Osaka Trip (DC Story-Dae Side)

osakatrip

 

Cast :  Kang Dae Sung BIGBANG + Shin Mi Chan

Adding Cast : Seungri BIGBANG

Author : KimsKimi (@tikkixoxo_96)

~Osaka Trip~

 

 

 

-Yanmar Stadium Nagai, 31 Juli 2016-

Aku bisa melihat kerumunan fans mulai memenuhi area luar stadium. Cukup menyenangkan bisa melihat antusiasme tinggi dari para fans di hari terakhir kami mengadakan konser di Osaka. Mengingat sebentar lagi kami juga akan kembali ke Jepang, dalam waktu dekat ini untuk mengadakan konser anniversarry BIGBANG. Mini bus BIGBANG pun sampai di pelataran parkir dalam stadium, aku kembali megecek handphone ku sebelum masuk kedalam ruang ganti di stadium.

Kenapa masih belum ada?

Hhh.. aku tidak mengerti, sampai dengan siang ini aku masih belum bisa menghubungi dia. Padahal dua hari lalu dia bisa dihubungi, bahkan semalam sore aku dan dia tertawa lepas via telepon. Hal-hal seperti ini yang kadang membuatku cemas, pasalnya ketika aku mencoba menghubunginya ketika kami sudah kembali ke hotel, dia tidak bisa dihubungi via apapun. Aku kehilangan kontak dengan si gadis panda itu.

Kemana dia? Apa dia ketiduran? Atau mungkin dia terlalu sibuk bermain dengan kucing-kucingnya hingga lupa, bahwa ada seseorang yang menunggu kabar dari dia disini?

Memang bukan sebuah kewajiban utama dalam hubungan kami untuk saling mengabari, aku  juga sering lupa memberi kabar dan untungnya Mi Chan tidak pernah mempermasalahkan itu. Tapi setidaknya dia bisa mengirim sms, agar aku tahu kalau dia baik-baik saja. Karena, aku teringat dengan percakapan terakhir kami semalam, suara Mi Chan tidak seperti biasanya. Aku takut dia terkena flu musim panas, anak itu terlalu rentan penyakit jika sudah masuk musim panas.

Hyung ! Ayo kita naik ke stage!”

Panggilan Seungri membuyarkan lamunanku. Segera aku menatap kembali diriku di cermin, lalu mengejar para anggota lain yang sudah berada di belakang stage.

_______

Konser hari ini berjalan dengan lancar, memperhatikan sebagian besar VIP Jepang berada memenuhi stadium ini adalah hal paling menyenangkan untuk ku. Mood ku membaik karena bisa menghibur para VIP disini. Seusai kami semua bernyanyi dan memberikan sesi mc sebentar, kini giliran Jiyong hyung yang akan mulai dengan solonya.

“Mi Chan ada disini, hyung.”

Aku menatap layar handphone ku yang kosong sambil menggumam, “Hm..ya. Dia disini.”

Satu detik.

Dua detik

Tig-

“HAH?! Apa, apa yang barusan kau bilang?!”

Hyung !!”

Ya! Tadi kau bilang apa?!”

“Tenanglah hyung. Jangan buat kita seolah bertengkar disini, dan tolong kecilkan volume suara hyung. Semua staff bisa datang kemari jika mendengar hyung, ini masih bersifat rahasia bukan?”

Ugh, Lee Seunghyun! Ini bukan waktu yang tepat.

Dia benar, aku harus tenang. Jika aku sedikit heboh, semua orang disini akan tahu tentang hubungan asmara ku dengan seorang fans.

Ku hadapkan Seungri kepadaku, menatap mata berlingkaran hitam itu secara dalam dan-

“Daesung Hyung..”

“Ah, ne. Jadi, tadi kau bilang sesuatu tentang Mi Chan kan?”

Dia mengangguk.

“Lalu, apa itu?”

Seungri tidak berbicara apapun. Dia kembali pada handphonenya, lalu menunjukkan ku gambar seorang gadis memegang lightstick dan popsicle biru di kedua tangannya. Aku mengenalnya. Shin Mi Chan ada di Osaka.

“T..Tu..Tunggu! Ini, ini bukan postingan tahun lalu kan?”

Hyung bercanda? Kita tidak mengadakan konser pada sore hari tahun lalu. Ini jelas sekali sekitar tiga puluh menit lalu, dan dia menyebarkannya di akun sns temannya. Wah..pacarmu terlalu pandai membuat kejutan hyung.”

“Maksudmu?”

“Mi Chan pasti sengaja memutuskan kontak dengan hyung sejak semalam, dan ternyata dia ingin memberi hyung kejutan dengan datang menonton konser hari terakhir kita di Osaka. Aku jadi iri.”

“Akan kucoba menelponnya ke nomor Jepang milik Mi Chan.”

Tuut..Tuut..Tuut

Dia masih tidak mengangkat juga. Aku menutup wajah, dan mengacak rambutku.

Hyung..tolong jangan terbawa perasaan. Tidak mungkin Mi Chan mengangkat telepon mu.”

Wae?

“Hh.. Kang Daesung-nim. KITA SEDANG KONSER ! Bagaimana Mi Chan akan mengangkat telepon mu kalau diluar sana dia sedang melihat GD dan TOP hyung bernyanyi dengan meriahnya. Mi Chan pasti mengabaikan teleponmu, dan lagi.. kita harus bersiap naik keatas panggung untuk perform kita selanjutnya.”

“Tap-”

Seungri menaruh kedua tangannya di pundak ku, “Kalian pasti akan bertemu sehabis konser. Tenang saja.”

______

-Stadium Backstage-

Dasar gadis panda si pembuat masalah. Tidak tahukah sudah berapa banyak air mineral yang ku minum karena aku begitu mencemaskanmu. Hampir saja aku ingin memesan tiket untuk pulang duluan dari member yang lain, karena ingin segera menemui mu. Kalau saja Seungri tidak memberi tahu ku, mungkin aku sudah berada di depan halaman rumah mu dalam beberapa jam kedepan dan berdiri diam layaknya orang bodoh tanpa mengetahui kalau ternyata pacar ku datang mengunjungi ku sekarang.

Tuut..Tuut..Tu-

“… Moshi-moshi.. Shin Mi Chan desu..”

“YA ! Gadis panda!”

“Ups..ada tuan yang sedang marah.”

Aku tersenyum mendengar candaannya, “Aku butuh penjelasan.”

“Mwo? Tentang apa? Osaka?”

“Hm..”

“Akan kukirim alamatnya kepada mu, chagi. Kita bertemu disana satu setengah jam lagi, ok?”

“Eh?”

“Maaf aku sedang mandi sekarang, jadi nanti kita bertemu disana ya.. Bye.”

Dia menutup teleponnya terlalu cepat sampai aku tidak sem-

Bayangan Mi Chan yang berbicara dengan ku saat sedang mandi sedikit membuat…Astaga, apa yang kupikirkan!

Lebih baik aku menelpon Seungri saja, mungkin dia mencarikan sebuah mobil untuk kupakai. Shin Mi Chan, tunggu kedatangan pacarmu yang tampan ini .  Kita akan berkencan di Osaka malam ini.

______

-at Lawson’s 20.00 pm-

Seingatku, saat di telepon tadi Mi Chan berkata tentang satu setengah jam tapi sudah dua jam aku menunggu. Meskipun aku sempat ikut dengan Jiyong hyung untuk makan dulu, karena Mi Chan sendiri sampai sekarang belum juga menampakkan diri. Apa wanita selalu suka membuat seorang pria menunggu? Lagipula dia kenapa lama sekali? Aku sebenarnya tahu rute jalan ini, dan minimarket ini dekat dengan penginapan punya bibi Mi Chan. Ya, aku memang bisa saja datang ke tempat bibi Mi Chan tapi itu terlalu beresiko. Belum lagi Mi Chan tidak datang ke Osaka sendiri seperti biasa. Dia bersama Jae Rim–sahabatnya. Aku hanya berusaha menjaga hubungan Mi Chan denganku tetap aman, jangan sampai kami ketahuan oleh publik karena bisa saja itu mengancam hubungan kami.

Ah, ponselku berdering.

Klik

“Hm..”

“Eodiya?”

“Di tempat yang sudah kau janjikan. Kau sendiri dimana Mi Chan-ah?”

“Aku di dalam minimarket. Aku tidak melihat oppa.”

“Tunggu aku disitu, ne?”

“Ne, chagiya..”

Klik

Aku keluar dari mobil, sambil memakai kacamata palsu ku. Dari luar aku melihat gadis panda itu sibuk memilih minuman, tidak jauh darinya dua orang pria berdiri dibelakangnya. Aigoo!

“Mi-Chan!” ku panggil Mi Chan menggunakan dialek Jepang  ku.

Dia menoleh, “Huh?”

Aish, wajar saja dua pria itu mengikuti Mi Chan. Dia memakai blus pink oversized dipadu bandage skirt biru pastel yang sedikit pendek dan riasan ala trend jepang saat ini.

Ikimashou.” Tangan ku menarik Mi Chan keluar dari minimarket itu, dan meninggalkan dua pria mesum itu. Aku yakin kalau aku tidak segera datang, mereka pasti akan berbuat macam-macam dengan Mi Chan.

Oppa.. kita mau kemana?”

“Menurutmu kemana?” tanyaku tanpa mengalihkan sedikit pun perhatian dari jalanan. Kalau ditanya, aku juga tidak punya ide mau kemana kami pergi.

Oppa marah?”

“Hm..”

Mianhae, aku tidak bermaksud membuat oppa marah. Aku cuma ingin melihat BIGBANG di hari terakhir konser di Osaka. Sudah lama juga aku tidak menonton konser BIGBANG lagi sejak…”

“Hm?”

“Sebenarnya aku juga lupa kapan terakhir kali menonton kalian. Apa MADE Seoul itu yang terakhir ya? Tapi Inkigayo aku hadir, jadi.. entahlah.”

Aku tertawa dibuatnya. “Ya! Jangan pernah keluar dengan riasan model itu lagi, oppa tidak suka.”

Omo! Oppa tidak suka? Aah, padahal banyak sekali pengunjung pria di penginapan bibi ku bilang aku cantik dengan riasan ini.” Mi Chan mulai membuat candaan denganku, dia berulang kali mengedipkan matanya seperti gadis centil.

Ya, ya, ya! Oppa bilang jangan, oke!”

“Kalau begitu, aku juga tidak suka oppa menunjukkan dada Daesung oppa di hadapan ribuan fans .”

“Dasar gadis panda, aku gemas melihat mu itu. Itu hanya fan service chagiya.”

“Baiklah, punyaku adalah guest service.”

Aish,jinca!

Aigoo..

Mi Chan berusaha membuatku terus tertawa sambil menyetir. Aku rasa aku sudah tahu kami ingin kemana.

Kaiyukan Aquarium, Osaka-

“Mi Chan-yaa..”

Ne?”

“Mau berkencan dengan oppa lagi disini?”

Mi Chan menatap sekeliling kami, “Tapi, bukannya tempat pembelian tiket sudah tutup?”

“Tenang saja, tidak ada yang tidak bisa oppa lakukan. Lihat dan perhatikan baik-baik.”

Aku berjalan menuju loket tiket, dan memang mereka sudah tutup. Sebagai gantinya aku mulai mengetikkan sesuatu di handphone ku, lalu menunjukkannya kepada si petugas loket. Dia tampak terkejut, langsung saja petugas pria itu mengeluarkan dua lembar karcis untuk ku. Saat ingin ku bayar, petugas itu hanya menggelengkan kepala. Ternyata trik ku berhasil.

Kulambaikan dua karcis itu dihadapan Mi Chan, dia kelihatan bingung kenapa aku senang sekali. “Oppa! Itu sungguhan?”

Aku mengangguk, “Ayo kita masuk, yeobo.

“Eeh?”

Oppa bilang kau adalah istri oppa, dan sedang mengandung. Lalu keinginan mu adalah melihat Aquarium yang indah.”

Aku terus mengeratkan gandengan ku, “Ya! Aku belum mau menikah secepat itu.”

“Tidak mau menikah dengan oppa?

“Aku menunggu pangeran ku..”

“Dan, Kang Daesung lah pangeran mu.” Aku dan Mi Chan saling melempar senyum dan mulai bergandengan tangan.

****

Kami berdiri melihat betapa indahnya Kaiyukan Aquarium, Mi Chan terpana melihat banyaknya ikan-ikan melewatinya. “Aku jadi ingat empat tahun lalu, disini kencan kedua kita kan, chagiya?

“Iya, disini juga aku mencium pipi Shin Mi Chan pertama kali.”

Dia menatapku kesal, “Jangan ingat hal itu lagi, membuatku malu.”

“Bagaimana kalau kita mengulang adegan itu lagi? Tapi tidak di pipi.” Aku sedikit menggoda Mi Chan, dan benar saja wajah Mi Chan semakin memerah.

Ya!

“Hanya bercanda. Malam ini oppa, ingin menikmati kencan romantis kita ini. Makan malam di dekat ferris wheel menyenangkan sepertinya.”

“Daesung oppa, tempat ini sudah mau tutup. Kita juga harus segera pulang, aku tidak mau terkunci didalam aquarium ini.”

Akhirnya aku menuruti Mi Chan, tidak sampai dua puluh menit kami berada didalam Kaiyukan aku dan Mi Chan terpaksa pulang . Kami berhenti disebuah kedai ramen kecil, makan malam sederhana di tempat yang tidak terlalu mewah adalah pilihan bagus. Tidak banyak orang akan mengenaliku sebagai seorang idola ditempat ini. Aku juga senang karena pacarku mengerti kami benar-benar harus menjaga hubungan kami agar tidak diketahui oleh publik. Untung saja aku selalu punya perlengkapan menyamar dan-.

Astaga! Katakan padaku aku salah lihat. Pasangan baru datang di ujung seperti Young Bae hyung dan Hyorin noona, apa yang harus kulakukan sekarang?! Aku harus tetap tenang, jangan terbawa suasana. Dia tidak akan mengenali mu, Kang Daesung jadi tenanglah.

Oppa, wae?

Ketika mendengar Mi Chan memanggilku, Hyorin noona menatapku curiga. Terus kulanjutkan makan ramen, tanpa memperdulikan panggilan Mi Chan yang-

“Daesung oppa!

Aish, Shin Mi Chan. Kenapa disaat seperti ini dirimu sama sekali tidak peka, padahal ada dua artis duduk tidak jauh dari tempat duduk mu. Aku harus segera pergi dari sini dengan Mi Chan. Meskipun ramen ku belum selesai, tapi aku sudah meletakkan beberapa yen lalu menarik Mi Chan pergi dari kedai ramen itu. Aku harap Young Bae hyung tidak mengenaliku.

_______

Oppa pasti bercanda.”

“Untuk apa aku bercanda, tidak ada untungnya buatku.”

Mi Chan terlihat sama seperti ku, dia panik. “Jadi tadi disana, ada Hyorin eonnie dan Taeyang oppa?”

Ne, dan aku hampir ketahuan karena panggilan mu itu.”

“Seharusnya aku minta tandatangan atau foto bersama mereka saat disana.”

“Shin Mi Chan.”

“Maaf, aku bercanda lagi.”

“Ya, bukan kencan yang sempurna. Tapi aku menikmatinya, kita sudah sampai . Besok kita bisa bertemu lagi di bandara, kita juga bisa pulang bersama ke Korea.. Oppa akan carikan bangku kelas bisnis untuk mu.”

Mi Chan terlihat diam, aku tidak tahu apa yang Ia pikirkan sekarang. “Satu bulan.”

Mwo?

“Aku akan berada di Osaka selama satu bulan, selain menemani Jae Rim untuk berkeliling Jepang. Aku juga akan membantu bibi ku disini. Jadi kita tidak akan bertemu selama satu bulan.”

“Begitu ya? Jadi kita berkebalikan sekarang.”

“Tidak apa kan, Daesung oppa?”

Dia menatapku,”Itu bukan masalah besar. Jangan khawatirkan itu, kita juga sudah sering berpisah sebelumnya. Bahkan aku lebih sering meninggalkan mu, aku kan bukan pacar yang egois.”

Gomawo oppa.

_____

-Airport-

Kecewa?

Marah?

Tentu saja. Aku berusaha untuk tidak egois, karena kupikir kalau aku terlalu mengekang itu bisa memperburuk hubungan kami. Satu bulan juga tidak lama kok, mood ku saja yang sampai sekarang tidak membaik. Mood ku sangat jelek dari semalam hingga siang ini.

Beep

From : Gadis Panda

Bagiku satu bulan juga terasa sangat lama. Aku juga akan merindukan oppa.

To : Gadis Panda

Ketika aku kembali ke Jepang untuk konser, pastikan kita bisa bertemu. Oppa tidak puas dengan kencan semalam, terlalu singkat.

Beep

From : Gadis Panda

Ne, Kang sajang.

Aku tersenyum sekilas melihat balasan Mi Chan. Belum sempat aku mematikan handphone ku, Mi Chan kembali mengirim sms.

From : Gadis Panda

“会いたい”

Nado, chagiya.” Gumamku.

==============tobeco Mi Chan side=============

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s