Make A Wish

makeawish

Author : KimsKimi (@tikkixoxo_96)

Genre : Romance, Fluff.

Rate : G

Length : Ficlet

Cast :

  • Do Kyungsoo (EXO)
  • Kang Eun Ra

Other Cast :

  • DC Couple

CrePic: Belongs to me :)

For my Friend..Acut. Enjoy it.

~Make A Wish~

 

 

 

 

Dia itu…

Hm, sulit dideskripsikan. Mungkin karena terlalu banyaknya sifat menggemaskan dari dirinya. Terutama bagiku, dia bukan gadis biasa dia adalah gadis paling spesial untuk ku.

 

 

-Seoul, 11 Oktober 2016, 15.00 KST-

 

 

 

 

Oppa !

Oppa !

“Kyung Soo oppa !

Eun Ra tidak henti menyahuti nama namja didepannya. Dia berusaha menarik perhatian Kyung Soo yang masih fokus dengan novel terjemahan itu. Apa salahnya jika mengalihkan perhatian kepada Eun Ra sebentar, “Ya! Do Kyung Soo!” . Bahkan ketika Eun Ra memanggil Kyung Soo secara informal pun pria ini tetap tidak menggubrisnya, biasanya jika Eun Ra memanggilnya tanpa oppa saja Kyung Soo akan marah. Tapi kali ini tumben sekali Kyung Soo benar-benar mengacuhkan seorang Kang Eun Ra. Gadis ini tidak pernah merasa melakukan kesalahan akhir-akhir ini, Eun Ra memanyunkan bibirnya sambil menatap Kyung Soo tajam. Dia berdiri lalu mengambil novel terjemahan itu dari tangan Kyung Soo. “Ya! Oppa! Kalau memang aku hanya diacuhkan begini, oppa pacaran saja dengan novel ini!!” sahut Eun Ra lalu pergi dalam keadaan marah.

 

 

Sedikit kaget dengan kelakuan Eun Ra, saat Eun Ra pergi Kyung Soo hanya tersenyum simpul.

 

 

 

 

__________

 

 

 

“Dia jahat sekali Mi Chan-ah !

Mi Chan segera membawa secangkir chamomile tea dari dalam cafe tempatnya bekerja dan mengantarkan Eun Ra ke bangku di taman cafe. Selain menghindari lirikan pengunjung lain, dia juga ingin menghindarkan kegaduhan yang mungkin akan terjadi ketika Eun Ra–temannya sedang marah. Dia tidak ingin diberhentikan lagi karena hal ini.

“Tenangkan dulu dirimu, minumlah. Setidaknya kau bisa jadi sedikit tenang.”

Eun Ra pun meminum chamomile tea dari Mi Chan. Setelah merasa tenang, Eun Ra menangis didepan Mi Chan. “Hey, hey, kenapa malah menangis?”

Eun Ra masih belum menyahut.

Mi Chan menunggu agak lama untuk mendengar cerita Eun Ra, “Aku akan bercerita dirumah saja, sekarang lebih baik kau melanjutkan pekerjaan mu.”

Karena ucapan Eun Ra barusan, membuat Mi Chan memberi jitakan kepadanya. “Ya! Kau hanya datang kesini agar aku menjadi bantal menangis mu? Aish! Kau ini, mengesalkan sekali! Kau tidak tahu apa, karena kau! Aku membuang banyak waktu ku yang berharga. Menyebalkan sekali kau, Kang Eun Ra!!”

Ini bukan temannya yang biasa, Mi Chan tidak pernah semarah ini kepada Eun Ra. Hampir saja Eun Ra menangis lagi, “Menangislah sana! Aku tidak peduli!” .

Eun Ra pun segera pergi dari cafe tempat Mi Chan bekerja.

 

 

Setelah melihat Eun Ra sudah berjalan jauh, Mi Chan melirik bosnya  “Apa aku terlalu berlebihan tadi?”

 

 

 

 

 _______________

 

 

 

 

 

Langit hari ini sangat cerah, sangat berbanding terbalik dengan keadaan hati Eun Ra. Matanya bengkak akibat tangisan di café tadi. Dia heran sekali dengan kelakuan semua orang hari ini.

“Mereka menyebalkan,” gerutu Eun Ra. “Dan apa mereka semua tidak tahu ini hari special ku? Seenaknya saja memarahiku, dasar kalian semua jahat !”

Eun Ra segera mengambil handphonenya dan mulai menekan speed dial nomor duanya.

 

 

Tuut..Tuut..Tuu-

“Eun Ra-yaa, mianhae oppa sibuk sekali sekarang. Nanti oppa hubungi lagi ya..”

Gadis itu hanya terdiam mendengar jawaban dari kakak laki-lakinya. Dia menggenggam erat handphonenya, merasakan pipinya mulai memanas karena bulir air mata tidak henti membasahi pipi Eun Ra. Sesekali Ia mengusap pipi basahnya, sambil melihat kembali layar handphonenya. Gambar dirinya dan sang pacar–Do Kyung Soo memamerkan senyum mereka bersama. Berlatar di cafe tempat Mi Chan bekerja, dia ingat foto itu diambil saat merayakan keberhasilan Kang Daesung–oppanya. Malam dimana mereka semua bersenang-senang, bahkan Kyung Soo tidak pernah melepas pandangannya dari Eun Ra.

“Mereka berubah, semua tidak peduli lagi padaku. Aku benci mereka.”

“Satu-satunya musuh yang akan mengatakan hal itu, adalah diri kita sendiri.”

“Tapi mereka tidak menggubris ku sama sekali, mereka terlalu sibuk dengan dunianya.”

“Kau yakin, nak?”

Eun Ra menatap wanita tua itu. Garis-garis keriput di wajahnya seolah menunjukkan betapa banyak cerita yang sudah wanita itu alami.

“Terkadang, kita juga terlalu sibuk dengan diri kita. Mungkin saja karena ini karena ego kita.”

“Aku tidak egois, memang mereka tidak peduli lagi denganku. Jika mereka peduli, harusnya ada ucapan selamat untukku.” Eun Ra tetap bersikeras dengan jawabannya.

“Jangan sampai karena hal ini, membuat mu kehilangan orang-orang berharga. Mungkin dibalik semua ini ada kejutan indah sedang disiapkan untuk mu. Percayalah, coba untuk maafkan mereka dan tebarkan aura positifmu.”

Eun Ra menunduk sejenak, “Hm, haruskah aku mencobany-”

Wanita tua itu menghilang dari hadapan Eun Ra. Dia melihat sekeliling taman namun tidak ada siapa-siapa selain dia di bangku taman. Eun Ra menelan salivanya, lalu mulai bangkit pergi dari tempatnya sekarang.

 

 

 

________

 

 

 

 

Apa aku memang terlalu egois?

 

Kaki Eun Ra melangkah ketempat pertama yang muncul dalam pikirannya. Suara kerincing bel cafe bergaya Eropa ini menyambut kedatangan Eun Ra. Matanya mencari sosok gadis tinggi dengan cepol rambut, sayangnya orang yang dicari tidak muncul.

Agashi, Shin Mi Chan sudah pulang lebih awal. Dia sedang tidak sehat hari ini.” Sahut seorang pria dengan name tag ‘Lay’ .

“Aah, gamsahamnida informasinya.” Ucap Eun Ra dengan nada kecewa.

Padahal Eun Ra ingin minta maaf karena sudah membuat Mi Chan kesal, tapi ternyata dia juga tidak peka dengan kondisi Mi Chan. Dia merasa sedikit menyesal, dan berpikir apa Daesung tahu tentang pacarnya sekarang. Eun Ra kembali mencoba menelpon oppanya.

 

 

Tuut..Tuut..Tuut..

Tuut..Tuut..Tuut..

‘Nomor yang anda tuju sedang sibuk’

 

 

 

Sekali lagi Eun Ra mencoba menelpon Daesung.

 

 

Tuut..Tuut..Tuut..

Tuut..Tuut..Tu-

 

 

Ne, ada apa Eun Ra-yaa?”

Oppa, eodiya?

Mianhae, oppa sedang rapat sekarang. Nanti oppa telepon kembali.”

 

 

Klik

 

 

 

Dia mencoba berpikir positif dan tidak membiarkan emosi mengambil alih kendali dirinya. Bisa saja Daesung memang sedang sibuk sekali. Eun Ra menatap handphonenya, “Haruskah aku menghubungi dia? Ah, tidak, tidak.. aku terlalu malu untuk minta maaf pada Kyung Soo oppa. Lebih baik aku pulang kerumah saja, besok pasti jadi hari yang lebih baik, Kang Eun Ra fighting!

 

 

 

 

 

_________

 

 

 

 

 

Ketika berusaha menjauhkan semua pikiran negatif itu, Eun Ra terus teringat dengan wanita tua yang menyadarkan dirinya. Dia penasaran kemana perginya wanita itu, memberi sebuah saran lalu tiba-tiba menghilang. Bulu roma Eun Ra terasa berdiri, dia bergidik ngeri dan mulai membayangkan jika yang diajaknya bicara ditaman tadi adalah hantu atau sejenisnya. Tanpa halangan Eun Ra berlari kencang menuju rumah, dia takut jika wanita tua tadi mengikutinya. Setibanya dirumah, langsung saja dia masuk dan mengunci pintu.

“Sial sekali aku hari ini, dan kenapa aku malah memikirkan ahjumma tadi. Hiii.. mengerikan.”

 

 

CTAK

Lampu menyala dan..

 

SURPRISE !!!

Kang Eun Ra terpaku melihat tiga orang yang Ia pikir egois berada di ruang tamu dengan senyum lebar serta sorakan ramai dari mereka.

Saenggil Chukkae adikku sayang. Maafkan oppa, sebenarnya oppa tidak bermaksud menolak telepon dari mu. Tapi calon adik ipar ku ini terus memaksa agar rencana kami berjalan mulus.”

Mi Chan turut mengiyakan, “Jika kau mau marah atau meledakkan emosimu jangan padaku. Dia otak rencana jahat ini, aku dan Daesung oppa hanya mengikuti arahan saja. Kami tidak berdosa.”

Ya! Jangan limpahkan semua padaku, kalian juga bagian rencana ini. Mianhae chagiya, aku cuma ingin membuat kejutan berbeda di hari ulang tahun mu. Jangan marah ya..”

Eun Ra tetap diam, tangannya memilin pita dress polkadotnya .

Kyung Soo mendekati Eun Ra, “Aku keterlaluan, ya? Apa kau tidak suka dengan pesta kejutan ini?”

“……”

“Maafkan kami Eun Ra-yaa. Kami tidak tahu kalau kau akan kecewa, dan ka-”

Daesung dan Mi Chan ternganga begitu melihat wajah Kyung Soo penuh dengan krim kue ulang tahun yang sedang dipegangnya. Lalu mereka memperhatikan ekspresi wajah Eun Ra berubah drastis, gadis itu kembali tersenyum ceria bahkan tidak dapat menahan tawanya. Dia senang sekali dapat balas dendam kepada pacarnya. Ketika Eun Ra hendak mengoleskan krim diwajah Mi Chan dan Daesung, keduanya segera kabur.

Ya! Ya! Ya! Berhenti kalian disitu, aku juga akan balas dendam pada Daesung oppa dan Mi Chan. Karena sudah membuat Kang Eun Ra menangis didepan banyak orang.”

“Huh? Kenapa bisa begitu?”tanya Mi Chan bersembunyi dibalik punggung Daesung.

 

“Ceritanya panjang. Yang penting aku ingin balas dendam pada kalian, dasar makhluk-makhluk jahil! Awas kalian!”

 

 

 

 

__________________

 

 

 

 

Chagiya, apa yang terjadi padamu hari ini? Sepengetahuanku, Kang Eun Ra pacar dari Do Kyung Soo..sulit untuk mengembalikan mood buruknya. Tapi dengan kejadian barusan, aku merasa telah terjadi sesuatu pada pacarku yang manis ini.”

Kyung Soo mengelus pelan kepala Eun Ra yang sedang duduk dipangkuannya. Pandangan mereka bertemu, Eun Ra hanya membalas dengan senyum.

“Beritahu aku, chagiya~

“Eum..entahlah. Ada suara baik hati terdengar olehku, terima kasih padanya karena telah menyadarkan ku.”

“Itu jawaban teraneh yang kudengar darimu hari ini.”

Eun Ra dan Kyung Soo tertawa kecil, sambil menikmati malam penuh bintang. “Karena kuenya telah hancur, kau sampai kehilangan kesempatan mu untuk membuat make a wish. Di hari lahirmu harusnya jangan melewatkan kesempatan membuat make a wish.”

“Memangnya Kyung Soo oppa ingin aku membuat make a wish apa?”

“Hm..hubungan kita?”

“Aku merasa tidak ada hal spesial dalam hubungan kita.”

Oppa sudah bilang, jangan marah lagi ‘kan?”

Giliran Eun Ra membuat Kyung Soo merasa sedikit kesal, “Mwolla,

“Kang Eun Ra..”

Ne?

~Chu~

“Kyung Soo oppa, nakal!”

“Aku ‘kan nakal hanya untukmu chagiya~

“Ish, berhenti menggodaku.”

“Jadi apa isi make a wish mu?”

Gadis itu tersenyum simpul penuh rahasia kepada Kyung Soo. Ia mengalungkan tangannya di leher Kyung Soo, lalu mendekatkan wajahnya pada Kyung Soo.

“Tetap mencintaimu, Do Kyung Soo.”

 

 

 

 

 

______________________

 

 

 

 

 

Side Story

 

Oppa, kalau aku jadi Eun Ra. Rencana ini tidak akan bekerja untukku.”

Wae?

Mi Chan berpikir sejenak, “Karena aku lebih pintar dari oppa, jadi aku selalu bisa menebak pikiran Daesung oppa.

Aigoo, gadis ini.. Ku beri pelajaran baru tahu rasa.”

Uuh.. aku takut.”

Daesung menatap aneh pacarnya, “Jangan protes kalau aku bilang ingin menikah sekarang.”

Dan Mi Chan pun terdiam.

 

 

 

========================================

Agak kurang feel sepertinya… 😦

 

Advertisements

3 thoughts on “Make A Wish

  1. chanyb says:

    “Aku ‘kan nakal hanya untukmu chagiya~” kyah~ Do gombalny manis bgt… Tikaaaa wassap udh lma gak blog walking maklum sok sbuk XD. critany manis suka deh waktu si dae blang mau nikah skrang :3

    Like

    • KimsKimi says:

      chan unnnieeeeeeee!

      LONG TIME NO SEE UNNNIEEE!!!!!

      apa kabar ini? kaget banget pas tau notif nya ternyata dari unnie, astaga unn… KANGEN BANGET !!! kemana aja sih unn…;'(

      iya ini tumben bisa bikin ff exo romantis padahal aku bikinnya maksa ini.. tapi masih manis juga ternyata..
      dae kan gitu unn suka bikin gregetan..

      unn.. diriku kangen banget lah ama cerita unniee.. apalagi yang egmt… pengen banget baca cerita keabsurdan hidup jidi gimana… tapi unn.. fighting ya.. buat kita yang suka sok sibuk ini.. hohoho 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s