori sekarang, tapi aku takut merusak mimpi indahnya. Lagipula aku mau melihat wajah manisnya ini untuk waktu yang lama. Yah.. aku tak bisa menghindar, mungkin ini cinta pada pertemuan pertama. Dan sebisa mungkin aku menutupinya, pasti dia akan merasa aku ini aneh, kalau tahu yang sebenarnya. Badan Hyori mulai bergeser, dia membuka perlahan matanya, lalu merenggangkan badannya.

Hyori melihat jam tangannya, “Ji !! Kita terlambat ! Kita terlambat !!” Dia menarik-narik ku seperti anak kecil. Kami pun berlari menuju London Eye, dan melihat tidak ada pengunjung lain, si pegawai menginzinkan kami masuk secara gratis, katanya sebagai hadiah untuk pasangan pagi ini. Aku tersenyum membalas kebaikan si pegawai itu, sementara Hyori sudah masuk lebih dahulu ke dalam London Eye.

“Beruntung sekali kita pagi ini, aku sendiri saja biasanya tidak di izinkan masuk jika pengunjungnya belum mencapai minimal sepuluh orang.” Hyori terkikik pelan.

“Kenapa?” tanyaku heran.

Dia hanya menggeleng pelan, “Wah! Indahnya! Ji, thanks a lot for you.

“Ah, tidak. Ini bukan apa-apa, yang lebih banyak membantu adalah kau,Hyori. Kalau saja kau tidak bertemu temanmu saat itu, kurasa kita sudah berebut kamar sekarang. Ini cuma hal kecil, anggap saja hadiah perpisahan dariku.”

“Ji, berjanjilah saat kembali ke Korea nanti, kita akan terus berhubungan. Aku senang sekali bisa mendapat teman sepertimu, Ji.”

Jika aku boleh mengatakan, sejujurnya aku kecewa. Hyori hanya menganggap ku teman ternyata, padahal aku baru saja berharap lebih saat dia bilang ingin terus berhubungan. Cuma mimpi. “Ok, aku juga senang berteman dengan Choi Hyori yang bawel.”

“Oh, Ji !” dia mencubit pelan lenganku. “Sebenarnya, setelah mengetahui Ryan ada disini, aku jadi berpikir untuk tinggal lebih lama. Ya, bisa dibilang aku masih punya perasaan kepada Ryan. Dan, kau tahu Ji, aku pikir apa ini saat yang tepat untuk menyampaikan perasaan ku kepadanya. Aku tidak mau kehilangan kesempatan ini lagi, jadi bisakah aku minta bantuan mu, Ji?”

Untuk Taeyang sahabatku, aku rasa sekarang aku tahu rasanya jadi kau. Cinta bertepuk sebelah tangan. Ya, aku merasakannya sekarang Taeyang. Do’akan aku kuat menghadapinya Taeyang. Itulah hal yang ingin kuteriakkan jika bisa keluar dari dalam London Eye ini. Aku terdiam sebentar, lalu mengangguk pelan agar membuat Hyori senang.

 

 

______

-at Vera Wang Boutique –

Sudah puluhan pasang gaun telah Hyori coba, karena dia ingin kelihatan istimewa di pesta natal malam ini. Sementara Jiyong, masih melamunkan diri Hyori yang memakai gaun-gaun itu untuk Jiyong. Menurut Jiyong semua gaun-gaun itu kelihatan cantik, jika Hyori memakai khusus untuk dirinya. “Hey, Ji bagaimana dengan yang ini?” Gadis itu keluar dari ruang ganti. Sebuah mini dress putih gading berbahan ciffon membalut sempurna tubuh Hyori ditambah dengan bentuk atasan kerah baby yang terbuat dari bordiran bunga-bunga, sehingga menambah aksen lucu dan mewah kepada si pemakai.

Jiyong tak berhenti memandang Hyori, hanya satu kekurangannya. Hyori belum menemukan sepatu Cinderella miliknya. Jiyong bangkit, berkeliling butik mencarikan sepasang sepatu cantik untuk Hyori. Dan Jiyong pun berhenti sebentar, meminta kepada si pegawai butik mengambilkan sepasang high heels silver bertabur permata di sekeliling high heels itu. Dia segera menuju tempat Hyori, “May I wear it to you, princess?”  Hyori tersenyum simpul, lalu mengangguk pelan. Dan akhirnya mereka beradegan seperti film Cinderella. Saat Jiyong memakaikan sepatu itu kepada Hyori, dia memandang wajah Hyori, mata mereka saling beradu tatap satu sama lain. “Semoga beruntung, Hyori.”

 

 

_____

 

 

Udara dingin malam, cukup menusuk di badan kurus seorang Kwon Jiyong. Ayunan tua itu berderit karena Jiyong duduk diatasnya, dia memandang keatas langit malam penuh bintang. Andai Hyori menemaniku, pikir Jiyong. Dia menggosok kedua tangannya secara bersamaan, lalu melirik jendela dapur yang tepat berhadapan dengan posisi Jiyong sekarang, di halaman belakang rumah Ryan. Riuh suara pesta bisa ia dengar jelas dari luar, sesekali dia menangkap suara tawa Hyori dan Ryan, Jiyong mendengus sebal tapi Jiyong tetap tidak mau masuk kedalam.

Meninggalkan Hyori hanya berdua dengan Ryan pasti akan membuat Hyori senang, kapan lagi aku bisa membuat dia senang, gumam Jiyong.

Ditengah ia sibuk bergumam sendiri, pintu halaman belakang terbuka, “Hey, Ji ! Sedang apa kau disitu? Ayo masuk, pestanya akan kita mulai.”

Panggilan Hyori cukup membuat dirinya tergerak untuk masuk kedalam, “Ya, pergi duluan saja aku pasti menyusulmu.”

Bukan sebuah pesta yang formal, tapi karena suasana rumah tua milik Ryan ini seperti sebuah pesta yang berkelas. Ryan tidak terlalu banyak mengundang orang, dia hanya mengundang beberapa teman dekat, jadi Hyori tidak perlu merasa terlalu canggung. “Kau kelihatan berbeda malam ini, Hyori.” puji Ryan ketika mendekati Hyori “..hey, aku punya hadiah natal untuk mu. Mungkin tidak mahal, tapi aku pikir akan terlihat cantik kalau kau yang pakai.” Ryan mengeluarkan kotak kado kecil dari saku blazer, lalu memasangkan sebuah jepitan di rambut Hyori. Kedua pipi putih pucat Hyori, menampakkan rona pinknya. Jantungnya yang tak henti terus berdetak saat Ryan berada terlalu dekat dengannya.

Aku akan menyatakan malam ini juga,” pikir Hyori bersemangat.

“Sudah jelas.” Gumam Jiyong, tersenyum pahit. Jiyong berjalan masuk kedalam , dia mengambil sebotol bir, dan meneguk perlahan sambil menyaksikan kedekatan antara Hyori dan Ryan. “Patah hati dan cemburu itu kombinasi yang indah sekali ya.” Racau pikiran Jiyong. Ia sendiri merasa seperti orang bodoh, atau makhluk halus. Tinggal satu hal yang ada dalam isi kepalanya saat ini, dia akan pergi dari pesta.

 

 

 

__________

 

“Hyori !” panggil Ryan.

Gadis manis itu mengalihkan perhatian sebentar, dia bermaksud mencari Jiyong yang hilang tiba-tiba dari pesta. “Ah, iya?”

“Bisa ikut denganku sebentar?”

Hyori terkesiap. Jantungnya kembali berdetak kencang. Mungkinkah Ryan juga ingin mengatakan hal yang sama dengan Hyori?

“Ok.” Jawab Hyori singkat, berusaha menghilangkan rasa gugup.

Ryan mengajak Hyori keluar rumah, disana ada seorang wanita cantik menunggu mereka. Wanita berwajah asia, sama dengan mereka. Firasat Hyori berubah tidak enak, “Siapa ini  Ryan?” bisik Hyori.

Ryan tersenyum, saat wanita itu menghampiri mereka. “ Kenalkan Hyori, ini Jane. Dan Jane, ini Hyori sahabat ku.”

“Choi Hyori, senang bertemu dengan mu.” Sapa Hyori ramah.

“Hai Hyori, aku sudah dengar banyak tentang mu dari Ryan. Aku Jane Christine, tunangan Ryan. Senang bertemu dengan mu juga, Hyori.”

Tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar, Hyori mencoba untuk mengklarifikasi lagi. Mungkin saja ia salah dengar. “Maaf, tapi kalian sudah bertunangan?”

“Oh, I’m sorry Hyori ! Aku tidak memberitahu mu, karena kita juga hilang kontak satu sama lain, jadi aku pikir akan lebih menyenangkan jika aku simpan ini sebagai surprise di malam natal. Jangan marah ya.” Ryan bergaya memohon maaf kepada Hyori.

Hyori tertawa kecil, “Haha, It’s ok Ryan. Malah aku akan marah kalau kau, tidak mengundangku saat pernikahan kalian nanti.”

Hyori menutupi semua itu, dia tidak mungkin jujur disaat seperti ini. Dan soal pernyataan perasaan dia terhadap Ryan, mungkin dia akan segera melupakan itu.

 

 

 

_____

 

 

 

Dia berjalan lunglai, keluar dari rumah Ryan. Saat ini Hyori merasa hal terbaik yang dilakukan adalah menjauhi Ryan sementara. Tanpa tahu kemana dia akan pergi sekarang, Hyori hanya ingin sendirian melepas semua rasa sedih. Tak ada lagi hal menyenangkan bagi Hyori saat ini, semuanya kelihatan suram dimata gadis berambut pendek ini, rasanya sia-sia saja semua yang telah ia lakukan, rambut, make up, dress, bahkan sepatu cantik dari Ji.  Dan dia juga tidak memperdulikan jika ada orang mengikuti dari belakang. Hyori ingin sendirian malam ini, malam natal ini adalah natal terburuk yang pernah ada. Ia ingin segera kembali ke Korea saja rasanya. Pandangan Hyori kabur, semua karena air mata yang tak henti keluar . Di bukanya sebotol champagne, Ia pikir dengan sebotol champagne itu dia bisa sedikit melupakan natal terburuk ini.

Mungkin sebotol champagne itu telah berhasil membuat sebuah senyum manis di wajah Choi Hyori, dia kini menertawakan betapa tragis kisah cintanya.

“Mau sampai kapan kau seperti ini?”

Ada tangan seorang laki-laki menyambar botol champagne milik Hyori, “Bukan ini caranya, kau harus merelakannya Hyori-yaa.”

“Tahu apa kau? Kau itu siapa? Dengar ya, kau itu bukan siapa-siapa ku jadi jangan campuri urusanku. Dasar orang asing. Jangan sok akrab dengan ku!”

Jiyong terdiam mendengar perkataan Hyori, dia melihat sekilas botol apa yang diambil Hyori. Sedikit terkejut, karena Hyori bukan mengambil champagne tetapi tequila. Pantas saja dia menjadi begini padahal baru seperempat botol, pikir Jiyong.

Ditariknya Hyori, “Sudahlah, kau harus pulang sekarang. Kau benar-benar mabuk Hyori.”

“YA! LEPASKAN AKU!!” Hyori menjauhkan diri dari Jiyong. Lalu dengan menunjuk wajah Jiyong dia mulai menumpahkan segalanya kepada Jiyong.

“Kau, kau, kau itu tidak tahu apapun ! Kau tidak merasa apa yang kurasa, apa yang kau tahu memang? Tidak tahu kan? Dasar pecundang…” Jiyong pun memutuskan untuk kembali diam dan mendengarkan Hyori. “..aku, aku yang tahu apa yang kurasa saat ini. Aku patah hati kau tahu? Ah.. kenapa malam natal ini indah sekali.. aku patah hati, aku tidak bisa kembali ke Korea, dan aku harus terjebak bersama orang menyebalkan seperti mu!! MY LIFE SO PERFECT NOW! AKU BENCI KAU! AKU BENCI SEMUANYA!”

“Cukup Hyo-“

Telunjuk Hyori menempel di bibir Jiyong, “Ssshh! Diam sayang, aku belum selesai bicara. Aku tidak suka disela. Kau tahu apa soal ku, huh?! Aniya..kau tidak tahu apa-apa. Hey, Ji.. kau tidak bisa menjelaskan bagaimana rasanya patah hati di hari bahagia seperti ini kan? HAHAHA tentu saja kau tidak tahu, kau tidak merasakannya. Aku, aku Ji yang merasakannya.. sudah lama aku menyukai dia lalu dia sudah punya tunangan! Ah, kenapa aku terlalu beruntung hari ini!!”

“Aku tahu rasanya.”

“Huh?”

Kedua tangan Jiyong mencengkram bahu Hyori, saling mendekatkan tubuh mereka dan menautkan bibir Hyori dengannya.

“Choi Hyori, aku mencintaimu. Terserah kau mau bilang aku ini gila atau apalah, aku tidak peduli. Aku hanya ingin kau tahu, aku juga mengalami perasaan yang sama dengan mu ! Dan aku jatuh cinta padamu !”

Saranghae Hyori.”

 

-tobeco-

====================

Ps : AAAAAAAAHHH!!! MIANHAEE…. eugh kenapa ini telat banget rilisnya.. macam nunggu BigBang comeback dua tahun lamanya. Hehe.. *Peace goya unnie*

Advertisements

3 thoughts on “Lost -Chapter 2-

  1. somepeopleareold says:

    AFTER AGES, FINALLLYYY XD
    Thank you tika!

    Well, its predictable waktu ngeliat nama Ryan Higa, i was like, hahaha akhirnya nama Ryan dimasukin juga. Walau disini dia orang nya percaya sama hal mistis LOL tapi its okay. Jarang-jarang ada yang masukin Ryan Higa di FF 🙂
    I have one question tik. Waktu Gd sama Hyori ke butik, mereka pake uang siapa ya?Secara mereka kan melarat disana. Dan itu Gd manfaatin situasi banget ya buat nyium Hyori ==” kira-kira dia di tinju Hyori ngga ya? XD secara, Hyori antara sadar dan tidak soalnnya. Next part bakalan seru ni kayanyaa di tunggu lanjutannya ya. Jangan lama2 lagi ya tik (kalau bisa) hehehe ❤

    Like

    • KimsKimi says:

      hahah.. setelah sekian lama akhirnya ya kan unn..

      yah.. predictable ternyata. tapi gapapa lah..yang penting unn suka ^^

      eum… uang seunghyun aka tabi, kan hyori udah telfonan ama seunghyun, jadi ya dikirimin gitu deh ama seunghyun ahahaha.

      gd mah gitu orangnya unn suka cari kesempatan banget.. ahahaha

      hm.. ya semoga ga lama lagi chap tiga atau yang terakhirnya hehe.. ^^ Thx unn

      Like

  2. somepeopleareold says:

    Udah pasti dong suka 🙂 secara ada Ryan di dalamnya LOL
    Oh okey, jadi Hyo ri minta uang abangnya ya buat shopping. What a good idea
    Kapanpun dirimu publish aku akan menunggu dengan setia tik !
    Go go go tika.
    Anyway, i have something to discuss with you
    so lets move to line for awhile ok?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s