Hello April

tumblr_mkkwemyC5q1s8iculo1_500

 

Cast : Ofc As Usual (Daesung + Mi Chan)

~Hello April~

(1st April 2016, 22.00 kst)

Apa yang dilakukannya saat ini? Kenapa dia datang kerumah ku disaat seperti ini? Tidakkah berita-berita itu mengganggunya? Dan…

“Ya! Jangan habiskan popcornnya oppa!”

Melirik ku sesaat lalu kembali mengambil segenggam penuh popcorn ditangannya. Aigoo..habis sudah stok snack ku.

Ish,”

Daesung oppa benar-benar menyebalkan sekali hari ini, aku tahu ini jadwal libur kuliah tapi bukan berarti dia menetap di rumah ku seharian ini. Karena aku jadi terpaksa membatalkan semua rencana pergi dengan Jae Rim, kami harusnya berada di Saipan sekarang menyemangati para member iKon. Dan, itu gagal karena Daesung oppa menahan ku dirumah.

“Jelek, jahat, aigoo..”

Daesung oppa berbalik, mengangkat kepala ku dengan dua tangan besarnya, “Terima kasihlah pada oppa, uang mu tidak terbuang sia-sia. Jadi kau bisa menabung untuk beli album kami selanjutnya.”

Refreshing, aku ingin refreshing. Pemandangan menyegarkan bagus untuk mahasiswa tingkat akhir seperti ku, chagiya~”

“Definisi menyegarkan versi mu itu berbeda, chagiya~. Oppa tahu apa yang ingin kau lihat bersama Jae Rim di Saipan, bukan laut tapi iKon. Benarkan?”

Tuan Kang berhasil membungkam mulut ku sekarang, aku tak bisa mendebatnya lagi karena dia tahu rahasiaku, tapi darimana dia tahu aku dan Jae Rim akan melihat iKon di Saipan? Aku belum bilang padanya akan pergi ke Saipan, saat Daesung oppa sampai dirumah ku aku hanya mengeluh tentang perjalanan ku dan Jae Rim yang batal tanpa menyebutkan tujuan kami. Ini aneh.

Ku lepaskan kedua tangan Daesung oppa, “Saipan. Dapat info darimana namjachingu ku ini?”

“Selalu ada hal baik bagi orang seperti ku. Dan jangan lupa mengunci Diary mu sebelum ke kamar mandi chagiya~”

Diary?

Shin Mi Chan pabo! Kenapa kau selalu teledor dengan hal-hal penting seperti itu. Pantas saja Daesung oppa tidak ingin pulang setelah mengantar pesananku, dia beralibi sedang tidak ada kerjaan di studio dan merasa bosan jika berada di apartemen jadi memutuskan untuk menemaniku. Aku dan Jae Rim harusnya sudah berangkat dua jam yang lalu, tapi akibat pria sipit ini aku berbohong pada Jae Rim. Dia melarang ku keluar rumah dan sialnya aku tak bisa berbohong karena Daesung oppa memaksa ku untuk tinggal dan menemaninya. Ah ! Kenapa kacau rencana weekend ku !  Akibat ulah Daesung oppa, aku berhutang sup daging sapi pada Jae Rim. Tentu saja anak itu marah sekali ketika tahu aku membatalkan rencana trip kami ke Saipan, dan aku tidak mungkin mengatakan alasan ku tidak bisa pergi karena Daesung oppa menahan ku . Kim Jae Rim pasti akan heboh, karena aku juga belum memberitahu tentang Daesung oppa padanya.

Chagiya, oppa bosan.”

“Aku juga.”

“Jalan-jalan?”

Shiro.”

“Nonton film?”

Shiro.”

“Sauna?”

Shiro.”

Hah, ok..cafe?”

Shi-.”

Eumph..Kisseu. Bagaimana bisa Daesung oppa begitu saja mencium ku tiba-tiba?!!

Mwoyaa? Aish, jinca!”

Daesung oppa mengabaikan kemarahan ku, aku sedang tidak mood bercanda hari ini. Dia menyebalkan sekali, aku ingin marah tapi.. setiap aku berhadapan dengan Daesung oppa selalu ada saja yang menghalangi untuk marah. Daesung oppa licik, memanfaatkan kelemahan ku agar aku tak bisa marah padanya.

Dia tersenyum, menempelkan kedua telapak tangannya di pipiku dan kembali memberikan baby kiss.Kurae, kita bersantai dirumah saja. Ah, kita akan  merayakannya dengan chimaek. Setuju?”

Ne, Kang sajang. Lakukanlah apapun mau oppa.”

Mwoya? Masih marah? Aku kan sudah memberi hadiah padamu, jangan marah lagi chagi-

“Hadiah apa yang oppa maksud? Kisseu? Cih, oppa mesum.”

Ya, oppa..oppa hanya mau membuat mu senang. Ayolah jangan marah lagi, ok?”

Aku pergi meninggalkan Daesung oppa ke halaman depan, dia terus memanggilku sampai akhirnya mencegat tanganku ketika ingin mengambil mantel. Ekspresi wajah Daesung oppa terlihat murung, yah..aku tidak perduli. Ini hari yang buruk bagi ku. Pergi jalan-jalan sebentar bisa meringankan sedikit pusing kepala ku.

Chagiya, maafkan oppa. Ya, Shin Mi Chan.”

“Lepaskan! Ah! Jangan ganggu aku sekarang. Menyebalkan.” Seru ku ketika menjajakkan kaki keluar pintu rumah.

Dekapan hangat di cuaca malam ini sangat pas untukku. Omo! Semoga saja tidak ketahuan olehnya bisa gawat kalau kali ini juga gagal. Tidak, tidak..aku harus sukses.

“Shin Mi Chan, uljima. Maafkan oppa menyebalkan ini.”

Pelukan dari belakang yang sudah lama kuimpikan akhirnya tercapai juga. Dan daesung oppa semakin memelukku erat. Ah, ottokhe.. jantungku berdetak kencang, pipi ku memanas, sebaiknya aku sudahi saja. Bisa-bisa aku pingsan karena pelukan seorang Kang Daesung.

“A..ap..april mop!”

“Huh?”

“A..april mop!”

“Kau bilang apa?”

Kulepaskan pelukan Daesung oppa, “Happy fools day, chagiya! Aigoo..ish!

“Shin Mi Chan….” dari cara Daesung oppa memangil ku aku tahu, aku menang untuk April fools kali ini. Mana mungkin aku marah padanya, melihat senyum manis Daesung oppa saja hatiku rasanya meleleh apalagi marah itu hal paling sulit dilakukan.

Kami bergengaman tangan, dia tersenyum simpul mengeratkan pegangannya. Berciuman di udara sedingin ini juga tidak ada salahnya, suhu badan ku terasa lebih hangat ketika dia melakukannya.

“Daesung oppa, kajja!

“Eh?”

Aku masuk kembali kedalam rumah, mengambil perlengkapan penyamarannya. Ku tarik tangan Daesung oppa, “Kita jalan-jalan sekitar komplek saja, lalu beli kopi panas. Aku yang traktir.”

“Wah, Shin Mi Chan si pelit berubah jadi dermawan sekarang.”

Oppa, aku tidak pelit. Aku hemat, dan itu karena harus membayar tagihanku.”

Ne, nona muda.”

______

“Puas?”

Eum, mianhae. Oppa joahae..”

Aku mendecak sebal, “Ah, ottokhe!! Tadi itu sangat berbahaya oppa, aku takut sekali.”

“Tidak perlu takut, kita hanya melakukan hal normal bagi pasangan ‘kan?”

Plak

“Ya,”

Plak Plak Plak

Aku kembali memukul punggung Daesung oppa,“Hal normal macam apa Daesung oppa maksud? Ciuman di depan umum itu hal normal kah?”

Oppa sudah minta maaf kan? Tidak akan ada yang menyadari aku artis.”

Kurae, semua orang tidak tahu Daesung oppa itu artis tapi mereka tahu kalau Daesung oppa adalah pria mesum.”

“Mesum? Masa sebuah ciuman sekilas itu dibilang mesum, mereka hanya melebih-lebihkan saja.”

“Tetap saja itu berbahaya oppa, aku tidak mau kau dalam bahaya.”

“Bahaya seperti apa? Ketahuan berpacaran?”

Aku tertunduk, “Ne, itu bisa membuat skandal besar. Aku tidak mau merepotkan oppa.”

“Pasti berita pagi tadi meracuni kepala mu.”

Keunde, tetap saja aku panik dan takut tadi Daesung oppa.”

Dua tangan besar dan hangat itu mengangkat kepalaku, pandangan kami saling bertemu. “Jangan pernah mengkhawatirkan tentang mereka yang tidak tahu apa-apa tentang hubungan kita. Oppa juga mengerti rasa khawatirmu itu, kita hanya tidak perlu mendengarkan mereka. Satu lagi, kita berdua paling ahli dalam menyembunyikan sesuatu, bahkan sahabatmu sendiri tidak tahu kau punya hubungan spesial dengan member BIGBANG paling tampan ini.”

Mianhae, apa kita ini pasangan ninja?”

“Hahaha, mungkin.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s