Stolen Kiss (DC Story)

stolenkiss

 

 

Cast : Ofc As Usual (Daesung + Mi Chan)

Adding Cast : Kim Jae Rim and Shin Yong Joo

~Stolen Kiss~

“Mi Chan !” “Jae Rim !”

Seru kami bersamaan. Ya, sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan Jae Rim. Apa lagi Jae Rim dan aku tinggal berjauhan sekarang, tapi Jae Rim akan liburan musim panas bersama ku di Mokpo. I’m so Happy !

“Hey, Shin Mi Chan! Jadi bagaimana kabar yeobo mu ?”

Please. JANGAN UNGKIT DIA LAGI !!

Wew, kalau saja aku bisa berkata seperti itu kepada Jae Rim. Kalau saja. Entah kenapa, tapi yang jelas untuk saat ini aku sangat malas untuk mengungkit tentang namja sipit itu. Jujur, aku kesal dengan Daesung oppa. Bagaimana tidak, sekarang tinggal kami sudah berjauhan bahasa kerennya sih kami sedang Long Distance Relationship .

Aku berada di Mokpo, untuk melanjutkan kuliah sambil membantu usaha perkebunan milik keluarga, dan… Daesung oppa masih sibuk dengan tour konser, variety show, dan promosi albumnya di Jepang . Kami hanya bertemu sekali, itu juga waktu tahun baru kemarin, haha.. aku habis-habisan mengeluarkan unek-unek ku kepada Daesung oppa. Pikir saja, saat itu dia sedang membuat MV baru untuk lagu keduanya “I LOVE YOU”, dan kalian para VIP khususnya Jokers pasti tahu kan adegan terkutuk itu? Ya, kissing. Memang tidak lama sih, mungkin ada sekitar lima detik. Aku tidak mempermasalahkan itu sebenarnya, yang kupermasalahkan cuma sepuluh kali take untuk adegan itu. Sepuluh kali?!

Cih, aku saja yang pacar resminya tidak pernah, tapi ini dengan gadis lain dan sepuluh kali ! Untungnya aku tidak mau terlalu ambil pusing soal itu, idola harus professional bukan?

“Aku sedang malas membicarakan dia Jae Rim-ah, ayolah langsung kerumah ku saja yuk! Yong Joo oppa, sudah menunggu kita.”

Mendengar nama Yong Joo oppa, membuat Jae Rim salah tingkah, dia segera mengaduk isi tasnya mencari kaca dan lip balm. Aku sih tidak heran dengan tingkahnya ini, Yong Joo oppa is her first love.

“Jae Rim-yaa,”

Ne?”

“Kau masih berniat jadi kakak ipar ku ya?”

Dia bersikap seolah lupa dengan apa yang barusan ia lakukan, “Haha, jika punya adik ipar seperti mu pasti menyebalkan sekali. Yong Joo oppa cuma cinta masa kecil saja, aku sudah punya TOP oppa sebagai calon suami ku.”

“Begitukah? Wah kalau begitu sayang sekali, Yong Joo oppa bilang padaku.. dia kangen denganmu.”

Seketika Jae Rim menyambar langsung tanganku, sehingga salah satu tasnya terlepas dari peganganku. Dari binar mata Jae Rim aku sudah tahu sesuatu, seorang Kim Jae Rim akan terus mencintai Shin Yong Joo. “Kidding.”

Jae Rim terheran, “Aku tidak mengerti, Michan-yaa.

Aku pun tersenyum jahil, “Sorry Jae Rim honey, I’m just kidding.” Aku segera kabur, masuk kedalam pekarangan rumah ku, sementara Jae Rim ikut mengejar ku layaknya Tom dan Jerry.

 

______

 

 

 

-Midnight at Mi Chan house-

 

“Beep Beep

From: Oppa Sipit >.<

I’m Back. I miss you.  

 

Ini sms dari Daesung oppa empat jam lalu. Aku tidak tahu harus membalas apa, karena sedang kesal dengan Daesung oppa mungkin aku hanya membalas beberapa kata saja.

 

To: Oppa Sipit >.<

Hm..

 

From: Oppa Sipit >.<

Hanya “Hm..” ? Jahat sekali T.T

 

To: Oppa Sipit >.<

Pikiran ku sedang kosong oppa, aku tidak tahu ingin membalas apa lagi

 

From: Oppa Sipit >.<

Ya, Tapi bisa balas kata-kata romantis sepertiku kan?  Tidak kangen ya 😦 

 

 

To: Oppa Sipit >.<

I miss you too oppa.. Sudah ‘kan?

 

From: Oppa Sipit >.<

(━┳━ _ ━┳━)

 

To: Oppa Sipit >.<

Kenapa lagi ?

 

From: Oppa Sipit >.<

Aku kedinginan. Ingin makanan hangat, jadi antarkan untuk ku ya.

 

To: Oppa Sipit >.<

Hah? Antarkan? Oppa bercanda ya?

 

From: Oppa Sipit >.<

Tidak, aku serius. Cepatlah, aku membeku sebentar lagi sepertinya.

 

To: Oppa Sipit >.<

Daesung oppa, hentikan candaan oppa. Tidak lucu tahu !

 

From: Oppa Sipit >.<

Hey, aku tidak sedang bercanda. Sekarang lihat ke pintu pagar rumahmu.

 

Apa Daesung oppa benar-benar ada disini? Ah, masa dia ada di Mokpo sekarang? Setahuku dia ada jadwal di Jepang kan. Rasa penasaran ku tinggi sekali, tapi aku yakin Daesung oppa hanya mengerjaiku.

 

 From: Oppa Sipit >.<

Aku mati kedinginan disini, Shin Michan ! Ppaliwaa!

 

Omo! Aku tidak percaya dia serius, ah akan ku coba keluar. Awas jika Daesung oppa membohongi ku, akan ku-…

Oh my god !”

Sinar lampu mobil terus berkedip dari kejauhan, mungkinkah itu benar-benar Daesung oppa?

 

 

Sebelum pergi kupastikan tidak ada yang mengikuti ku, bisa bahaya jika ada yang mengikuti ku dari belakang tengah malam seperti ini. Aku rasa seluruh penghuni rumah sedang menonton televisi bersama dan Jae Rim..yah, aku yakin dia tidak akan mencariku karena perhatiannya hanya tertuju pada Yong Joo oppa saat ini.

 

_______

 

 

BLAM

“Dasar oppa aneh.”

Daesung oppa membelalak kaget, “Haish! Kenapa aneh? Oppa kan datang untuk mu. Dan dimana makanannya?”

“Makanan apa?”

Oppa kan tadi kan pesan untuk membawa makanan. Oppa kelaparan disini.”

Aku meringis, “Untuk apa oppa ke Mokpo? Harusnya oppa ada di Jepang kan? “

“Ah.. itu karena aku kangen dengan mu, lalu..aku juga kabur dari jadwalku. Tapi ini untuk sehari saja, jadi mereka pasti tidak terlalu kecarian.”

Dia menunjukkan senyum manisnya dihadapanku, lalu apa Daesung oppa pikir aku tidak akan memarahinya karena hal ini? Haish kenapa dia begini sih, harusnya dia mementingkan pekerjaannya itu. Aku takut pihak managernya curiga pada dia. Dan aku benci sekali dengan sikapnya ini, karena aku tak bisa marah padanya.. senyumnya terlalu manis.

“Lalu kalau kau tidak bawa makanan, oppa bagaimana sekarang?”

“Hm… Ah! Bagaimana dengan makan tteokbokki? Aku tahu dimana tteokbokki yang enak. Biar aku yang memesan dan kita bisa makan di mobil sambil menikmati pantai Mokpo.”

Sekarang Daesung oppa tersenyum senang, dia mengacungkan jempol khasnya itu di depanku, “Ooh! Maksudmu kita akan berkencan di mobil? Car Dating? Daebak!

“Hahah.. tentu saja daebak, kalau tidak jangan panggil aku Shin Michan.”

“Hoo.. mwoya? Sombong sekali nona Shin sekarang ini.”

Lalu kami pun tertawa bersama.

 

 

___________

Sambil melihat pemandangan pantai di depan kami, menikmati tteokbokki panas memang yang terbaik. Daesung oppa menunjukkan wajah puasnya, dia berkali-kali memuji rasa tteokbokki dan pemandangan pantai Mokpo ini.

Ya, Shin Michan..”

Ne?”

Dia mendesah pelan, “Berpacaran dengan mu ternyata sangat menguntungkan.”

“Jadi oppa memacariku, hanya karena aku membawa keberuntungan? Licik sekali.”

“Aniya, maksudku kau itu pandai sekali mencari suasana. Yah.. apalagi saat seperti ini, hm..”

Aku mendelik, “Mwo, mwoya? Oppa berpikir apa, hah?”

“Hm.. bagaimana kalau kita..”

Shireo!! Bawa aku pulang sekarang juga !”

“Aku belum menyelesaikan kalimatku, aku bilang bagaimana kalau kita tambah lagi tteokbokki nya.”

“Ternyata itu?”

Entahlah tapi ada sedikit kecewa juga sih, dan.. kenapa malah aku yang jadi berpikir macam-macam tentang ini. Aku tidak mungkin mengatakannya pada Daesung oppa sekarang, tapi memang suasana seperti ini pas sekali, tapi..argh!!

 

“Aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu, poppo?

“Huh? Aniya.. itu..itu..eum..”

Senyum simpul terlihat di wajah Daesung oppa, “Haha, tenanglah..oppa juga tidak memaksa. Sekarang lihat oppa, dan dengarkan baik-baik.”

Aku pun memberanikan diri menatap Daesung oppa, dia memang dapat diperc-

 

~Chu~

 

Caya… kyaaaaa!!!!!

Badan ku refleks menarik diri kebelakang, sementara Daesung oppa tertawa keras melihat ekspresi ku. Huwaaa.. Daesung oppa pembohong sekali.

“HAHAHAH.. astaga..astaga!! HAHAHAH! Lihat wajahmu Shin Michan, HAHAHAH”

Ku pukul tangan Daesung oppa, “Geotjimal! Oppa jahat!”

Mwoya? Aku tidak berbohong, aku hanya menyuruh mu mendengarkan, mendengarkan aku mencium mu . HAHAHAHA!”

“Ish, oppa jahat! Ini kan sama sekali tidak romantis, masa secara kejutan?”

“Jadi tidak mau secara kejutan?”

Benar, aku ingin nya secara romantis. Ya paling tidak seperti MV I Love You itu. Tapi sama sekali tidak peka dan malah melakukannya secara sengaja begini. Aku mau first kiss ku, berakhir romantis seperti di drama-drama atau film.Bukan secara kejutan seperti ini, rasanya menyebalkan sekali tidak menyenangkan.

“Memang mau yang seperti apa?”

I Love You MV? Masa first kiss ku seperti ini? Tidak ada menariknya .”

“Siapa bilang? First Kiss mu itu romantis Michan-ah.”

“Huh?”

Daesung oppa menganggukkan kepalanya, “ Ne, bahkan lebih romantis dari MV I Love You. Kita sudah melakukannya seperti dongeng putri tidur.”

 

 

Huh? Melakukannya? Bukannya yang barusan itu adalah first kiss ku? Kenapa Daesung oppa bilang melakukan? Aigoo!

Mata ku menatap tajam Daesung oppa, dan Daesung oppa seperti mengutuki dirinya sendiri.

“Daesung oppa, jadi.. oppa sudah melakukannya terlebih dahulu? HAH?!”

“Eum.. Michan-yaa, aku bisa jelaskan semuanya..eung itu..murni..”

YA ! KANG DAESUNG!!”

Tanganku menjambak rambut kebiru-biruan milik Daesung oppa, aku tidak peduli apa-apa sekarang. Aku hanya marah sekali, kenapa Daesung oppa berani sekali menciumku tanpa sepengetahuanku!

“Ah! Ampun Michan! Maafkan oppa, Michan-yaa ampun!!”

Aku tidak peduli, aku terus saja menarik rambut Daesung oppa, “Terserah!”

“Shin Michan ampuni akuuu!!!”

Dia mencengkramku, membuat jarak kami dekat sekali. Seketika aku juga melepas diri. Aku kesal sekali hari ini dan ingin menangis.

“M..Michan-yaa,”

“Hiks…hiks..hik..”

“Hhah.. maafkan oppa. Begini, oppa juga tidak tahu kenapa oppa bisa melakukan seperti itu, yah.. mungkin oppa terbawa nafsu. Mianhae..”

Dia mendekapku, rasanya hangat sekali.

“Kapan oppa melakukannya?”

“Eung.. saat ulang tahun mu ke tujuh belas kemarin. Mianhae… jangan menangis  lagi… Oppa salah memang. Mianhae panda..”

Jadi saat ulang tahun ku ketujuh belas dia merebut first kiss ku, ah.. pasti saat aku tidur. “Daesung oppa jahat.”

Mianhae.. “ Nada bicara Daesung oppa berubah, dan kenapa aku ikut merasa bersalah juga coba?

Mata kecil Daesung oppa menatap ku serius, “Ne, aku maafkan kok. Aku hanya masih merasa kaget.”

“Lain kali jangan diulangi lagi.”

“Ooh.. kalau begitu ini lampu hijau aku boleh melakukannya?” “Aww.. appo!” keluh Daesung oppa karena cubitanku.

“Tidak untuk setiap saat juga, dasar oppa mes-“

 

~I’m friends with the monster inside my bed~

“Ah..yeobseyo?

“….”

“Eum, aku sedang berjalan-jalan keluar oppa. Memang kenapa?”

“….”

Ne, aku segera kembali..arraseo, arraseo..

“ ….”

Jinca? Tapi aku pikir Jae Rim ingin mendengar tentang wajib militer oppa.

“…..”

“Hahahah..ne, aku akan pulang.”

Klik

Nuguya?”

Aku hanya menggeleng pelan, “Antarkan aku pulang oppa.

“Kau marah?”

Aniya, tadi Yong Joo oppa menyuruhku pulang. Sudah tengah malam juga, aku tidak mau Yong Joo oppa mencari kita. Bahaya..”

Dia tampak kecewa, “Hentikan itu oppa.. kita masih bisa bertemu saat aku pulang ke Seoul nanti.”

“Benar juga, gomawo untuk malam ini. Jangan marah lagi padaku ya.”

 

 

___________

 

 

Pandanganku masih menerawang dalam gelapnya kamarku.

“Hey, Michan.”

“Hm..”

“Tadi kau kemana saja?”

Aku berbalik menghadap Jae Rim. “Jae Rim-ah, first kiss itu indah sekali ya.”

Mwo?

First kiss.”

Ya! Shin Michan, kau sudah melakukannya? Dengan siapa? Kau punya pacar? Aku kok tidak tahu?”

Aish, berisik sekali sih.”

“Beritahu aku siapa pacarmu?”

“Hm… aniyaa. Aku tidak mau. Kau itu kan mata-matanya Yong Joo oppa.. hahaha.”

Jae Rim mencubiti punggungku, “Appo Jae Rim-yaa !”

“Beritahu aku, aku penasaran..”

Aniya.. sudahlah kau tidur saja. Jalja.

 

 

Terima Kasih untuk malam ini Daesung oppa. Jalja, Saranghaeyo .

 

 

 

======================================

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s